Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 53


__ADS_3

Fara sudah sangat penasaran dengan rencana yang dijalankan kekasihnya, Adrian. Adrian hanya bilang padanya, jika rencananya berjalan dengan sangat lancar dan tidak ada sedikitpun halangan. Tapi tetap saja Fara merasa penasaran dan ingin mendengar ceritanya langsung dari Adrian. Rencananya mereka akan bertemu saat jam makan siang untuk membicarakan hal itu, tapi entah mengapa Adrian malah membatalkan janjinya secara tiba-tiba. Fara merasa kesal, tapi tidak bisa berbuat banyak sebab Adrian beralasan jika dirinya sedang merasa tak enak badan. Maka sore itu, akhirnya Fara memutuskan untuk menjenguk Adrian di rumahnya. Sudah lama sekali rasanya Fara tak lagi berkunjung ke rumah Adrian. Terakhir kali adalah saat mereka masih merencanakan pembunuhan. Dan setelah kecelakaan itu terjadi, Fara menjadi sibuk untuk memamerkan kesedihannya di depan media.


Sore itu Fara datang tanpa sempat memberi kabar pada Adrian. Jika benar Adrian merasa sakit, pasti dia sudah pulang dan berada dirumahnya. Tapi entah mengapa, berkali-kali menekan bel di depan pintu, tapi tak kunjung ada orang yang membukakan pintu untuknya. Fara merasa kesal dan lelah, tapi kemudian Fara ingat kalau dia masih menyimpan kunci rumah Adrian. Dan akhirnya membuka sendiri pintu rumah Adrian dan langsung menerobos masuk ke dalam. Betapa terkejutnya Fara saat melihat Husein, dengan wajah pucat dan berkeringat sedang membersihkan langit-langit dengan sapu yang panjang. Husein memang nampak berubah. Saat menemukan Husein pertama kali di gerai pakaian, Fara juga melihat badan Husein lebih kurus tapi wajahnya masih cerah dan bahkan terlihat bersinar. Tapi sekarang wajah Husein yang ada didepan matanya terlihat lesu, kuyu, dan sangat lelah dengan mata yang cekung, terlihat amat kelelahan dan mungkin kurang tidur.


"Anton, namanya Anton!"


Tiba-tiba Adrian keluar dan berbicara dengan suara menggelegar.


"Perkenalkan, dia adalah Anton, pelayan baruku, mulai sekarang kamu bisa memanggilnya Anton, mengerti?", tegas Adrian sambil mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Oh...baiklah, salam kenal Anton, semoga kamu betah bekerja disini..."


"Tentu saja dia akan betah bekerja denganku, karena aku akan memperlakukannya dengan sangat baik, benar begitu, Anton?"


"Be..benar Tuan, saya sangat suka tinggal dan bekerja disini..",


Jawab Anton dengan wajah terpaksa.


"Adrian, aku ingin bicara berdua denganmu.."ucap Fara akhirnya.

__ADS_1


Adrian pun kemudian mengajak Fara ke ruang kerjanya.


"Ada apa? Kupikir kau datang kemari untuk menjengukku yang sedang tak enak badan? Apa aku terlalu besar kepala dan salah menafsirkan perhatianmu. Karena aku lihat tadi, kau lebih menaruh perhatian pada suamimu?" Adrian berucap dengan nada sinis penuh sindiran.


"Apa maksudmu bicara begitu? Aku yang seharusnya bertanya padamu, apa yang kau lakukan pada Husein, hingga dia jadi seperti itu?"


"Seperti itu? Seperti apa maksudmu?"


"Jangan pura-pura bodoh! Dia terlihat pucat dan sangat lelah, apa yang sudah kamu lakukan padanya?"

__ADS_1


"Kenapa memangnya? Bukankah sudah sewajarnya jika tugas seorang pelayan adalah menuruti perintah majikannya?"


Fara tahu Adrian sedang mencoba menguji kesabarannya, tapi Fara juga tak akan terjebak begitu saja dengan permainan Adrian.


__ADS_2