Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 140


__ADS_3

Husein terus mencari dan mencari. Ke semua tempat yang mungkin didatangi Anya. Husein juga sudah bertanya ke semua orang yang mungkin di kenal Anya. Tapi tak ada satupun petunjuk yang didapatnya tentang keberadaan Anya. Husein benar-benar khawatir akan keadaan Anya. Bagaimana kalau ada sesuatu hal yang buruk menimpa Anya? Husein pasti tak akan memaafkan dirinya sendiri.


"Tenangkan dirimu dan tidurlah, kamu butuh istirahat agar punya energi untuk mencarinya!"


Tegur Hasan saat melihat saudara kembarnya berdiri mondar-mandir dengan penampilan sangat berantakan.


"Bagaimana bisa tenang kalau aku tidak tahu kabar Anya? Apalagi ini semua adalah kesalahanku..."


keluh Husein dengan putus asa.


"Masalah itu harus diselesaikan dengan otak, bukan dengan perasaan. Berfikirlah realistis! Aku sudah menyuruh orang kita untuk menyelidiki dan memantau semua pergetakan Fara. Bisa kupastikan dia tidak mengusik Anya, jadi menurutku Anya pergi atas kemauannya sendiri dan kalau begitu kemungkinan Anya akan baik-baik saja tapi sedang tidak mau diganggu, mungkin Anya juga butuh waktu untuk menenangkan diri ..."

__ADS_1


"Tapi tetap saja, dia sekarang pasti sangat membenciku karena aku telah menyeretnya ke dalam masalah peribadiku dan membuatnya dihujat separah itu...itulah sebabnya dulu aku ingin menyelesaikan masalahku dengan Fara dulu, sebelum menemuinya, tapi kau malah membawanya ke kantor dan jadi begini!"


"Jadi sekarang kau malah menyalahkan aku? Tahukah kamu aku bahkan menghabiskan separuh energiku untuk mengurus masalahmu, tapi seperti inikah balasanmu?"


"Aku tidak menyuruhmu mengurusi masalahku, jadi berhentilah ikut campur dan biarkan aku mengurus hidupku sendiri!"


"Membiarkanmu mengurus hidupmu sendiri hingga terperangkap oleh sihir nenek lampir lagi, begitu maksudmu?"


"Sudahlah, aku minta maaf, aku yang salah, mari kita beristirahat dan pikirkan lagi masalah ini besok..."


"Ya, baiklah..."

__ADS_1


Mereka lalu masuk ke kamar masing-masing, mandi, lalu kemudian bersiap untuk tidur. Menjelang tidur Husein masih tetap memikirkan Anya.


Anya, dimana kamu? Tolong jangan tinggalkan aku...


Keesokan harinya, Husein masih tetap berusaha mencari Anya dengan menyuruh orang-orang kepercayaannya. Disisi lain Husein akhirnya menuruti nasehat Hasan untuk fokus menyelesaikan urusannya dengan Fara.


Husein bersama pengacara yang disewanya memberikan bukti-bukti perselingkuhan yang dilakukan Fara, juga fakta bahwa Fara telah merencanakan pembunuhan atas dirinya. Hal itu dilakukan semata untuk mempercepat proses cerai, juga karena Fara lebih dulu memulai perang dengan menuduh Husein berselingkuh dengan membawa foto-foto dirinya saat sedang bersama Anya.


Disisi lain, sebagai laki-laki, Husein tetap akan menepati janjinya untuk memberikan apartement dan memberikan sejumlah tunjangan.


Untuk membersihkan nama baik Anya, Husein menyuruh pengacaranya untuk menjelaskan kepada publik tentang kejadian sebenarnya. Bagaimana Fara memang benar tersangka di balik pembunuhan Husein yang gagal, bahwa secara agama Husein telah menalak Fara dan mereka bukan lagi suami istri. Juga posisi Anya sebagai asisten pribadi yang wajar sering terlihat bersama Husein. Apalagi sejauh ini foto-foto kebersamaan antara Husein dan Anya yang beredar masih dalam pose yang wajar.

__ADS_1


Dan seperti yang di katakan Hasan, Fara hanya sedang menggali kuburannya sendiri. Seketika publik dan para netizen berbalik menyerang Fara dengan komentar yang tak kalah pedas.


__ADS_2