
Sejak itulah Heru mulai menaruh hati pada Alina. Tapi jarak diantara mereka terlalu lebar. Heru bagaikan punguk merindukan bulan. Jangankan untuk bisa merajut tali asmara, berteman atau sekedar berbicang pun Heru tak punya kesempatan. Baginya Alina hanyalah kekasih di dalam angan-angan, terlalu jauh dan hampir tak teraih.
Heru baru punya kesempatan untuk bertegur sapa dan mengenal kembali Alina, saat mereka sama-sama duduk di bangku kuliah. Heru dan Alina kuliah di kampus dan jurusan yang sama. Jurusan kedokteran di sebuah kampus ternama. Heru menggunakan kesempatan itu untuk mendekati Alina. Heru salah satu mahasiswa yang cukup pintar dan pandai bergaul. Heru juga mengikuti berbagai organisasi di kampus dan punya jawabatan yang cukup di segani di lingkungannya. Tidak sulit bagi Heru untuk menyusun tak tik agar bisa terus berinteraksi dan menjadi dekat dengan Alina. Alshad sebagai Kakak Alina sekaligus sahabat Heru juga tahu bahwa Heru menyukai Alina. Heru semakin percaya diri dan merasa di atas angin. Impiannya untuk bersanding dengan Alina hanya tinggal menunggu waktu. Begitu pikirnya. Sampai akhirnya Heru menyusun sebuah rencana manis untuk menyatakan cintanya pada Alina. Namun ternyata, diluar dugaannya, Alina justru menolaknya dengan tegas.
Ternyata semua kepintaran, kehebatan, dan segala prestasi yang dimiliknya tidak cukup untuk meluluhkan hati Alina. Karena ternyata Alina sudah memiliki seorang kekasih yang amat dicintainya. Seorang pria tampan yang tak lebih hebat darinya tapi berasal dari latar belakang keluarga yang setara dengan Alina.
__ADS_1
Mau tidak mau, Heru harus mundur dan berlapang dada. Merelakan wanita yang dicintainya bersama dengan laki-laki lain. Heru berusaha untuk melupakan Alina dan melanjutkan hidupnya. Tidak, Heru bukanlah lelaki bodoh yang akan berlarut-larut dengan patah hatinya. Heru kembali bangkit, bahkan lebih bersemangat untuk meraih cita-cita dan impian masa depannya. Lagi pula kemudian, kesibukan koas menyita banyak waktunya sampai tak sempat memikirkan hal lain.
Namun yang terjadi kemudian, disaat Heru sudah tak lagi mengharap apapun, keluarga Alina justru datang kepadanya, menagih sebuah hutang budi dengan memintanya menikahi Alina.
Singkat cerita merekapun akhirnya menikah. Heru berusaha tetap memperlakukan Alina dengan baik meski hatinya pernah terluka. Heru menjaga, melindungi, dan memberikan Alina kasih sayang selayaknya suami kepada istrinya. Dan perlahan-lahan cinta pun tumbuh dihati Alina seiring kebaikan dan ketulusan suaminya.
__ADS_1
Pernikahan mereka pun berjalan dengan harmonis, hingga Alina melahirkan bayi yang dikandungnya. Heru tidak keberatan untuk mengakui bayi itu sebagai anaknya. Bahkan di tahun-tahun berikutnya Alina kembali mengandung anak ke dua dan ke tiga. Alina sangat bersyukur dengan hidupnya dan telah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya di masa lalu.
Namun kemudian, badai mulai datang menerpa rumah tangganya. Cinta Heru perlahan mulai pudar. Alina tahu, hati suaminya telah terbagi. Dimulai dari sembunyi-sembunyi, hingga kemudian Heru berani mengakui telah berselingkuh secara terang-terangan. Bahkan Heru kemudian berani memintanya untuk menerima wanita lain untuk menjadi madunya. Heru bahkan tega mencari pembenaran dengan mengungkit dosanya di masa lalu.
Tapi Alina bukanlah wanita yang bodoh dan lemah, Alina akan menempuh segala cara untuk membuat suaminya tetap disisinya dan menjadikannya satu-satunya wanita di dalam rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warrahmah.
__ADS_1