Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 75


__ADS_3

"Lepaskan dia!" teriak seorang pria.


"Jangan ikut campur!" teriak Heru sambil berusaha mempertahankan Anya.


Tapi Anton masih bergeming, berdiri di depan mobil berusaha menghalangi jalan.


"Minggir! Jangan halangi jalanku!"


"Turunkan dan lepaskan Anya sekarang, atau aku akan berteriak meminta pertolongan warga sekitar!"


Sementara itu Anya terus meronta hingga Heru hampir kehilangan keseimbangan. Anton lalu menendang Heru sampai pria itu terhuyung. Anya berhasil lepas dari tangan Heru. Tapi saat akan berlari menjauh, Heru berhasil meraih dan mencengkram tangan Anya dengan kuat sampai terasa sakit.


"Lepaskan dia! Apa kamu sudah gila? Melakukan ini di depan istrimu?"


"Diam kau pria lemah! Apa yang bisa kamu lakukan untuk Anya? Kamu hanya akan jadi benalu yang membebaninya!"


"Apa hanya karena memiliki uang kamu pikir bisa melakukan hal apapun sesuka hatimu?"

__ADS_1


Tanpa terasa keributan itu telah memancing perhatian dari warga sekitar. Mereka mulai mendekat, mencuri dengar, lalu salah satu dari mereka menghampiri dan bertanya.


"Maaf, saya RT disini, kalau boleh tahu ada apa ribut-ribut disini?"


"Oh maaf...maaf, jika kami sudah menganggu ketenangan disini...ini hanya masalah keluarga biasa, baiklah kami akan masuk ke dalam rumah...sekali lagi maafkan kami!", Jelas Heru dengan inisiatifnya.


Heru lalu langsung menarik Anya dan berjalan masuk ke dalam rumah. Anya hanya menurut karena tidak suka ribut-ribut ini memancing perhatian warga.


Anton dan Alina turut mengikuti mereka di belakang.


Anya reflek menampar Heru. Heru ingin segera membalasnya, tapi tangannya di tahan oleh Anton.


"Lepaskan Anya! Sadarlah! Kamu punya istri! Pergilah dari sini dan jangan ganggu Anya, jika tidak aku akan melaporkanmu pada RT setempat, warga pasti akan berbondong menyerangmu karena perbuatan tak bermoral yang kau lakukan!"


"Diam kau pria lemah! Ada hak apa kamu ikut campur dalam urusan ini? Andai saja kau tahu dari mana uang untuk penyembuhanmu selama ini kamu akan malu telah berbuat kasar padaku!"


"Aku tahu, kamulah yang membayar semua biaya perawatanku! Dan kau meminta Anya membayarnya dengan tubuhnya bukan? Licik sekali caramu membantu orang. Tapi bagaimanapun aku tetap berterimkasih, berkat pertolonganmu aku bisa sembuh. Aku akan membayarmu sekarang juga dan tapi tolong jangan ganggu Anya lagi!"

__ADS_1


Anton menyerahkan dua lembar cek, satu cek dengan nominal dua ratus lima puluh juta dan satu lagi adalah cek kosong.


Heru menerima itu dan memeriksanya dengan kening berkerut.


"Dari mana kamu bisa punya uang sebanyak ini? Apa sekarang kamu sudah pintar menipuku? Pasti ini hanya cek palsu!", jawab Heru dengan nada meremehkan.


"Kamu bisa mengeceknya sendiri nanti! Jika kamu merasa jumlah di cek pertama kurang, kamu boleh menambahkan sesukamu di cek kedua. Ini kartu namaku...jika ada masalah kamu bisa menghubungiku di nomor yang itu..."


Heru menerima kartu nama yang disodorkan dan membaca dengan seksama nama yang tertera di sana. Husein Al-Rasyid.


Heru lalu beralih menatap wajah Anton. Apa pria di depannya sedang bercanda?


Bagaimana mungkin pria lemah itu adalah Husein Al Rasyid? Anak konglomerat salah satu pengusaha besar di negara ini.


"Apa kau sedang bercanda? Ini benar-benar tidak lucu!"


"Aku tidak bercanda, kau boleh datang kerumah dan bertemu dengan keluargaku kalau tidak percaya!"

__ADS_1


__ADS_2