Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 132


__ADS_3

Anya mulai menyesuaikan diri dengan rutinitas barunya. Bekerja di kantor sebagai asisten pribadi Husein. Anya dengan cepat belajar dan telah menguasai tugas-tugasnya. Tapi Husein tetap mempertahankan Rayhan dengan alasan Rayhan tidak melakukan kesalahan apapun dan tidak boleh di pecat. Selain itu Husein juga bilang pekerjaannya cukup banyak hingga butuh dua asiaten. Anya berbagi tugas dengan Rayhan, tapi entah mengapa Rayhan lebih banyak mengambil tugas administratif sementara Anya punya tugas untuk mendampingi Husein dalam setiap presentasi, meeting di luar kantor, sampai survey lapangan. Hal itu membuat Anya menghabiskan lebih banyak waktu bersama Husein.


Anya tak ingin memikirkan macam-macam dan berusaha untuk bersikap profesional dalam bekerja. Meski begitu, daripada menganggap Anya bawahan, Husein lebih memperlakukan Anya sebagai teman, yang selalu diajak mengobrol dan berdiskusi baik tentang pekerjaan ataupun sekedar obrolan ringan mengisi waktu luang. Dan juga perlakuan Husein lainnya yang sepertinya agak berlebihan.


Husein selalu menjemput dan mengantarnya pulang. Ya, meski selalu bersama sopir pribadinya. Katanya itu dilakukan agar memudahkan pekerjaannya. Selain itu Husein juga selalu mengajaknya makan siang bersama, baik itu memesan makanan online dan menyantapnya bersama di ruang kerja Husein. Atau kadang-kadang Husein juga mengajaknya makan siang di luar.


Seperti halnya siang itu, Husein mengajaknya makan siang di salah sati restoran milik temannya.


"Temanku baru saja buka restoran, dan dia mengundangku untuk makan disana, bagaimana kalau siang ini kita makan disana saja?"


Tanya Husein saat baru saja selesai menandatangani dokumen.


"Boleh, tetserah kau saja..."


Sebagai bawahan, tentu saja Anya akan selalu menuruti perintah bosnya selama masih wajar. Ya, meskipun Husein tidak suka dipanggil bos dan menyuruhnya memanggil dan bersikap selayaknya teman.


"Ok, aku akan reservasi, jam makan siang nanti kita kesana..."


"Ok!"


Anya bingung, kenapa Husein tidak menyuruhnys melakukan reservasi dan malah melakukannya sendiri. Ah ya, mungkin karena itu restoran temannya. Anya tidak mau banyak berfikir dan kembali melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


Jam makan siang tiba, Husein menghampirinya dan mengajaknya turun bersama. Di lobby, sopir sudah menunggu untuk mengantarkan mereka berdua ke tempat tujuan.


Meskipun hari masih siang, tapi restoran itu didesign dengan cahaya temaram dan dihiasi lampu-lampu kuning yang membuat suasana terasa romantis.


Husein memesan sebuah ruang private untuk dua orang dan membiarkan Anya memilih menunya sendiri.


"Bagaimana, apakah kamu betah bekerja denganku?", tanya Husein saat mereka baru selesai memesan makanan.


"Tentu saja, pekerjaannya cukup mudah dan gajinya lumayan besar...", jawab Anya dengan jujur.


"Baguslah kalau kamu suka, aku harap kita bisa terus bersama-sama..."


Anya merasa sedikit aneh dengan ucapan Husein. Ah, pasti itu hanya perasaannya saja. Mungkin Husein cocok dengan pekerjaannya.


"Sepertinya capcay yang kamu pesan enak dan aku butuh makan sayuran, boleh aku minta sedikit?"


"Tentu saja, lagi pula semua makanan ini kau yang bayar..."


Husein mengambil makanan di piring Anya.


"Daging ini enak sekali, apa kamu tidak ingin mencicipinya?"

__ADS_1


"Sepertinya enak, tapi aku sedang diet..."


"Tidak apa, makan sepotong daging tidak akan membuatmu gemuk, cobalah ini enak sekali...."


Husein memotong steaknya dan meletakkannya di piring Anya.


Anya mencicipinya dan ternyata memang enak.


"Hmm, enak..."


Puji Anya dengan jujur.


"Pesanlah kalau kamu suka..."


"Tidak...tidak...ini sudah cukup..."


"Biar aku yang pesankan..."


Husein lalu memesan meski tanpa persetujuan Anya.


Dengan terpaksa Anya melanjutkan makannya dengan menu steak yang dipesan Husein. Tapi Anya tidak mau menghabiskannya sendiri. Anya memotong separuhnya untuk Husein.

__ADS_1


Mereka mengakhiri makan siangnya dengan perasaan bahagia. Begitulah mereka menjalani hari-harinya bersama, menikmati kebersamaan sebagai 'teman'.


__ADS_2