Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 110


__ADS_3

Hari demi hari berganti, Fara tahu Husein selalu memperlakukannya dengan baik dan sangat manis. Tapi itu tidak mengubah fakta, bahwa Husein beserta seluruh keluarganya hanya ingin memegang kendali akan dirinya. Mengingat hal itu membuat Fara merasa jijik kepada Husein. Fara tidak ingin disentuh oleh Husein. Dan Fara juga merasa jijik pada dirinya sendiri. Yang telah menggadaikan kematian keluarganya hanya demi sejumlah materi yang fantastis. Bagaimana bisa Fara menandatangani perjanjian busuk itu? Rasanya itu sangat tidak adil. Disaat keluarganya meninggal dengan sangat mengenaskan dan dirinya harus hidup sebatang kara, disisi lain sang tersangka yang enggan menebus kesalahannya di balik jeruji besi, bisa menikmati hidup dengan segala kemewahan tanpa sedikutpun merasa berdosa. Itu sangat tidak adil! Sangat tidak adil!


Tapi apa yang bisa Fara lakukan sekarang? Dirinya hanyalah orang biasa yang tidak memiliki daya apa-apa, sedangkan Husein dan keluarganya bagaikan raksasa dengan segala kekuatan dan kekuasaannya. Apa lagi kini dirinya sudah diikat. Bagaikan seekor burung peliharaan yang dikurung dalam sangkar emas. Tak ada pilihan lain selain terjebak dalam pernikahan licik yang dibencinya.


Tapi kemudian Fara menemukan secercah harapan saat Adrian mulai menghubunginya lagi.


Fara, bagaimana kabarmu? Apakah kau bahagia?


Begitulah bunyi pesan yang dikirimkan Adrian kepadanya.

__ADS_1


Ah, untuk apa lagi Adrian menanyakan kabarnya? Urusan Fara dan Adrian sebenarnya sudah selesai sebelum dia mulai berhubungan dengan Husein. Yah, meski itu hanyalah keputusan sepihak yang keluar dari mulut Fara.


Setelah Fara mulai bisa menerima kepergian keluarganya, orang pertama yang ingin ditemui Fara ketika itu adalah Adrian. Adrian adalah orang yang paling dekat dengannya setelah keluarganya. Adrian adalah kekasihnya selama lima tahun terakhir. Fara bertemu dengan adrian di sebuah restoran. Di sana Fara menanyakan kepastian hubungan mereka. Fara menantang Adrian dengan memberikannya dua pilihan, menikahinya dalam waktu dekat atau mengakhiri hubungan mereka. Tapi Adrian tak bisa memberikannya kepastian yang diinginkan. Adrian bilang belum siap menikah tapi juga tak ingin putus dengannya. Sikap Adrian yang hanya mengulur waktu membuat Fara muak. Fara akhirnya menganggap hubungan mereka telah berakhir. Baru setelah itu Husein mulai mendekati Fara.


Tapi entah mengapa sekarang Fara senang saat Adrian menghubunginya lagi. Apa karena sekarang Fara sedang membutuhkan pelarian?


Fara akhirnya memutuskan untuk membalas pesan itu.


Beberapa saat kemudian pesan Fara kembali mendapat jawaban.

__ADS_1


Bagaimana mungkin kamu menikah begitu saja? Aku sangat merindukanmu? Bisakah kita bertemu?


Fara berfikir sejenak, sebelum kemudian kembali membalas pesan itu.


Baiklah, ayo kita bertemu. Besok pukul sepuluh di restoran nirwana, bagaimana?


Baiklah, sampai jumpa besok di restoran nirwana!


Begitulah akhirnya Fara bertemu dengan mantan kekasihnya lagi, di waktu Husein suaminya sedang bekerja.

__ADS_1


Pernikahannya bersama Husein membuat Fara merasa tertekan. Fara membutuhkan seseorang untuk bercerita dan berbagi tentang masalah yang di alaminya. Dan rasanya Adrian adalah orang yang paling tepat untuk menumpahkan segala keluh kesahnya. Biar bagaimanpun mereka sudah saling mengenal dan sangat dekat dalam lima tahun terakhir. Setidaknya Adrian pasti akan bersimpatik dan berpihak padanya.


Pertama-tama mereka saling menyapa dan bertanya tentang kabar masing-masing. Lalu mulai bercerita tentang hal-hal ringan. Masih seperti dulu, Adrian membuat Fara merasa nyaman berada di dekatnya. Tanpa terasa waktu cepat berlalu. Fara meminta untuk pulang sebab takut suaminya curiga. Namun seolah enggan berpisah, mereka saling mengucap janji untuk bertemu lagi di lain kesempatan. Begitulah kemudian Fara dan Adrian mulai bertemu lagi dan lagi di belakang Husein.


__ADS_2