Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 82


__ADS_3

Entah bagaimana, Hasan selalu merasa belum siap dan tidak tahu bagaimana caranya mengungkapkan kebenaran kepada Husein. Dirinya dilanda kegundahan yang luar biasa. Di satu sisi jelas Hasan ingin saudaranya, Husein agar segera pulih dan mendapatkan kembali ingatannya. Tapi disisi yang lain Hasan sungguh tidak sanggup, jika nanti Husein merasa terluka dengan kenyataan yang ada. Bahwa istrinya Fara, perempuan yang sangat dicintainya, adalah dalang di balik pembunuhan berencana berkedok kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya.


Karena itulah, Hasan beserta seluruh anggota keluarga, akhirnya sepakat untuk sementara waktu, menahan Husein agar tidak tahu berita apapun yang berkaitan dengan peristiwa kecelakaan. Hasan sudah berpesan pada semua pekerja dirumahnya agar tutup mulut. Hasan juga sengaja tidak memberikan dan tidak mengizinkan Husein untuk menyentuh perangkat elektronik apapun. Hal itu dilakukannya semata-mata untuk melindungi Husein.


Tapi sampai kapankah kebenaran ini bisa di sembunyikan? Sebab sepandai-pandai orang menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga baunya. Hasan sadar, cepat atau lambat Husein pasti akan tahu dengan sendirinya. Bahkan belakangan, Husein beberapa kali bertanya tentang peristiwa kecelakaan itu, dengan rasa penasaran yang tinggi. Sekarang mungkin Hasan masih bisa mengelak, dengan mengarang cerita lain sebagai jawaban. Tapi entah untuk selanjutnya.


Kemudian Hasan teringat pada sosok Anya. Seorang wanita yang sempat menolong Husein saat saudaranya itu dinyatakan hilang, bahkan dianggap sudah meninggal. Anya banyak berjasa dalam proses penyembuhan Husein, padahal sebenarnya perempuan itu sama sekali tidak bersalah. Anya dan Husein bahkan sempat tinggal bersama dalam kurun waktu yang cukup lama. Hal yang wajar terjadi jika timbul percikan asmara diantara lawan jenis yang kerap bersinggungan. Dan sepertinya itu juga terjadi, pada saudaranya Husein. Hasan bisa melihat binar mata Husein yang berbeda saat menatap Anya, juga perhatian dan kekhawatiran Husein pada Anya. Namun sedikit hal yang mengganjal, bahwa pekerjaan wanita itu sebagai kupu-kupu malam.


Dan siang itu, saat Husein sedang menjalani teraphy ditemani pelayan pribadinya, diam-diam Hasan bersama Ayah dan Ibunya, mengadakan rapat keluarga di rumah. Rapat untuk membahas kelanjutan nasib Husein.

__ADS_1


"Kamu sudah benar-benar menyelidikinya?", Tanya Ayahnya kepada Hasan.


"Ya, secara keseluruhan dia gadis yang baik, dia hidup sendirian dan tidak memiliki ikatan dengan siapapun. Hanya saja pekerjaannya sebagai wanita malam, itu sedikit mengangguku!"


"Apa dia bisa segera berhenti dari pekerjaannya?"


"Baiklah, aku rasa itu tidak masalah!"


"Tapi Ayah, apakah kau rela, anak lelakimu berhubungan dengan seorang pelac*r?"

__ADS_1


"Jaga bicaramu, setiap kita memiliki dosa, kita tidak bisa menghakimi manusia, hanya karena dia pernah menjalani pekerjaan kotor, bukan berarti kita lebih baik darinya. Lagipula dia telah membantu Husein dengan sangat tulus..."


"Baiklah Ayah, jika itu yang Ayah inginkan..."


"Jangan salah paham, sekali ini aku hanya ingin Husein bisa bahagia dengan pilihannya. Dimasa lalu, aku selalu memaksakan pilihannya hingga berakhir seburuk ini...aku hanya ingin menebusnya sekarang. Tolong pastikan jika Husein benar-benar mencintai wanita itu, aku akan membantunya. Tapi jika tidak, mari kita biarkan Husein menentukan jalannya sendiri nanti.."


"Baik Ayah, aku mengerti..."


Ya, pihak keluarga sangat khawatir dengan kondisi mental dan emosi Husein, jika sampai tahu bahwa istrinyalah dalang di balik kecelakaan itu, Husein pasti akan sakit hati. Dan obat paling mujarab bagi hati yang terluka adalah hadirnya cinta yang baru. Cinta yang akan membasuh semua luka dan menumbuhkan harapan yang baru. Karena itulah keluarga Husein memutuskan untuk menyelidiki asal usul Anya, sosok malaikat yang menjadi penyelamat putra kesayangannya. Wanita yang paling berpotensi untuk meraih hati Husein, sebab mereka bisa melihat ketertarikan itu sudah timbul di hati Husein, meski saat ini ingatan Husein belum kembali.

__ADS_1


__ADS_2