
Adrian sampai dirumah saat malam telah larut dan mendapati Anton sedang tertidur di meja makan.
"Rasakan pembalasanku!", gumam Adrian dengan bangganya.
Lalu kemudian Adrian membangunkan Anton dengan memukul pundaknya.
"Ayo bangun, dasar pemalas! Aku membayar mahal bukan untuk melihatmu tidur dirumahku"
Anton lalu mulai tersadar dan berusaha membuka matanya yang terasa berat. Saat matanya telah terbuka, Anton melihat sekelilingnya dan melihat wajah Tuan Adrian yang terlihat merah karena marah.
"Maaf Tuan, ada apa ya? apa ada yang bisa saya bantu. Maaf saya tertidur karena kelelahan?"
Tanya Anton dengan heran. Anton baru saja bangun dan merasa bingung dengan situasi di depannya.
__ADS_1
"Jangan berlagak bodoh, kamu bahkan belum menyelesaikan tugas yang ku berikan, berani-beraninya malah tidur disini!"
"Ma..maaf tuan, tapi tadi saya sudah mengerjakannya dengan sungguh-sungguh dan hari sudah malam. Tugas yang tuan berikan terlalu banyak, saya rasa saya tidak akan mampu menyelesaikannya hari ini..."
"Kurang ajar! Apakah kau sekarang sudah berani membantahku? Lakukan apa yang kuperintahkan sekarang juga! Dan kau belum boleh tidur sebelum menyelesaikannya!"
"Ba...baik Tuan.."
Perangai Tuan Adrian sangat berbeda dengam saat pertama bertemu. Apakah ini wajah Tuan Adrian yang sebenarnya? Seorang majikan yang kejam dan suka memberikan perintah di luar batas kewajaran. Pemarah dan tidak pernah puas dengan apa yang dikerjakan Anton. Baru hari pertama saja Anton sudah merasa kewalahan. Tapi apa boleh buat. Nasi telah menjadi bubur. Anton sudah terlanjur menerima pekerjaan ini dan sudah tidak bisa mundur lagi. Benar kata Anya, tawaran pekerjaan ini mencurigakan dan berbahaya. Karena tidak jelas dari mana dan bagaimana prosedur kerjanya. Tapi Anton hanya tergiur dengan bayarannya yang besar.
Tiba-tiba Anton merasa merindukan Anya. Padahal baru sehari mereka benar-benar berpisah. Tinggal di rumah ini sangat berbeda rasnya dengan tinggal dirumah Anya. Rumah ini lebih besar dan lebih nyaman. Tapi disini posisinya hanyalah budak yang tidak memiliki hak apapun. Sedang di rumah Anya, Anton bisa merasa seperti tinggal di rumah sendiri. Merasa nyaman dan aman. Bebas melakukan apapun tanpa merasa takut.
Sedang apa Anya sekarang? Apa juga sedang bekerja seperti dirinya? Bekerja di malam hari buta disaat semua orang sedang terlelap? Apakah Anya juga merasa tersiksa dengan pekerjaannya? Pasti. Pasti Anya juga tidak menyukai pekerjaan semacam itu. Anton mencoba menguatkan dirinya. Bagaimanapun dia harus bertahan, sebab ini pekerjaan yang telah diambil dan dipilihnya.
__ADS_1
Rasanya baru sebentar memejamkan mata. Matanya masih berat dan kepalanya pun terasa pusing. Tapi diluar Tuan Adrian sudah menggedor-gedor pintunya.
"Bangun Anton! Ini sudah pagi! Jangan jadi pemalas, pekerjaanmu sudah menunggu!"
Anton pun tak punya pilihan lain, selain bangun dengan tergopoh-gopoh, menghampiri tuannya.
"Maaf tuan, saya masih mengantuk setelah semalaman bekerja. Apa yang harus saya kerjakan tuan?"
"Bersihkan kamar mandi di kamarku dan siapkan air hangat untuk aku mandi, sekarang!"
"Baik Tuan..."
Anton pun segera melangkah menuju kamar Adrian.
__ADS_1