Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 64


__ADS_3

Hasan tentu sangat senang bisa berjumpa kembali dengan Husein, saudara kembarnya. Meski begitu, pertemuan itu tak bisa disangkal sangat mengejutkan dan tidak pernah dia duga. Mereka sekeluarga telah melakukan segala upaya untuk mencari dan menemukan Husein dalam keadaan apapun. Bahkan keluarga sudah mengikhlaskan jika memang Husein telah berpulang. Dan kini tiba-tiba Husein muncul kembali dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apapun. Hanya ingatannya saja yang masih belum kembali. Kendati begitu, Hasam sangat optimis Husein akan dapat mengingat dengan cepat jika berada di tengah-tengah keluarga.


Disisi lain, banyak hal yang membuat Hasan menjadi gamang. Di satu sisi Hasan ingin Husein cepat menemukan kembali ingtannya yang hilang. Tapi disisi lain, Hasan belum siap jika Husein mengetahui kenyataan hidupnya yang sebenarnya. Husein pasti akan sangat terluka. Husan masih ingat jelas, jika saat-saat sebelum kecelakaan terjadi, adalah saat yang paling membahagiakan bagi Husein. Hasan bisa melihat dengan jelas, bahwa Husein betapa sangat menyayangi istrinya dan sangat bahagia dengan kehadiran calon buah hatinya di rahim Faradila. Tapi kini Husein telah kehilangan keduanya.


Calon anaknya telah neninggal sebelum sempat melihat dunia. Sedangkan istri yang begitu dicintainya malah berkhianat dan tega merencanakan pembunuhan akan dirinya. Hasan tidak bisa membayangkan betapa hancurnya hati Husein nanti, ketika telah sadar dan mengetahui semuanya. Dan Hasan belum siap untuk mengungkap semua kebenaran itu kepada Husein. Karena itulah Hasan memilih membawa Husein ke rumah utama dan menyuruhnya tinggal dikamar lamanya.


Sebelum kecelakaan itu terjadi, Husein bersama Fara istrinya tinggal di apartemen yang terletak tidak jauh dari rumah mereka. Itu dilakukan karena Husein ingin punya privasi dengan keluarga kecilnya, tapi juga tetap dekat dengan keluarganya. Tapi Hasan tidak ingin Husein tinggal disana dan mengingat memori tentang Fara. Hasan hanya ingin Husein mengingat kenangan manis mereka di rumah besar ini, disaat semuanya masih baik-baik saja.


Proses hukum terhadap Fara dan Adrian tetap dilanjutkan dengan dakwaan percobaan pembunuhan. Hasan menyerahkan semua prosesnya pada pihak kepolisian karena ingin fokus pada pemulihan Husein terlebih dahulu. Rencananya Hasan akan membawa Husein berobat ke dokter spesialis di kota ini terlebih dahulu. Hasan mendapatkan rekomendasi dari seorang teman tentang dokter spesialis bedah saraf yang bagus. Dan sekiranya hasilnya dirasa kurang memuaskan, barulah Hasan akan membawa Husein berobat ke luar negeri.

__ADS_1


"Bagaimana, apa kau sudah siap?", tanya Hasan saat melihat Husein keluar dari kamarnya.


"Sudah, ayo kita berangkat!"


"Baiklah..."


"Selamat datang Tuan Husein, senang melihat anda dalam keadaan sehat..."


Dokter itu tampak sudah tahu siapa pasiennya.

__ADS_1


"Alhamdulillah dok..."


"Dokter, kami kemari untuk berkonsultasi tentang kondisi adik saya. Berdasarkan diagnosis dokter sebelumnya dia mengalami amnesia disosiatif..."


Dokter kemudian melakukan wawancara singkat mengenai kondisi Husein saat ini, keluhan, serta apa saja yang bisa dan tidak bisa diingat. Memori Husein dimulai sejak dia terbangun dirumah sakit setelah operasi. Dan Husein sama sekali tidak memiliki ingatan sebelum waktu itu. Hasan juga menceritakan kronologi kecelakaan yang menimpa Husein.


"Baiklah, setelah ini anda harus melakukan beberapa pemeriksaan untuk menganalisis kondisi pasien. Pemeriksaan akan meliputi MRI, CT scan, EEG, dan cek darah. Silahkan..."


Seorang perawat mendampingi Husein untuk menjalani berbagai macam pemeriksaan hari itu. Setelah semua pemeriksaan selesai Husein sudah diperbolehkan untuk pulang. Dokter hanya meresepkan beberapa obat untuk nutrisi otak. Hasil pemeriksaan akan dikabarkan nanti. Dan selanjutnya kemungkinan Husein masih harus menjalani berbagai macam terapi sesuai dengan hasil pemeriksaan nanti.

__ADS_1


__ADS_2