Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 56


__ADS_3

Adrian menatap tajam pada tubuh lelaki yang terkulai lemah dilantai, lalu pandangannya beralih pada Fara yang masih berdiri mematung dengan tatapan cemas.


"Cuih, jadi benar kau masih menyimpan rasa untuknya? Apa tadi katamu? Sayang? Sejak kapan kau mulai menyayanginya? Sejak dulu? Atau sejak kau menyesal telah membunuhnya?"


Tubuh Fara gemetar. Fara baru sadar akan kesalahan besar yang baru saja diucapkannya. Tapi sekarang dia benar-benar khawatir akan keadaan Husein.


"Toni, tolong bantu bawa dia ke rumah sakit!", ucap Fara kepada pembantu di rumah Adrian.


"Jangan! Apakah kau sudah gila? Aku mati-matian menyembunyikannya di dalam rumahku, agar dia tidak sembarangan berkeliaran di tempat umum. Bisa gawat jika ada keluarga ataupun kerabat yang mengenalinya?"


"Tapi dia pingsan dan wajahnya terlihat sangat pucat Adrian!"


"Apakah kau sekhawatir itu dengan keadaannya? Apakah kau sekarang sudah berubah jadi istri yang baik?"


Fara menggeleng dengan putus asa. Dia sendiri tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. Bagaimana bisa dia mendadak jadi mengkhawatirkan Husein. Suami yang pernah coba dibunuhnya. Entah mengapa melihat keadaan Husein yang terlihat lemah membuat Fara merasa kasihan. Yah, pasti hanyalah rasa kasihan. Tidak mungkin lebih dari itu. Elak Fara dalam hati.


"Tapi Adrian, bagaimana jika dia meninggal disini, bagaimana jika dia meninggal di rumahmu? Bukankah itu akan semakin gawat? Dan jika kamu terbukti menyembunyikan mayat dirumahmu itu akan jadi masalah yang sangat besar Adrian?"

__ADS_1


"Hey Fara, ada apa denganmu? Kenapa pikiranmu berlebihan sekali? Dia hanya pingsan bukan kritis atau pun koma, lagi pula aku sama sekali belum melakukan apapun padanya hanya menyuruhnya bekerja. Ya meskipun pekerjaannya agak berat sih. Paling dia hanya kurang tidur dan kelelahan, itu saja..."


"Kurang tidur dan kelelahan juga berbahaya, apa kamu tidak pernah mendengar ada orang yang mati memdadak karena terlalu lelah?"


"Sudahlah, aku jadi tambah pusing mendengar omelanmu. Begini saja, kita baringkan dulu dia di kamarnya, biarkan dia beristirahat dulu...nanti malam jika dia belum siuman kita panggil Dokter Niken kemari, bagaimana?"


Dokter Niken adalah dokter langganan Fara. Sekaligus dokter yang diajak mereka bekerja sama untuk melancarkan sandiwara. Dokter Nikenlah yang mengkonfirmasi kehamilan palsu Fara yang digunakannya untuk menarik simpatik keluarga Husein dan juga publik.


"Baiklah...", kata Fara menyerah.


Akhirnya mereka sepakat. Toni dengan dibantu Adrian mengangkat tubuh Husein ke kamarnya. Lalu Fara dengan telaten memijat-mijat dan mengoleskan minyak kayu putih di tubuh Husein. Lalu Fara terus menungguinya karena sangat khawatir dengan keadaan Husein. Dan tanpa sadar Fara justru tertidur disana karena kelelahan.


"Bagaimana, apa kita panggil Dokter Niken sekarang?"


"Apa dia benar-benar pingsan? Atau jangan-jangan malah tidur?", kata Adrian setengah meledek.


"Jangan menyepelekan, bagaimana kalau kita terlambat menolongnya?"

__ADS_1


"Baiklah-baiklah, aku sedang malas berdebat denganmu Fara, kalau begitu kamu saja yang menelpin Dokter Niken."


"Baik, aku yang akan menelponnya.."


Tapi baru saja Fara mengambil ponselnya, ternyata Husein sudah membuka mata.


Fara segera menghampiri Husein dan memberikan air minum padanya.


"Apa aku bilang, dia pasti akan baik-baik saja..."


Kata Adrian sambil meninggalkan kamar Husein. Akhirnya semua kembali bisa bernafas lega.


Karena sudah malam, Adrian meminta Fara untuk menginap dirumahnya.


Fara setuju saja, karena diam-diam, Fara ingin melihat bagaimana Adrian memperlakukan Husein.


Tapi ternyata ada masalah yang lebih besar di depan mata.

__ADS_1


Keesokan harinya suara bel beberapa kali berbunyi. Siapa lagi yang datang bertamu pagi-pagi begini?


Dan saat membukakan pintu, Adrian melihat Hasan datang bersama beberapa polisi.


__ADS_2