Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 55


__ADS_3

Rumah Anya, hari ketika Anton baru saja meninggalkan rumah.


Anya akhirnya melanjutkan tidurnya hingga sore. Tidak ada kesibukan dan tidak ada teman untuk berbagi apapun sekarang. Jadi Anya melilih kembali hidup dengan sesukanya.


Hari sudah sore saat Anya bangun, Anya memeriksa ponselnya dan mendapati sebuah pesan dari Anton.


Anya, aku sudah sampai di rumah majikan baruku. Rumahnya bagus dan nyaman. Majikanku juga memperlakukanku dengan baik. Jadi tenanglah dan jangan khawatir, aku akan baik-baik saja disini. Selama bekerja disini aku dilarang menggunakan ponsel, jadi ini akan jadi pesan terakhir sebelum ponselku disita.

__ADS_1


Jalanilah hidupmu dengan baik dan sampai jumpa awal bulan nanti, aku janji akan menemuimu dan memberikan uang gajiku.


Anya membaca pesan itu perlahan. Entah mengapa Anya merasa sedih hingga tanpa sadar air matanya mengalir. Padahal perpisahan mereka hanyalah sementara, tapi mengapa Anya merasa mereka akan berpisah dalam waktu yang lama.


Kemudian Anya kembali berfikir dan entah mengapa Anya menjadi khawatir. Bagi Anya pekerjaan Anton yang ditawarkan secara pribadi dan tiba-tiba, terasa janggal. Dari awal Anya tidak percaya dan tidak setuju jika Anton menerima tawaran itu. Tapi apa boleh buat, sepertinya Anton lebih tergiur dengan uang daripada mempertimbangkan keselamatan dirinya sendiri.


Dan sekarang, dengan disitanya ponsel Anton seolah menjadi pertanda lain, bahwa pastilah ada yang tidak beres dari pekerjaan Anton.

__ADS_1


Anya memutuskan untuk mandi agar tubuhnya terasa lebih segar. Lagi pula nanti malam Anya ada janji dengan salah satu kliennya. Seperti biasa, Anya masih saja setia dengan pekerjaan kotornya. Pekerjaannya yang selama ini telah menopang kehidupannya dengan sangat baik.


Anya tidak boleh terlalu lama bersedih, meski tak bisa dipungkiri hatinya merasa kosong. Malam itu Anya akan kembali bekerja seperti biasa. Setelah pulang, Anya harus tidur agar kondisinya tetap prima. Setelah itu barulah keesokan harinya Anya berencana untuk mencari keberadaan tempat bekerja sekaligus trmpat tinggal Anton yang baru.


Keesokan harinya, Anya benar-benar pergi untuk mencari keberadaan Anton, sesuai dengan titik terakhir yang ditunjukkan peta di ponselnya. Anya tidak akan marah dan tidak akan melakukan apapun meskipun Anton telah pergi tanpa berpamitan padanya. Anya hanya ingin mencari tahu keberadaan Anton dan memastikan bahwa dia dalam keadaan baik-baik saja. Sebab Anya sedikit curiga dengan pekerjaan baru Anton.


Setelah beberapa saat mencari, akhirnya Anya menemukan sebuah rumah tepat di titik peta itu. Sebuah rumah berlantai dua yang cukup baru dan bagus dengan design modern minimalis. Anya cukup yakin bahwa itulah rumah tempat tinggal Anton. Anya cukup lama berdiri di depan rumah itu. Menunggu hingga Anton keluar atau setidaknya sedikit menampakkan keberadaannya. Tapi hingga dua jam menunggu, Anya sama sekali tidak melihat sosok menyerupai Anton di rumah itu. Dan untuk bertanya secara langsung pada penjaga rumah Anya tidak punya keberanian.

__ADS_1


Akhirnya Anya memutuskan untuk pulang ke rumah. Dan dihari-hari berikutnya, Anya berkali-kali sengaja lewat dindepan rumah itu untuk mencari Anton pada jam berbeda-beda. Tapi tetap saja, upayanya tidak mendapatkan hasil yang diharapkan.


Anya tidak akan menyerah, Anya akan tetap melakukannya sampai bulan depan. Sampai waktu yang dijanjikan Anton untuk menemuinya lagi. Jika sampai waktu yang dijanjikan Anton tidak datang, barulah Anya akan mengambil tindakan.


__ADS_2