Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 136


__ADS_3

Keesokan harinya Anya tidak masuk ke kantor dan beristirahat dirumah untuk menenangkan diri. Anya menceritakan semua masalahnya kepada Fitri agar hatinya lega.


"Bersabarlah Anya, ini namanya ujian. Allah sudah memberikanmu kenikmatan yang begitu besar dengan pertolongannya. Jika pada proses hijrah ada kendala merupakan hal yang wajar terjadi dan harus dilewati. Kamu pasti kuat dan bisa melaluinya..."


Kata-kata bijak yang diucapkan Fitri membuat Anya merasa lebih baik. Meskipun seisi dunia menghujatnya, setidaknya Anya masih punya satu teman yang percaya padanya dan tulus mendukungnya.


"Makasih banyak Fit, kamu memang teman yang baik dan banyak menularkan kebaikan padaku, aku beruntung punya teman sepertimu...", ucap Anya dengan tulus.


"Jangan begitu Anya, aku hanya orang biasa, aku takut nanti kamu kecewa jika memandangku terlalu tinggi...Oh ya, bagaimana kalau kita pergi bersenang-senang biar kamu bisa sedikit melupakan masalahmu?"

__ADS_1


"Hmm, sepertinya aku tidak bisa keluar sembarangan ke tempat umum. Fotoku sudah tersebar di dunia maya, kalau ada yang mengenaliku mungkin mereka akan menghujatku..."


"Hmm, benar juga ya...kalau begitu kita bersenang-senang di dalam rumah saja...biar aku yang keluar untuk berbelanja, setelah itu kita akan bersenang-senang agar kamu lupa masalahmu..."


Fitri sudah punya sederet rencana untuk menghibur Anya seharian itu.


Hari itu mereka benar-benar akan berpesta berdua saja. Fitri membuat spagetti, sedangkan Anya menggoreng kentang dan mengukus dimsum beku. Menu makanan hari itu benar-benar praktis. Hanya dalam waktu setengah jam saja semua sudah siap. Spagetti bolognase dengan daging cincang, kentang goreng, dan juga dimsum. Tidak lupa satu botol besar minuman bersoda, juga satu cup es krim berukuran besar ikut tersaji di meja. Selanjutnya mereka hanya akan makan perlahan-lahan sambil menonton koleksi drama korea milik Anya.


Anya dan Fitri duduk di ruang tengah, televisi sudah menyala dengan drama korea kesayangan Anya. Mereka menonton sambil sesekali menyuap makanan ke dalam mulut. Hmm, spagetti itu terasa sangat lezat di mulut Anya. Tak kalah dari makanan-makanan yang biasa dia santap di resto langganannya.

__ADS_1


"Enak Fit masakan kamu, sudah pantas kalau mau buka restoran...", puji Anya, lalu menyuap lagi spagetti ke mulutnya dengan lahap.


"Haha, kamu bisa saja Anya...doakan saja semoga aku bisa memulai usaha secepatnya..."


Mereka kembali hanyut dalam alur cerita. Perut Anya terasa kenyang setelah menghabiskan sepiring spagetti, dua buah dimsum dan entah berapa potong kentang. Perasaan Anya sudah jauh lebih baik sekarang.


Selesai menonton drama kesayangannya, Anya segera masuk ke dalam kamarnya dan mengunci diri di dalam. Anya ingin memikirkan dengan jernih tentang masalah yang menerpanya. Selama ini Anya tak pernah berpikir panjang, hanya menikmati hari-hari dan kebersamaannya bersama Husein. Sekarang Anya baru sadar jika itu adalah kesalahan, sekalipun mereka hanya berteman. Tidaklah pantas dia terlalu dekat dengan Husein meski hubungan mereka hanya sebatas teman. Bagaimanapun status Husein adalah seorang beristri, dan dirinya memang pantas di hujat.


Rasanya sudah cukup semua kebaikan yang diberikan Husein dan keluarganya kepadanya. Jika memang kehadirannya hanya akan membuat masalah bagi Husein, Anya berfikir jika pergi adalah pilihan yang terbaik.

__ADS_1


__ADS_2