Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 115


__ADS_3

Fara merasa berada di puncak, saat dramanya dengan menjual kesedihan berhasil menarik simpatik dan perhatian dari para netizen. Fara kemudian, melanjutkan drama yang dimainkannya dengan menyatakan bahwa dirinya mengalami keguguran. Hal ini dinilai dapat menambah simpatik publik sekaligus mengamankan kebohongannya akan kehamilan palsu itu. Beruntung, semua keluarga dan publik pun dengan mudah percaya pada pengakuannya.


Seolah alam merestui rencana balas dendamnya, Fara pun semakin merasa percaya diri. Jasad Husein yang tak kunjung ditemukan, membuat pihak keluarga akhirnya menerima dan mengikhlaskan kepergian Husein. Keluarga sudah ikhlas jika memang Husein telah pergi untuk selamanya, meski pun disisi lain pencarian terap dilakukan.


Dan beberapa waktu kemudian Hasan, saudara kembar Husein berinisiatif mengurus pembagian harta warisan atas nama Husein, yang hampir semua diberikan atas nama Fara sebagai istrinya. Betapa senangnya Fara dengan hal itu. Tanpa menyadari bahwa hal itu sebenarnya adalah jebakan.


Disisi lain, Fara tiba-tiba melihat Husein di sebuah gerai pakaian. Fara yakin itu adalah Husein, tapi entah mengapa Husein sama sekali tidak mengenalinya. Fara kemudian meminta tolong pada Adrian untuk menyelidikinya, hingga akhirnya mereka tahu keadaan dan identitas baru Husein. Husein mengalami amnesia. Sebuah fakta yang menguntungkan bagi mereka. Adrian lalu bertindak cepat dengan mempekerjakan dan mengurung Husein dirumahnya. Dengan begitu keluarga Ar Rasyid diharapkan tidak akan tahu keberadaan Husein.

__ADS_1


Tapi Fara kemudian mengetahui bahwa Adrian ternyata bukan hanya mengurung Husein, tapi juga menyiksanya dengan memberinya banyak pekerjaan. Fara mengerti, Adrian mungkin menyimpan dendam tersendiri kepada Husein dan memanfaatkan keadaan ini untuk membalas dendam. Tapi Fara kali ini berbeda pendapat dengan Adrian hingga mereka bertengkar di rumah. Entah mengapa Fara merasa iba dan tidak suka saat Adrian memperlakukan Husein dengan semena-mena.


Dan yang terjadi kemudian, justru sangat diluar dugaan. Tanpa sepengetahuannya, Hasan ternyata sudah mengetahui semua rencana jahat di balik sandiwara kecelakaan misterius itu. Pagi itu adalah pagi yang kelabu bagi Fara dan Adrian. Ketika polisi datang dengan membawa borgol dan langsung membawa mereka tanpa ampun. Adrian terus melawan dan menolak untuk dibawa. Berkali-kali Adrian berteriak.


"Bukan aku! Bukan aku! Wanita itu yang ingin membalas dendam. Aku hanya mengikuti semua perintahnya!", kata Adrian sambil terus menunjuk dirinya.


Sementata Fara hanya bisa pasrah saat polisi menuntunnya ke dalam mobil tahanan.

__ADS_1


Saat itu barulah Fara menyadari, betapa bodoh dirinya telah berani bermain-main dengan orang kaya dan berkuasa. Dan Fara telah terjebak dalam hasutan Adrian, yang ternyata hanya memanfaatkannya.


Sepanjang hari itu Fara terus menangis meratapi nasibnya. Fara tidak peduli dengan orang-orang yang menatapnya. Mungkin kasihan atau justru menganggapnya orang gila. Hingga perlahan-lahan Fara mulai mencerna apa yang terjadi dan belajar menerima nasibnya. Kini dirinya bukan hanya sebatang kara, tapi juga seorang narapidana. Meski keadaam Husein yang ternyata masih hidup membuatnya lolos dari dakwaan pembunuhan berencana. Tapi Fara tetap harus mendekam di penjara dengan dakwaan percobaan pembunuhan.


Fara sudah pasrah. Tak ada harapan lagi bagi dirinya. Dendam dan kebencian telah membutakan matanya. Hingga berani bertindak di luar batas. Sekarang semua benar-benar tak ada tersisa. Tak punya keluarga, tak punya harta, bahkan nama baiknya pun sudah tercemar. Entah bagaimana Fara akan bertahan hidup setelah ini.


Namun, di dalam keputus asaannya tiba-tiba Husein datang menjenguknya. Dan Fara kembali melihat secuil harapan dari sana.

__ADS_1


__ADS_2