
Apakah Husein mencintai Fara, istrinya? Entahlah. Husein sendiri tidak tahu dengan perasaannya. Tidak ada perempuan lain di hatinya, tapi Husein juga tidak merasakan getaran apapun saat bersama Fara. Apakah ini karena sikap dingin Fara padanya? Entahlah.
Tapi pernikahan bukan sekedar urusan perasaan. Pernikahan adalah sebuah komitmen yang tidak main-main. Janji seorang lelaki yang diucapkan atas nama Tuhan, untuk bertanggung jawab atas hidup Fara, istrinya. Karena itulah Husein akan terus berusaha di dalam mengarungi biduk rumah tangganya.
__ADS_1
Sejak awal menikah, Husein selalu berusaha bersikap sebaik mungkin pada Fara. Melakukan kewajibannya dan memenuhi hak Fara sebagai istri, itu sudah pasti. Bersikap lemah lembut, bersabar, serta menuruti keinginan istrinya sudah menjadi perangainya sehari-hari. Tapi sampai kapan? Fara bahkan seperti tidak menganggap dan menghargai semua usahanya.
Fara selalu saja bersikap seenaknya, terkadang mengabaikan bahkan menganggap diri Husein seolah tak tampak. Husein masih bersabar. Mengingat kesalahan yang dilakukan oleh Ayahnya, membuat Husein sedikit banyak merasa bersalah pada Fara. Jika Fara suka melamun dan menyendiri, Husein memilih berbaik sangka. Fara mungkin sedang mengingat kenangan bersama keluarganya dan menjadi sedih karenanya. Jika sudah begitu Husein hanya bisa berusaha menghiburnya, kadang menawari Fara untuk memesan makanan kesukaaannya atau keluar ke mana saja tempat yang Fara inginkan. Hal itu sedikit banyak akan membuat Fara kembali ceria.
__ADS_1
Tepat enam bulan, entah bagaimana malam itu, Fara tiba-tiba berubah. Fara menepati janjinya untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri. Husein sebenarnya sudah tidak pernah memikirkan hal itu. Terbiasa dengan sikap Fara yang dingin dan selalu menghindarinya membuatnya enggan berharap banyak.
Tapi salahkah jika dia melakukannya tanpa perasaan? Hanya ada naluri dan nafsu yang berkuasa. Dengan mudahnya Husein memasuki dan menguasai tubuh Fara. Hanya dalam sekali sentakan saja. Fara takhluk tanpa perlawanan. Aktifitas itu mereka lakukan dalam diam. Husein tahu ada yang salah dalam tubuh Fara. Apakah salah jika dirinya berprasangka?
__ADS_1
Husein memang bukan lelaki yang berpengalaman. Sampai pada hari itu dirinya masih perjaka. Dengan Fara istrinyalah, Husein melepaskan keperjakaannya. Tapi bukan berarti Husein lelaki bodoh. Husein tentu pernah sedikit nakal dengan melihat video-video syur, dan sedikit banyak Husein belajar tentang perbedaan tubuh wanita yang masih suci dan yang tidak. Dan Fara? Ah sudahlah, Husein tak ingin berburuk sangka pada istrinya sendiri. Mungkin ada alasan mengapa Fara telah kehilangan mahkotanya. Mungkin karena kecelakaan atau hal-hak tak disengaja. Husein berusaha berprasangka baik. Tapi entah mengapa jauh di dalam lubuk hatinya Husein tetap merasakan kekecewaan.
Penyatuan itu mereka lakukan tanpa mengucap sepatah katapun. Baik Husein maupun Fara sama-sama diam. Husein berusaha memberi kepuasan pada istrinya dan setelah merasa mereka berdua mencapai puncak, Husein segera menyudahi permaianannya. Husein tak ingin Fara menyadari kekecewaannya. Karena itu Husein langsung memejamkan mata dan berusaha untuk tidur. Dengan cara itu pasti Fara akan menganggapnya sudah tertidur.
__ADS_1