Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 117


__ADS_3

Hari itu Husein datang sendiri untuk menjemput Fara. Setelah melewati beberapa proses, akhirnya Fara bisa benar-benar di bebaskan. Fara tak memiliki keluarga lagi, hanya Husein lah satu-satunya orang yang masih mau datang dan peduli pada Fara, bahkan setelah semua yang dilakukan Fara.


Husein berencana membawa Fara pulang ke apartemen, tapi sebelum itu Husein mengajak Fara untuk makan siang terlebih dahulu di sebuah restoran. Husein memesankan Fara seporsi iga bakar dan es teler. Makanan dan minuman favorite istrinya.


"Selamat kembali menghirup udara bebas, nikmatilah...ini makanan favoritmu bukan?"


"Ya, terimakasih....ini terlihat amat lezat, terutama setelah berhari-hari aku hanya menyantap makanan lapas alakadarnya..."


"Ya semua akan terasa lebih nikmat justru setelah kita merasakan penderitaan..."


Fara kemudian menyantap makanannya dengan begitu lahap. Fara pasti akan mengingatnya seumur hidup, makanan paling lezat yang disantap setelah dirinya keluar dari lapas.

__ADS_1


"Sekarang kita impas bukan?"


Ucap Husein setelah Fara menghabiskan makanannya.


"Apa maksudmu?"


"Dulu...Ayahku tanpa sengaja menabrak mobil keluargamu, hingga mereka semua meninggal dan kamu menjadi yatim piatu...Ayahku memang bersalah karena lalai dalam berkendara, tapi kematian keluargamu sudah menjadi takdir yang tak bisa ditolak...Dan kesalahan kami yang kedua adalah kami membebaskan Ayah, semata-mata karena tidak tega melihat beliau di dalam penjara menjadi sakit-sakitan, kami tahu itu salah, tapi kami hanyalah anak-anak yang terlalu menyayangi dan khawatir pada orang tuanya. Ya...dan bagaimanapun juga, apapun alasannya itu tetap kesalahan...kami kira dengan aku menikahimu, kami berusaha untuk bertanggung jawab atas hidupmu, menebus kesalahan kami...tapi ternyata itu justru membuatmu semakin terluka hingga kamu memutuskan untuk melakukan balas dendam. Tapi ternyata takdir masih berpihak padaku, belum saatnya aku meninggal, maka bagaimanapun kamu coba membunuhku aku tak akan mati sebelum waktu ku tiba....tapi tetap, kau telah melakukan kesalahan besar dengan merencanakan pembunuhan terhadapku...dan kini aku telah menebusmu...seperti yang dulu aku lakukan pada ayahku...jadi aku rasa sekarang kita impas..."


"Maafkan aku...", Ucap Fara kemudian.


"Dan kini kita masih bisa duduk berhadapan, seorang korban yang selamat dengan pembunuhnya yang gagal atau...sebagai suami dan istri? Hahaha"

__ADS_1


Husein tertawa satire, menertawakan nasibnya sendiri. Selama ini Husein berusaha hidup dengan lurus dan sebaik-baiknya. Husein berharap akan menikahi wanita baik-baik dan membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Sebuah impian yang amat sederhana. Tapi sekarang pernikahannya justru sangat rumit.


"Husein, terimakasih banyak telah mengeluarkanku dari penjara...seperti apa yang kamu katakan, sekarang kita sudah impas. Aku telah memaafkanmu dan juga semua keluargamu atas kematian keluargaku...aku harap hubungan kita masih bisa diperbaiki..."


Husein terkejut sampai tersedak mendengar ucapan Fara.


"Apanya yang mau diperbaiki?"


"Hubungan kita...sebagai suami istri...bukankah kau bilang akan bertanggung jawab atas hidupku?"


"Apakah kau sudah gila Fara? Apa kau sedang bermimpi? Bukankah kau sendiri yang merasa tersiksa dan selalu dihantui rasa bersalah pada keluargamu yang telah tiada, karena menikahi putra pembunuh keluargamu? Bukankah kau hanya ingin uangku, lalu pergi bersama pria yang kau cintai, lalu hidup bahagia bersamanya? Tenanglah, tanpa repot-repot membunuhku aku bisa mengabulkan keinginanmu, katakan saja, berapa yang kau minta? Aku akan berikan apapun untuk istriku. Aku selalu berusaha dan akan selalu memberikan yang terbaik untuk istriku. Aku tidak ingin menyesal karena telah menjadi suami yang buruk! Aku akan menjadi suami yang baik hingga kamu akan menyesal seumur hidup karena telah kehilanganku!", ucap Husein dengan nelangsa.

__ADS_1


"Maafkan aku...maafkan aku Husein..tolong jangan tinggalkan aku...aku benar-benar tidak punya siapapun sekarang..."


__ADS_2