Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 45


__ADS_3

Adrian tidak masuk kerja hari itu. Adrian memutuskan berangkat pagi-pagi sekali menuju gerai pakaian tempat Husein bekerja.


Sampai disana Adrian duduk di bangku taman sambil menikmati kopinya, tidak jauh dari gerai pakaian tempat Husein bekerja. Dan benar saja, tidak berselang lama Adrian melihat Husein masuk ke sana dengan pakaian kerjanya. Pagi itu gerai pakaian itu belum buka. Mungkin di dalam Husein dan kawan-kawannya sedang bersih-bersih dan merapikan isi toko. Tidak apa-apa, Adrian sabar menunggu dan tidak ingin terburu-buru. Adrian butuh mempersiapkan mentalnya dan menyusun rencana agar lebih matang, sebelum nanti akan bertemu dengan target utamanya.


Yah, ini akan jadi kali pertama Adrian berhadapan dengan Husein secara langsung. Face to face. Kesempatan itu datang justru di saat Husein lupa ingatan. Sebab sebelumnya, kekasihnya Fara selalu melarangnya menemui Husein secara langsung. Jadi mungkin sekarang waktunya Adrian bisa membalaskan dendamnya yang sempat tertunda. Disaat orang itu sedang tidak berdaya dan tidak punya kuasa apa-apa.


Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba. Gerai pakaian itu buka tepat pukul sepuluh pagi. Dari kejauhan, Adrian bisa melihat Husein sedang bercengkrama dengan rekan sejawatnya sambil membersihkan rak di bagian depan. Adrian terus mengawasinya dan menunggu waktu yang tepat untuk menghampiri Husein. Dan tepat saat rekan Husein menyingkir, Adrian masuk ke gerai itu sambil berpura-pura ingin membeli pakaian.


"Mas, bisa tolong ambilkan kemeja itu, aku ingin mencobanya..."


Adrian menunjuk sebuah kemeja yang di gantung di bagian atas. Dengan sigap Husein mengambil kemeja yang dimaksud dan menyerahkannya pada Adrian.


"Silahkan, ini pakaian yang ada inginkan tuan..."


"Ya, terimakasih banyak. Tunggi sebentar biar aku mencobanya dulu, jika kurang pas aku ingin menukarnya dengan yang lain..."


"Baik Tuan..."


Adrian pun masuk ke kamar pas untuk mencoba kemeja itu.

__ADS_1


Setelah selesai mencoba, Adrian keluar dan kembali menghampiri Husein.


"Ukurannya terlalu ketat di tubuhku dan warnanya terlihat kusam, tolong ambilkan kemeja warna putih itu saja!"


Adrian menunjuk kemeja yang dimaksud. Dengan patuh Husein pun mengambil kemeja yang diinginkan Adrian.


"Silahkan Tuan.."


"Terimkasih banyak...".


Dan adegan itu terus berulang sampai tujuh kali. Adrian selalu merasa tidak cocok dengan kemeja yang dicobanya dan meminta Husein mengambilkan kemeja lain yang dipajang di bagian atas.


Adrian akhirnya merasa puas dengan pilihannya sendiri setelah mencoba tujuh kali. Adrian lalu membayar kemeja itu dan kembali menghampiri Husein yang sedang kerepotan mengembalikan kemeja-kemeja yang tadi dicobanya.


"Hey anak muda, maaf kalau aku sudah merepotkanmu..."


"Tidak apa-apa Tuan, ini sudah menjadi tugas saya..."


"Jika sudah selesai merapikan kemeja-kemeja itu, kemarilah sebentar, aku ingin bicara denganmu..."

__ADS_1


"Baik Tuan..."


Husein pun segera menyelesaikan pekerjaannya, lalu menghampiri Adrian.


"Ada apa tuan?"


Adrian pun menyuruh Husein mengikutinya di bagian rak pakaian yang agak tersembunyi. Disana Adrian berpura-pura memilih-milih pakaian sambil berbicara pada Husein. Itu dilakukannya agar atasan Husein tidak curiga, padahal apa yang dibicarakannya tidak ada hubungannya dengan pakaian-pakaian itu.


"Aku pelanggan toko ini, tapi baru sekali ini aku melihatmu, apakah kau anak baru?"


"Ya, tuan.."


"Baiklah langsung saja, aku ingin menawarimu pekerjaan yang lebih baik dari pekerjaanmu disini, aku ingin kamu menjadi pelayan pribadi di rumahku dan aku akan membayarmu tiga kali lipat dari gajimu disini...tapi syaratnya kau harus tinggal dirumahku dan tidak boleh keluar tanpa seiizinku, bagaimana?"


"Apa tuan? Apa anda serius dengan tawaran anda? Tapi saya baru saja bekerja dan masih terikat kontrak disini, jadi sepertinya saya tidak bisa menerima tawaran tuan meskipun itu menggiurkan..."


"Tidak masalah, tentang masalah kontrak dengan pemilik toko ini bisa aku bereskan, sekarang tinggal kau mau menerima tawaranku atau tidak? aku buru-buru, kuberi kau waktu dua hari, nanti aku akan kembali datang untuk menanyakan jawabanmu, pikirkanlah baik-baik....sekarang aku pergi!"


Adrian mengambil satu pakaian dengan asal lalu membayarnya dikasir. Hal itu dilakukan agar atasan Husein senang dan tidak curiga.

__ADS_1


Dan Husein merasa Heran, mengapa orang aneh itu bisa mengambil pakaian sembarangan tanpa berfikir dan tanpa dicoba, sedangkan tadi baru saja dia mengerjainya hingga dirinya harus menurunkan banyak baju dan merapikannya lagi. Apakah itu bagian dari tes pekerjaan yang ditawarkan kepadanya?


__ADS_2