
Seperti yang dijanjikan, hari ini Anya akan mulai bekerja dengan dijemput sopir suruhan Hasan. Bukan, Anya belum bisa dikatakan bekerja, yang dilakukannya mulai hari ini adalah belajar dan berlatih untuk bisa bekerja nantinya. Sebenarnya dulu saat di bangku SMA, Anya termasuk siswi yang cukup cerdas. Mengoprasikan komputer juga sudah menjadi hal biasa bagi Anya. Tapi karena sudah lama sekali tidak bersinggungan dengan pekerjaan semacam itu membuat Anya harus kembali belajar dari awal. Dengan sabar dan telaten, Rayhan mulai mengajari Anya satu demi satu pekerjaan pokok yang harus dilakukan Anya nantinya. Mulai dari mengatur jadwal dan janji temu si bos, mempelajari dan mengatur dokumen-dokumen, menyiapkan presentasi, memeriksa email, hingga mempersiapkan keperluan pribadi bosnya. Anya sangat antusias dan belajar dengan cepat. Anya ingin bisa bekerja secara profesional dan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Hasan, meskipun Anya tahu Hasan punya motif lain untuk mempekerjakannya.
"Anda belajar dengan cepat Nona, saya yakin anda akan segera menguasi pekerjaan Anda, mungkin hanya akan membutuhkan sedikit waktu untuk penyesuaian dan itu adalah hal yang biasa dalam bekerja, jadi bersemangatlah!"
"Terimakasih banyak, kamulah yang pintar mengajariku, padahal aku sangat payah dalam pekerjaan semacam ini..."
"Bersiaplah Nona, tiga hari lagi Bos akan kembali masuk ke kantor..."
"Hah, kenapa cepat sekali? Aku bahkan belum bisa apa-apa!"
"Jangan khawatir, masalah pekerjaan saya juga masih ada disini untuk membantu Nona. Yang penting Nona selalu datang setiap hari pada jam kerja, sesuai perintah Tuan Hasan..."
__ADS_1
"Baiklah, aku mengerti..."
"Boleh aku tanya sesuatu?"
"Tentu saja Nona, silahkan bertanya?"
"Bagaimana kondisi Bos sebenarnya? Kenapa Hasan bilang Husein mengalami tekanan psilologis yang cukup berat?"
"Baiklah, terimakasih banyak..."
Entah mengapa, berfikir akan bertemu dengan Husein membuat nyali Anya ciut. Kemarin Anya memang reflek menyetujui permintaan Hasan karena khawatir pada Husein. Tapi sekarang Anya merasa takut. Apakah dirinya benar-benar oantas bekerja diperusahaan sebesar ini? Dan bagaimana jika Husein justru merasa terganggu dengan kehadirannya disini?
__ADS_1
Tapi Anya sudah tidak bisa mundur lagi. Satu-satunya hal yang bisa dilakukannya adalah belajar dan berlatih sebaik mungkin agar dirinya benar-benar pantas dan bisa bekerja secara profesional.
Sementara di tempat lain, Husein sedang membuka-buka email yang berisi laporan perusahaan. Sudah lama sekali Husein tidak melakukan hal ini sehingga Husein membutuhkan waktu dan konsentrasi lebih untuk mencerna semuanya. Husein belum datang ke kantor, karena kemarin Ayahnya minta di temani selama mengambil cuti. Tiga hari Ayahnya sengaja mengambil cuti dan Ayahnya bilang ingin menghabiskan waktu dengannya sebelum Husein kembali bekerja. Husein tidak bisa menolak permintaan itu. Selama tiga hari mereka menghabiskan waktu bersama, makan di luar, memancing, membeli aneka tanaman hias, lalu berkebun bersama. Semua kegiatan itu membuat Husein merasa lebih dekat dengan Ayahnya. Sebenarnya Husein ingin menanyakan sesuatu tapi entah mengapa selalu tertahan. Sampai kemudian waktunya habis dan Husein sudah harus berangkat ke kantor. Ah, masih banyak waktu. Mungkin Husein bisa menanyakan hal itu nanti.
Dan hari itu Husein benar-benar kembali ke kantor. Kantor yang sudah sangat dirindukannya, sebab dulu bahkan Husein lebih banyak menghabiskan waktunya disana daripada di rumah. Mungkin inilah hikmah di balik kecelakaan yang menimpanya, bahwa mereka akhirnya bisa meluangkan waktu lebih banyak sebagai keluarga daripada selalu mementingkan pekerjaan.
Husein berangkat ke kantor dengan diantarkan sopir. Sepertinya semua orang di kantor sudah tahu tentang kedatangannya hingga mereka menyambut Husein dengan begitu hangat. Para karyawan berbaris di sepanjang koridor menuju ke ruangannya, mereka menunduk dan tersenyum sambil merentangkan poster bertuiskan selamat datang kembali untuk Husein. Husein sangat senang dan menyalami semua karyawannya satu-persatu. Sampai kemudian di barisan paling ujung Husei. Mendapati seorang wanita yang telah lama dirindukannya.
"Anya?"
Gadis itu menunduk dan mundur, menyembunyikan tubuh kecilnya di balik kerumunan karyawan lainnya.
__ADS_1