Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 126


__ADS_3

Dulu, ketika remaja, Husein pernah jatuh cinta pada seorang gadis. Cinta pertama yang masih tulus dan murni. Pikiran polosnya saat itu membuat Husein bermimpi bahwa cinta itu akan bertahan selamanya. Husein begitu mencintai gadis itu dan memperlakukannya selayaknya seorang putri, memberikan banyak hadiah, memberi perhatian, dan melakukan apapun yang gadis itu inginkan. Mereka berpacaran selayaknya remaja pada umumnya, tapi perasaannya begitu dalam. Husein berfikir bahwa gadis itu mencintainya sama besar, tapi ternyata tidak. Alice, nama gadis itu, ternyata hanya memanfaatkannya saja. Suatu hari Husein melihat Alice berselingkuh dengan Leon, sahabatnya sendiri. Husein melihat Alice dan Leon sedang memakan coklat pemberiannya sambil mengobrol dan tertawa.


"Enak banget Lice coklatnya...", kata Leon sambil menggigit coklat mahal pemberiannya pada Alice.


"Kamu suka sayang? Kalau suka aku bisa minta lagi, besok kita makan lagi sama-sama..."


"Hmm, boleh, apa nggak papa kamu manfaatin dia terus seperti ini?"

__ADS_1


"Ya nggak papa, dia kan orang kaya, semuanya ada...beda sama kita yang apa-apa serba susah..."


"Kaya tapi bodoh ya Lice, mau-mau aja kamu porotin begitu..."


"Itu akunya aja yang pinter, pinter ngambil hati orang kaya...hidup mereka mah enak nggak pake mikir, beda sama kita, jadi apa salahnya kalau kita minta sedikit, toh nggak bakalan bikin dia jadi miskin..."


Husein menatap mereka dengan pandangan jijik. Husein menghampiri mereka lalu melempar boneka dan coklat mahal yang semula akan dihadiahkannya pada Alice.

__ADS_1


"Ambilah semua, apalagi yang kalian inginkan dariku? Aku akan memberikan semuanya, jangan khawatir!"


Leon dan Alice terkejut dan terlihat panik karena sandiwaranya ketahuan, tapi bukannya meminta maaf, Leon malah menjawab Husein.


"Ya beginilah kami orang-orang miskin yang hanya menginginkan uangmu, untuk apa kamu repot-repot bergaul dengan kami? Bergaulah dengan orang yang setara denganmu!"


Dan Husein benar-benar melakukan itu. Husein melupakan Alice dan Leon, menganggap tak pernah mengenal mereka. Tidak masalah, masih banyak orang yang mau dekat dan berteman dengannya. Apalagi gadis-gadis yang berlomba mendekatinya. Hidupnya akan baik-baik saja meski tanpa Leon dan Alice. Meskipun dalam hati Husein mulai ragu dan berfikir, sebenarnya berapa banyak orang yang tulus kepadanya? Apa semua orang yang berada disisinya hanya melihat uang dan kekuasaan yang dimiliki keluarganya? Memikirkan hal itu membuat Husein menjadi sedih dan merasa tak berguna. Husein mulai mudah curiga dan tidak percaya pada siapapun. Apalagi yang namanya cinta. Husein tak percaya dan tak peduli pada cinta. Karena para gadis-gadis pastilah hanya melihat latar belakang keluarganya bukan melihat dirinya. Dan Husein tidak ingin kecewa.

__ADS_1


Sebagai gantinya, Husein memilih fokus untuk belajar dan mengejar impiannya. Husein ingin membuktikan bahwa dirinya memang memiliki kualitas dan kemampuan. Bukan sekedar jadi benalu yang terus-menerus bergantung pada keluarganya. Husein berhasil lulus dengan nilai terbaik di SMU terbaik di kota itu. Meski begitu, Husein kemudian harus menekan egonya. Husein suka pada sains dan ingin jadi ilmuwan. Tapi hal itu terdengar sangat kuno dan tak masuk akal. Husein harus menuruti keinginan keluarganya untuk mengbil jurusan ekonomi dan bisnis, sambil mulai mempelajari seluk beluk perusahaan yang kelak akan di kelolanya.


__ADS_2