Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 49


__ADS_3

Anya baru bangun saat hari sudah siang. Jam tidur yang terbalik membuat tubuh Anya terasa lesu dan tak nyaman. Anya segera ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dan mengambil wudhu. Anya menunaikan shalat terlebih dahulu supaya hatinya terasa lebih tenang. Setelah itu Anya pergi ke dapur karena perutnya terasa lapar. Siang-siang begini, tidak ada orang dirumah karena Anton pergi bekerja. Begitu pikir Anya. Jadi Anya memutuskan untuk membuat mie instan saja, menu yang paling praktis dan pasti lezat. Anya membawa semangkuk mie yang baru saja di buatnya menuju ruang tengah. Dan disanalah akhirnya Anya melihat sebuah amplop tebal dan secarik kertas di bawahnya.


Anya segera mengambil dan memeriksanya. Amplop itu cukup tebal dan saat membukannya Anya melihat sejumlah uang. Anya belum menghitung jumlahnya dan menutuskan untuk membaca dulu tulisan pada secarik kertas yang lain.


Surat dari Anton. Jantung Anya tiba-tiba berdetak lebih cepat. Perasaannya berubah tidak enak, firasatnya mengatakan ini bukanlah sesuatu yang baik. Anya memberanikan diri untuk membaca tulisan itu.

__ADS_1


Untuk Anya, pahlawanku yang berhati mulia...


Saat membaca surat ini, mungkin aku sudah tidak ada disampingmu. Tenanglah, aku tidak bermaksud untuk pergi selamanya. Aku hanya pergi sebentar untuk bekerja dan aku meminta gajiku di bayar didepan agar bisa kutinggalkan untukmu, dan ternyata calon majikanku menyetujuinya.


Anya selesai membaca surat yang ditulis Anton. Surat pendek yang sangat manis namun membuat dadanya sesak. Anton datang dalam hidupnya dengan tiba-tiba dan disaat Anya mulai nyaman dan terbiasa, Anton pergi darinya juga secara tiba-tiba.

__ADS_1


Sepanjang sisa hari itu entah mengapa Anya merasa kurang bergairah. Seperti ada sesuatu yang kurang, seperti ada lubang kosong di dalam hatinya. Bukankah seharusnya dirinya senang, karena sekarang Anton tidak lagi terlalu membebani dirinya? Meski belum bertemu dengan keluarganya, tapi setidaknya Anton sudah lebih mandiri dan tidak terlalu merepotkannya lagi. Tapi mengapa Anya merasa tidak rela, jika Anton harus pergi?


Anya merasa bingung dan tiba-tiba ketakutan menyergapnya. Tidak-tidak boleh! Anya mencoba memperingatkan dirinya sendiri. Dia tidak boleh jatuh cinta kepada pria manapun juga. Sebab cinta hanyalah sebuah omong kosong yang pasti akan berakhir dengan penderitaan. Seperti kisah cintanya dulu. Anya sadar, cinta sejati yang indah hanya ada di dalam dongeng. Bukan di dunia nyata dan bukan untuk dirinya, seorang wanita malam yang sangat kotor. Anya merasa dirinya amat tidak pantas dan tidak ingin membuka harapan yang hanya akan menyakiti dirinya sendiri.


Anya berusaha untuk tetap kuat dan tegar. Seperti sebelumnya dan seperti seharusnya, Anya akan tetap menjalani hidupnya, bekerja dan berjuang hanya untuk dirinya sendiri saja. Dan besok, mungkin dia harus bersenang-senang untuk melenyapkan kesepiannya.

__ADS_1


__ADS_2