Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 99


__ADS_3

Fara sangat shock dengan kecelakaan yang baru saja menimpa dirinya dan keluarganya. Baru saja Fara akan merayakan moment kebahagiannya bersama keluarga, tapi tiba-tiba peristiwa kecelakaan itu menghancurkan semuanya. Bagaikan di lambungkan ke puncak tertinggi lalu dijatuhkan sejatuh-jatuhnya. Begitulah perasan Fara saat itu. Berkali kali Fara jatuh pingsan karena tak kuat menerima kenyataan yang ada. Saat sadar, Fara hanya akan menangis dan menangis. Menyesali peristiwa tragis yang menimpa keluarganya tapi Fara tak bisa berbuat apa-apa.


Fara menolak untuk makan dan minum. Semangat hidupnya seakan padam seketika, berganti dengan kesedihan yang sepertinya akan membayangi seluruh sisa hidupnya. Bagaimana dia bisa bertahan hidup tanpa keluarganya? Kemana dia harus pulang? Dan kepada siapa Fara akan bersandar nanti? Berjuta kesedihan dan kekhawatiran terus membayangi benak Fara.


"Makanlah Nona, makanlah walau hanya sedikit, Anda harus sehat. Kakak Anda masih hidup dan sedang membutuhkan Anda untuk menemani dan mendoakannya...", bujuk seorang pria sambil duduk di samping Fara.

__ADS_1


Fara lalu menurut, menggigit rotinya perlahan lahan lalu meminum susu kotak yang disodorkan pria disampingnya.


"Terimakasih...", ucap Fara dengan suara yang lemah.


Fara lalu berjalan menuju ruang ICU dimana Fachri sedang dirawat. Hanya diwaktu-waktu tertentu saja, keluarga pasien diizinkan masuk untuk membesuk pasien di ruang ICU. Hasan memberi tahunya jika saatnya Fachri boleh di jenguk. Fara tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu kakaknya karena tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Fara terus mengajak Fachri bicara dan bicara meski Fachri tidak merespon ucapannya. Fara berharap sedikit kata-kata semangat darinya bisa merangsang kakaknya agar segera sadar meski Fara sendiri sedang putus asa. Setelah puas mengajak kakaknya mengobrol satu arah. Fara lalu membacakan rangkaian surat-surat pendek dan doa-doa yang ditujukan untuk kesembuhan kakaknya. Setidaknya setelah melakukan ritual itu Fara merasa hatinya sedikit tenang.

__ADS_1


Saat jam kunjungan berakhir, baru Fara akan keluar ruang perawatan. Tapi Fara akan tetap berada di lingkungan rumah sakit agar bisa terus memantau perkembangan Fachri. Fara hanya pulang sekali saja untuk mengambil dan membawa barang-barang pribadinya kerumah sakit. Fara tidak suka berada di rumah sendirian. Karena suasana rumahnya yang sepi terasa mencekam dan selalu mengingatkan Fara pada detik-detik kecelakaan tragis yang telah merenggut semua kebahagiannya.


Fara masih tetap bertahan dan terus menyemangati dirinya sendiri, meskipun Fara merasa amat sedih dan lelah. Itu semua dilakukannya demi Fachri, kakak lelaki yang selalu melindunginya. Fara ingin terus berada di samping Fachri, menggenggam tangannya, memberi kekuatan dengan segala asa yang tersisa. Fara ingin jadi orang pertama yang dilihat kakaknya, saat Fachri membuka matanya nanti.


Tapi semua harapan itu sirna seketika saat akhirnya alat penunjang yang terpasang di tubuh Fachri berhenti mendeteksi detak jantungnya. Fachri telah berpulang dengan tenang ke sisi Rabb-Nya, meninggalkan Fara yang harus sebatang kara mengarungi kehidupan di dunia yang fana.

__ADS_1


__ADS_2