Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 131


__ADS_3

Anya pulang pukul sepuluh malam dengan diantarkan Husein dan supir pribadinya. Setelah makanan tiba, mereka akhirnya bisa mengobrol dengan lebih santai. Husein berhasil mengikis jarak dan meyakinkan Anya, bahwa dia tidaklah berbeda dari Anton yang dulu di tolongnya. Dan mereka mengobrol cukup panjang hingga lupa waktu, mengenang kebersamaan mereka di masa lalu, juga membicarakan hal-hal konyol layaknya seorang sahabat.


Dan entah mengapa, Anya merasa bebannya terangkat dan hatinya menghangat. Perasaan nyaman ketika berbincang dan tertawa lepas dengan seorang teman yang telah lama dirindukannya. Tapi benarkah hanya sebatas teman? Entahlah. Anya terlalu takut untuk memikirkannya.

__ADS_1


..


Anya pernah memikirkannya matang-matang tentang perasaannya. Tentang rasa kehilangan dan kekosongan yang di rasakannya saat Husein pergi dengan tiba-tiba dari hidupnya. Tentang kerinduan akan kehadiran seorang 'teman' yang pernah hadir dan mewarnai hidupnya. Tentang khalayan-khayalan indah yang terukir begitu saja dalam benaknya. Juga tentang harapan-harapan yang sempat ia lambungkan meski tanpa disadari. Anya tidak bisa memungkiri bahwa diam-diam dirinya memikirkan dan merindukan sosok yang pernah mengisi hari-harinya itu. Pun Anya tak bisa menyangkal bahwa hatinya berharap Husein akan kembali datang untuknya.

__ADS_1


Tapi kemudian dengan segenap kesadaran, Anya menepis itu semua. Tidak, dirinya tidak boleh jatuh cinta! Dan itu adalah harga mati. Sebuah janji tak tertulis yang terpatri di dalam hati. Janji, untuk mencintai dirinya sendiri, dan takkan membiarkan siapapun melukai hatinya. Sebab bagi Anya, cinta adalah fatamorgana. Keindahan semu yang tidak nyata. Perasaan palsu yang selalu di agung-agungkan dan dikambing hitamkan untuk melakukan kebodohan. Anya sudah pernah melakukan kebodohan itu, dulu. Saat cinta datang dan membutakan dirinya. Semua telah Anya serahkan atas nama cinta. Hati, jiwa, raga, bahkan kehormatannya. Tapi dimana semua cinta itu? Dirinya harus menghadapi kehancuran seorang diri, sementara sang kekasih melarikan diri.


Anya sudah merasa cukup tenang saat Husein pergi dan lama tak menganggu hidupnya. Husein pasti punya kehidupan dan kesibukan sendiri. Dan dirinya tak cukup penting untuk diingat. Perlahan-lahan Anya mulai terbiasa tanpa Husein dan menyibukkan diri dengan hal-hal lain. Tapi kemudian, tiba-tiba saja Husein datang kembali dan masuk dalam kehidupannya lagi. Bahkan sekarang Anya harus bekerja pada pria itu. Anya menyesal dengan keputusannya menerima pekerjaan itu karena rasa kasihan. Tapi ternyata Hasan hanya menipunya. Sebisa mungkin Anya menjaga jarak dan menghindari Husein. Tapi rasanya itu tak mungkin dan hatinya merasa berat. Anya sudah memutuskan pergi dan keluar dari pekerjaan itu. Ya, itulah satu-satu cara yang harus dilakukannya.

__ADS_1


Tapi kemudian, saat tadi Husein mengajaknya makan malam dan bicara dari hati ke hati, Anya kembali merasa bimbang. Di satu sisi Anya merasa Husein memperlakukannya dengan amat manis dan spesial. Tapi kemudian mereka akhirnya mengobrol dan bercanda seperti dulu, saat rasa itu belum ada. Dan apa yang Husein bilang? Husein ingin mereka tetap berteman. Ya, teman, itulah sepertinya yang paling tepat. Husein memperlakukannya dengan baik sebagai teman. Dan Anya hanya akan menganggap Husein tak lebih dari teman. Dengan begitu Anya tetap bisa bekerja, mendapatkan uang dengan cara yang halal tanpa perlu susah payah mencari kerja sekaligus memiliki Husein sebagai temannya.


Tapi, teman? Benarkah Anya bisa menganganggap Husein hanya sebagai teman?

__ADS_1


__ADS_2