Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 60


__ADS_3

Berkali-kali Anya sengaja melewati jalan di depan sebuah rumah bertingkat dua, yang diyakini sebagai rumah majikan baru Anton. Tapi hingga berhari-hari Anya melakukannya, tidak sekalipun Anya melihat sosok Anton disana meski hanya sekelebat bayangan. Anya pun menjadi khawatir dan curiga. Anya merasa ada yang tidak beres dengan pekerjaan baru Anton. Lagi pula, setiap hari ponsel Anton juga tidak bisa dihubungi. Anya bingung, bagaimana lagi cara yang harus dia lakukan untuk mencari tahu keberadaan Anton. Tapi Anya sadar dirinya bukan siapa-siapa dan tidak bisa melakukan apa-apa. Tidak mungkin juga dirinya lancang menerobos masuk ke rumah orang tanpa alasan yang jelas. Jadi yang bisa dilakukan Anya hanyalah pasrah sambil terus berusaha melewari rumah itu setiap harinya. Sampai kapan? Entahlah. Tapi diam-diam Anya selalu menunggu waktu yang dijanjikan Anton untuk bertemu. Di awal bulan, meski waktu itu rasanya terlalu lama. Tapi Anya benar-benar berharap Anton akan datang dalam keadaan sehat dan selamat.


Hari itu adalah hari-hari biasa, dimana Anya hanya menghabiskan waktunya seorang diri dirumahnya. Kesendirian sudah menjadi hidupnya dan kesepian sudah menjadi teman akrabnya. Anya sudah menerima itu semua sebagai takdirnya. Tapi siang itu, tidak biasa ada tamu yang datang mengetuk pintunya. Dan betapa terkejutnya Anya saat melihat sosok yang selama ini dicari dan dirindukannya, sedang berdiri tepat di depannya begitu dia membuka pintu. Tapi ini bukan hanya satu, bahkan dua orang sekaligus. Bagaimana bisa, pasti Anya sudah gila, sampai imaginasinya pun jadi tidak masuk akal begini. Bagaimana mungkin ada dua anton berdiri di depan matanya. Sesaat Anya hanya diam mematung sambil menatap bergantian kepada dua sosok berwajah sama itu.


"Anya...anya...bagaimana kabarmu? Maaf, aku tidak sempat pamit padamu sebelum pergi dan sekarang aku datang sebelum waktu yang kujanjikan?"


Anya bisa mengenali suara Anton yang berbicara padanya.

__ADS_1


"Anton? Benarkah kamu Anton? Dimana kamu bersembunyi selama ini? Aku terus saja mencarimu ke rumah itu, tapi tak sekalipun bisa melihatmu. Lalu siapa orang ini? Kenapa mirip sekali denganmu?", tanya Anya dengan bingung.


"Anya maafkan aku, banyak hal yang ingin kujelaskan padamu..."


"Nona, bolehkah kami masuk lebih dulu? sepertinya akan ada banyak hal yang harus kita bicarakan...", kata Hasan memotong pembicaraan.


Akhirnya mereka bertiga masuk dan duduk di ruang tamu Anya.

__ADS_1


"Anton, aku senang sekali akhirnya kamu datang. Tapi tolong ceritakan dengan jelas tentang apa yang sebenanya terjadi. Aku benar-benar khawatir dengan keadaanmu tapi sekarang kedatanganmu membuatku semakin bingung..."


"Baiklah Anya, aku akan menjelaskannya satu persatu. Pertama-tama aku ingin minta maaf karena pergi tanpa pamit waktu itu, dan benar seperti katamu, pekerjaan baruku tidaklah beres. Tuan Adrian mengurungku dirumah, aku tidak boleh keluar, dan dia juga memberiku pekerjaan yang banyak tanpa boleh beristirahat. Banyak sekali kejadian saat aku berada disana. Sampai akhirnya tadi polisi datang kerumah majikanku, mereka menangkap Tuan Adrian dan seorang teman wanitanya, juga menggeledah seluruh rumah Tuan Adrian. Dan Tuan ini, dia datang bersama para polisi. Dia mengaku sebagai saudara kembarku. Aku belum bisa mengingat apapun tapi kurasa wajah kami memang memiliki kemiripan..."


Anya sejenak menatap bergantian pada Hasan dan Anton. Jadi ini benar dan dirinya tidak sedang bermimpi? Tanya Anya di dalam hati. Anya merasa senang karena menemukan secercah titik terang tentang identitas dan keluarga Anton. Tapi disisi lain entah mengapa Anya merasa takut.


"

__ADS_1


__ADS_2