
Adrian terpekur di dalam jeruji besi. Seolah tak ada hal lain yang bisa dilakukannya selain meratapi nasib. Ya, dirinya kini telah hancur sehancur-hancurnya, tak ada lagi harapan tersisa. Dan yang membuat Adrian semakin muak, dengan mudahnya Fara bisa keluar tanpa memperdulikan dirinya. Dasar wanita licik sialan! Guna-guna macam apa yang digunakan wanita itu untuk merayu suami bodohnya? Bagaimana mungkin setelah apa yang mereka perbuat, lelaki bodoh itu bisa memaafkan Fara? Benar-benar tidak masuk akal! Adrian benci sekali pada Fara. Dasar wanita tidak berguna! Hanya membawa sial saja! Makinya terus di dalam hati.
Adrian merasa menjadi orang paling sial dan menyedihkan. Pada akhirnya hanya dia sendiri yang harus mendekam dalam penjara dan tak ada seorang pun yang peduli padanya.
__ADS_1
Apakah Adrian pernah mencintai Fara? Entahlah. Rasanya cinta adalah hal yang tabu di dalam hidupnya. Sejak kecil Adrian sering mendengar pertengkaran-pertengkaran di antara Ayah dan Ibunya, sejak itu pula Adrian menganggap bahwa cinta hanyalah omong kosong belaka. Kata-kata pemanis untuk menutupi hawa nafsu dan keserakahan manusia.
Adrian ingin memiliki Fara sebagai kekasihnya karena ambisinya. Ambisi untuk membuktikan bahwa dia lebih baik dan bisa menang dari kakaknya. Dalam perjalanannya merajut hubungan bersama Fara, ternyata Adrian merasa nyaman. Bersama Fara, Adrian merasa memiliki teman untuk berbagi dan menghabiskan waktu bersama. Hal yang tidak pernah dia dapatkan dari keluarganya. Apalagi keluarga Fara memperlakukannya dengan sangat baik, penuh perhatian dan kasih sayang bagaikan anak sendiri. Hal itulah yang membuat dirinya betah menjalin hubungan dalam waktu yang lama bersama Fara.
__ADS_1
Tapi kemudian, saat kecelakaan menimpa keluarga Fara, banyak hal berubah dalam hubungan mereka. Fara yang kehilangan sosok keluarganya, menjadi lebih bergantung dan manja kepadanya. Lalu kemudian Fara mulai menuntut hubungan ke jenjang yang lebih serius. Tentu saja Adrian yang merasa belum siap, langsung menolak permintaan Fara. Sebab bagi Adrian tak ada dalam rencananya untuk menikah dengan siapapun. Menikah hanya akan merepotkan dan menambah beban hidupnya. Apalagi jika mengingat pernikahan kedua orang tuanya yang berakhir menyedihkan.
Adrian terus bekerja dan bekerja, tapi Adrian tidak merasa puas dengan hasilnya. Adrian merasa hidupnya begitu-begitu saja, sementara Adrian melihat bisnis kedua kakaknya semakin maju dan berkembang pesat. Timbulah rasa iri di hatinya dan Adrian mulai mencari cara untuk membuktikan kalau suatu saat nanti dirinya bisa lebih sukses dari kakaknya.
__ADS_1
Dan Adrian kembali melihat celah itu pada diri Fara. Adrian tahu keluarga suami Fara adalah konglomerat dan pengusaha besar. Karena itu Adrian mulai mencoba peruntungannya dengan menggoda Fara. Gayung pun bersambut saat Fara dengan bodohnya menceritakan aib rumah tangganya. Memanfaatkan rasa dendam Fara kepada keluarga suaminya, Adrian lalu menyusun rencana untuk mendapatkan harta Husein bersama Fara. Seperti boneka wayang, dengan sedikit bujukan saja, mudahnya Fara setuju untuk menjalankan rencananya.
Semua berjalan lancar seperti yang direncanakannya. Tinggal satu langkah lagi Adrian akan menikmati hasil dari jerih payahnya. Tapi tepat sebelum itu tercapai, tiba-tiba polisi menangkapnya. Hancurlah semua rencana indahnya dan hancur pula hidupnya.
__ADS_1