Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 84


__ADS_3

Perlahan-lahan Anya merasa hidupnya sudah kembali normal dan bahkan semakin membaik. Pertemuannya yang kebetulan dengan Fitri, membawa perubahan yang cukup besar pada suasana hatinya. Akhirnya Anya merasakan punya teman senasib sepenanggungan. Teman yang bisa diajak untuk berbagi apa saja tanpa harus merasa malu dan takut dihakimi karena pekerjaannya. Apalagi saat Fitri mengajaknya untuk bergabung dan menghadiri sebuah kajian yang diadakan sebuah komunitas. Anya merasa sangat tertarik karena bisa menemukan kegiatan positif yang terbuka untuk orang sepertinya. Setidaknya Anya merasa hidupnya sedikit berwarna dan bermakna, meski dirinya belum bisa lepas dari dunia malam.


Tapi Anya tidak pernah menduga, bahwa pertemuan itu jugalah yang membawanya pada peristiwa-peristiwa mengejutkan yang tidak diduganya. Berawal dengan pertemuannya dengan Dokter Alina di rumah tempat kajian diadakan. Tiba-tiba saja ada firasat buruk yang terlintas di pikirannya dan membuat suasana hatinya terjun bebas. Anya mencoba menepisnya. Anya memang sedikit segan untuk bertemu dengan Dokter Alina, mungkin itu wujud dari rasa bersalahnya karena kejadian yang telah lalu. Tapi saat kemudian Dokter Alina menyambutnya dengan baik, Anya berusaha meyakinkan diri bahwa semua akan baik-baik saja.


Tapi perasaan tidak nyaman itu terus saja menganggunya, hingga akhirnya Anya berpamitan untuk pulang lebih dulu. Dan ternyata Dokter Alina justru menahannya, bilang ingin membicarakan sesuatu dengannya bahkan memaksa untuk mengantarnya pulang. Anya merasa enggan, tapi tak bisa menolak dengan gamblang mengingat posisi dan kebaikan Dokter Alina kepadanya. Akhirnya Anya pun setuju.

__ADS_1


Ternyata Dokter Alina menanyakan tentang keberadaan suaminya yang berhari-hari tak pulang. Rasa bersalah kembali menggelanyut di hatinya. Apa Dokter Alina masih begitu mencurigainya? Hingga menanyakan hal semacam itu padanya. Anya lalu menjawab tegas bahwa dia sudah sama sekali tidak berhubungan dalam bentuk apapun dengan suami wanita itu. Dokter Alina pun percaya. Setelah itu Dokter Alina tetap bersikeras untuk mengantarnya pulang. Dan yang terjadi kemudian, Dokter Heru tiba-tiba muncul di depannya saat Anya baru saja keluar dari mobil.


Yang terjadi berikutnya adalah adegan yang sungguh sangat memalukan untuk diingat. Bagaimana mungkin seorang suami dari seorang wanita nekat menculik dan bilang akan menikahinya di depan istrinya sendiri. Apalagi saat keributan itu mulai memancing perhatian warga sekitar. Anya benar-benar merasa malu dan ingin bersembunyi dari semua itu. Tapi yang terjadi kemudian, seorang lelaki tampan datang bagai pahlawan berkuda untuk menyelamatkannya. Dialah Anton alias Husein Al Rasyid, lelaki yang dulu pernah begitu dekat bahkan menjadi satu-satunya teman yang dimilikinya.


Tapi Anya sadar sekarang keadaan sudah jauh berbeda. Husein Al Rasyid bukanlah Anton temannya, melainkan orang asing yang sama sekali tak terjangkau oleh orang sepertinya. Semua cerita di belakang hanyalah kenangan yang harus segera dia lupakan.

__ADS_1


Anya sebenarnya tidak terlalu suka. Tapi Husein datang di waktu yang tepat, setidaknya Husein sudah menolongnya dari Heru yang telah bersikap lancang, hingga lelaki itu berhasil diusir pergi.


Anya pikir urusannya sudah selesai, tapi ternyata keesokan paginya Husein benar-benar datang. Husein benar-benar mencarikannya rumah baru dan membantunya pindah kesana. Ya, hanya itu saja. Anya sadar perbuatan itu juga sebagai bentuk balas budi. Dengan berat hati Anya kembali menerimanya. Mana mungkin dirinya yang orang biasa bisa mendapatkan rumah untuk pindah secepat itu. Tapi dengan uang dan kekuasaan, dengan mudah Husein bisa membantunya.


Seperti yang telah di duganya, setelah itu Husein kembali menghilang dari hidupnya.

__ADS_1


Dan entah mengapa meski sudah menduganya, tapi hati Anya terasa sakit. Berkali-kali Anya meyakinkan diri, bahwa Husein hanyalah orang asing yang sudah semestinya pergi. Anya berusaha kuat dan terlihat baik-baik saja. Tapi jauh di dalam lubuk hatinya, Anya tetap tak bisa menyangkal, dirinya terluka. Seperti barang yang tak lagi berguna, dibuang dan ditinggalkan begitu saja. Dan hal ini mengingatkan Anya pada kisah masa lalu, dimana dia pernah di buang oleh semua orang dan harus berjuang terlunta-lunta sendirian. Ah, ternyata semua orang sama. Dan Anya kembali tidak percaya pada dunia.


__ADS_2