
Hari itu Anton memakai seragam dan pura-pura pergi bekerja seperti biasa. Rencananya dia akan mengambil dulu uang gajinya yang akan dibayar di depan itu. Lalu dia akan pulang ke rumah untuk meninggalkan uang itu dirumah dan mengambil barang-barang pribadinya.
Orang itu bernama Adrian. Dan Anton kemudian akan memanggilnya Tuan Adrian. Tuan Adrian setuju dengan syarat yang dia ajukan dan nantinya setiap awal bulan, Anton juga diizinkan untuk pulang sekedar mengantarkan uang gajinya untuk Anya.
Urusan dengan pemilik gerai pakaian juga sudah dibereskan oleh Tuan Adrian, tentunya dengan membayarkan sejumlah uang sebagai pengganti dirinya keluar bekerja. Anton sendiri tidak berani pamit secara langsung, karena Tuan Andrian melarangnya.
Setelah menerima uang Anton kembali ke rumah dengan diikuti orang suruhan Tuan Adrian. Mungkin Tuan Adrian belum bisa mempercayainya dan takut dirinya melarikan diri. Anton masuk ke dalam rumah dengan cara mengendap-endap seperti maling. Jam segini biasanya Anya masih tidur dan Anton tidak ingin Anya terbangun. Ya, Anton memutuskan untuk menerima pekerjaan ini tanpa sepengetahuan Anya. Karena jelas Anya pasti akan melarangnya dan dia akan selalu kalah jika harus berdebat dengan Anya.
Anton segera masuk dan mengambil pakaian dan barang-barang pribadi yang sudah dikemasinya di dalam kamar.
Anton lalu meletakkan amplop di meja tengah, juga secarik surat untuk Anya. Surat yang berisi permintaan maaf dan juga pemberitahuan jika dia akan bekerja dan terpaksa meninggalkan rumah Anya. Anton juga berjanji akan selalu datang di awal bulan untuk mengantarkan uang gajinya.
Setelah memastikan semuanya sudah beres, barulah Anton benar-benar pergi. Orang suruhan Tuan Adrian sudah menunggunya di depan rumah dan bersama-sama mereka berjalan menuju mobil yang sudah menunggu di ujung jalan. Mereka akhirnya benar-benar berangkat ke rumah Tuan Adrian.
Dalam perjalanan, Anton terus memandang keluar jendela. Perjalanan yang mereka tempuh cukup jauh dan Anton tidak mengenali jalan yang dilaluinya. Anton berusaha keras untuk mengingat rute perjalanan dari rumah Anya hingga nanti ke rumah yang di tuju. Tempat kerjanya yang baru.
__ADS_1
Ada dua orang yang bersamanya di dalam mobil itu. Tuan Adrian dan satu lagi orang bernama Toni yang selalu mengikutinya kemana pun dia pergi. Termasuk saat tadi dirinya pulang ke rumah Anya. Ya begitulah, kemana mana Anton tidak boleh pergi sendiri. Statusnya sebagai pelayan tapi Anton merasa di perlakukan seperti tawanan. Dan sepanjang perjalanan itu semua orang hanya diam, seolah sibuk dengan dunianya masing-masing. Dan entah mengapa suasana terasa mencekam.
Akhirnya sampai juga mereka di rumah yang di tuju. Sebuah rumah dua tingkat dengan gaya minimalis, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
"Toni, tolong tunjukkan kamar untuk Anton..."
"Baik Tuan..."
Anton lalu mengikuti Toni berjalan ke sebuah kamar kecil yang letaknya di bagian belakang rumah. Anton membawa serta semua barang bawaannya yang jumlahnya lumayan banyak dan cukup membuat Anton kerepotan.
"Temui aku di ruang tengah setelah selesai membereskan barang-barangmu. Ada beberapa hal yang harus aku jelaskan!"
"Baik Tuan Adrian..."
Anton pun dengan segera menata barang-barangnya secepat mungkin karena tidak enak jika membuat Tuan Adrian menunggu lama. Setelah selesai, sesuai perintah Anton langsung menghampiri Tuan Adrian.
__ADS_1
"Ada beberapa peraturan yang harus kamu patuhi selama tinggal di rumah ini.
Pertama, kamu tidak boleh keluar dari rumah tanpa izin, batasmu hanya sampai di ruangan ini, tidak boleh ke ruang tamu atau ke halaman depan. Mengerti?"
"Mengerti Tuan..."
"Yang kedua, kamu tidak diizinkan menggunakan ponsel dan alat komunikasi jenis apapun, lima menit dari sekarang ponselmu akan kusita..."
"Tapi tuan?"
"Jangan membantah, aku sudah membayarkan gajimu dan kamu harus menurut.."
"Dan ketiga, kamu harus melakukan semua perintahku! Ingat, hanya perintahku, bukan orang lain!"
"Ba..baik Tuan..."
__ADS_1
Selesai bicara Tuan Adrian langsung meminta ponsel Anton. Tapi Anton menyempatkan diri untuk menuliskan sedikit pesan untuk Anya.