
Pada hari-hari berikutnya, Fara semakin pandai mencuri-curi waktu untuk bertemu Adrian. Fara merasa hampa dan kesepian dengan pernikahannya. Dan Adrian adalah satu-satunya teman yang Fara punya dan selalu ada untuknya. Di saat Husein pergi bekerja adalah waktu yang paling tepat untuk bertemu dengan Adrian. Adrian pasti takkan curiga. Dirumah tidak ada orang yang mengawasi Faram Asisten rumah tangga hanya akan datang sebentar, membersihkan apartemen, lalu kembali pergi. Fara yang meminta seperti iti dengan alasan privasi. Tapi kini Fara memanfaatkannya untuk pergi dari rumah. Jika Husein melihat CCTV dan bertanya, Fara bisa bilang kalau dirinya pergi ke salon atau berbelanja. Tapi untunglah Husein tidak pernah bertanya.
"Jadi kau meninggalkanku demi menikah dengan pria kaya raya itu?", tanya Adrian dengan nada bercanda di pertemuan pertama mereka.
Tapi tetap saja, Fara merasa bersalah.
"Bukan begitu, aku ingin kepastian, tapi kau tak kunjung memberikannya....Dan kemudian dia mendekatiku dan langsung melamarku.."
"Jadi apa sekarang kau masih mencintaiku?"
Fara tertunduk, entah mengapa pertanyaan itu membuatnya takut.
"Lupakan saja, tidak perlu dijawab kalau kau merasa kurang nyaman..."
Fara tiba-tiba takut Adrian pergi meninggalkannya.
__ADS_1
"Tentu saja aku masih mencintaimu, lima tahun kita bersama....mana mungkin aku melupakanmu begitu saja?"
Setelah mengucap itu, Fara merasa malu.
"Aku juga masih sangat mencintaimu Fara, maafkan aku...bukannya aku tak ingin memberimu kepastian, tapi saat itu karirku pun belum terlalu baik, jadi aku merasa belum pantas untuk meminangmu. Dan sekarang aku menyesal, kamu telah menjadi milik orang lain..."
Adrian menggenggam tangan Fara dan menatap Fara dengan lembut.
"Kamu bisa percaya padaku, ceritakan semua masalahmu, aku akan mendengarkanmu dan aku akan selalu ada untukmu, tak peduli meskipun statusmu kini sudah jadi miliknya, aku percaya hatimu masih untukku...."
Dirumah, meskipun Husein selalu bersikap baik, tapi lelaki itu jarang mengatakan kata-kata mesra dan romantis. Hubungan mereka terasa hambar dan kaku. Apa itu karena Fara masih enggan untuk memberikan haknya? Entahlah.
Kepada Adrian, Fara kemudian mulai bercerita tentang masalah rumah tangganya. Fara mengungkapkan kekecewaan dan sakit hatinya dengan bebasnya Harun. Juga rasa bersalah Fara pada keluarganya yang telah tiada. Fara merasa dipermainkan, hingga harus terjebak dalam pernikahan bersama Husein. Juga tentang surat perjanjian yang ditandanganinya saat Fara tidak sepenuhnya sadar. Dari cerita Fara Adrian akhirnya tahu, jika pernikahan yang dijalani Fara amatlah rapuh. Dengan mulut manisnya, Adrian memberikan penghiburan pada Fara.
"Jahat sekali mereka padamu sayang? Bagaimana mungkin dia menikahimu dengan alasan itu?"
__ADS_1
Dan kata-kata hasutan Adrian membuat Fara semakin membenci Husein.
"Kamu tidak boleh diam saja diperlakukan seperti itu, kamu harus membalas dendam dan memberikan pelajaran pada mereka! Ini demi dirimu dan demi kekuargamu yang telah tiada..."
"Balas dendam? Bagaimana caranya aku bisa membalas dendam? Aku hanya orang biasa yang tidak punya apa-apa, sedangkan mereka sangat berkuasa!"
"Pertama-tama kau bisa menghancurkan hargi diri Husein sebagai seorang suami..."
"Maksudmu?"
"Bukankah kau juga masih mencintaiku? Dan aku juga masih sangat mencintaimu? Mari kita melakukannya..."
"Melakukan apa?"
Adrian lalu mencium Fara dengan tiba-tiba.
__ADS_1
"Melakukan apapun yang bisa dilakukan sebagai sepasang kekasih..."