Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 139


__ADS_3

Malam itu, Fitri keluar lebih awal karena kliennya minta ditemani jalan-jalan keliling kota. Hal itu dimanfaatkan Anya untuk keluar dari rumah tanpa sepengetahuan Fitri. Anya akan keluar untuk mencari tempat tinggal baru. Kali ini Anya memilih pergi ke tempat kos lamanya, saat Anya baru saja tiba di ibu kota dengan modal pas-pasan. Bukan tanpa alasan Anya memilih tempat itu. Selain karena harganya murah, Anya berharap ditempat semacam itu dirinya tidak akan mudah ditemukan.


Sampai disana Anya langsung menjumpai ibu kos yang tinggal di rumah tepat disamping kos itu. Anya teringat masa lalunya, saat dulu dirinya terusir dari kos itu dan terlunta-lunta. Itu adalah masa-masa terkelam dalam hidupnya. Anya menguatkan hatinya dan kembali melangkah, bagaimanapun juga Anya membutuhkan tempat tinggal ini sekarang. Anya mengetuk pintu dan tidak lama berselang seorang wanita paruh baya membukakan pintu untuknya.


Wanita itu memandang Anya dari atas ke bawah, seolah menilai penampilan Anya.


"Ada perlu apa kamu datang lagi kesini?"


Ternyata wanita itu masih mengingat Anya.


"Saya ingin mencari tempat kos, apa di rumah Ibu ada kamar yang kosong..."

__ADS_1


"Ada banyak kamar yang kosong, asal kamu bisa bayar!"


Wanita itu ternyata masih sama seperti dulu.


"Saya akan bayar sekaligus untuk tiga bulan, berapa biayanya?"


Wanita itu menyebut sejumlah nominal. Bagi Anya sekarang tentu hal itu bukanlah masalah. Anya mengeluarkan uang dan memberikannya kepada Ibu kos.


Wanita itu menghitung uang yang diberikan Anya, lalu menjawab.


"Kalau sudah dibayar, tinggal sekarang pun silahkan..."

__ADS_1


"Saya minta kuncinya saja, besok baru saya akan pindah..."


"Baiklah.."


Wanita itu memberikan kunci dan menunjukkan kamar untuk Anya. Setelah semua kesepakatam beres, Anya pun langsung pamit pulang. Anya harus segera mengemasi barang-barang pribadinya dan bersiap untuk pindah.


Anya lalu pulang ke rumah kontrakannya. Waktunya tidak banyak, Anya hanya mengemasi barang-barang pribadinya saja dan memilih meninggalkan semua perabot. Anya memilih pergi diam-diam dan tak akan memberitahu satu orang pun, termasuk Fitri. Anya tahu Husein dan keluarganya pasti akan mencari informasi kepada semua orang, termasuk Fitri. Jadi dengan sangat terpaksa Anya tak ingin meninggalkan jejak apapun.


Anya hanya meninggalkan secarik kertas berisi pesan bahwa dia telah pergi agar Fitri tak perlu menunggunya. Selain itu Anya juga menonaktifkan nomer ponselnya dan mengganti dengan kartu baru tanpa memberi tahu siapapun.


Keesokan harinya, Anya masih bersikap biasa. Anya menunggu saat Fitri tidur lelap di kamarnya, lalu pergi mengendap-endap hanya dengan membawa sebuah ransel besar dan tas tangan.

__ADS_1


Anya merasa sangat lega begitu tiba di kamar kos barunya tanpa diketahui oleh siapapun. Kos baru Anya hanyalah sebuah kamar berukuran 2×3 dengan bangunan lama dan kamar mandi bersama yang ada diluar kamar. Letak rumah kos itu juga berada di lingkungan yang agak kumuh. Tapi itu semua bukanlah masalah. Di tempat itu Anya akan kembali memulai hidupnya dari nol. Tidak ada keluarga, tidak ada saudara, tidak ada teman, tidak ada kekasih dan tak ada seorang pun orang yang dikenalnya. Rencananya dalam satu atau dua bulan ke depan Anya hanya akan menenangkan diri disana tanpa berniat mencari pekerjaan. Setidaknya sampai gosip-gosip itu mereda. Anya punya cukup banyak tabungan saat ini. Uang itu bahkan mungkin cukup untuk hidup dua tahun ke depan, bahkan lebih kalau Anya mampu berhemat. Uang yang dulu rencananya dikumpulkannya untuk menebus dirinya sendiri kepada tante Bella. Tapi sekarang Anya akan menggunakan uang itu untuk bertahan hidup sampai kembali bekerja. Jika sudah mendapatkan pekerjaan lagi, mungkin Anya akan menyumbangkan saja uang itu agar hartanya kembali bersih.


__ADS_2