Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 40


__ADS_3

Hasan bisa dibilang menjadi orang kedua yang sangat terpukul akibat peristiwa kecelakaan yang menimpa Husein. Hasan dan Husein adalah saudara kembar identik yang selalu hidup bersama-sama sejak awal, seolah tak terpisahkan. Sejak kecil hingga dewasa, banyak sekali peristiwa yang mereka alami, melewati segala suka dan duka bersama. Bahkan saat badai menerpa keluarga mereka, Hasan dan Husein tidak sedikitpun ingin berpisah dan semakin bergandengan erat. Dimana ada Hasan disana pasti juga ada Husein. Mereka tumbuh bersama, berteman, bertengkar, dan saling berebut sudah menjadi drama sehari-hari. Tapi mereka juga akan saling membela dan melindungi saat saudaranya teraniaya.


Tapi Hasan adalah seorang laki-laki sejati, yang tidak akan dengan mudah menjual tangisan dan mempertontonkan kelemahannya di depan publik. Sebagai perwakilan dari keluarga, Hasan selalu memperilahatkan wajah dan sikap yang tenang. Hasan berusaha sekuat mungkin untuk mengikhlaskan semua, apapun yang telah terjadi pada saudara kembarnya. Meskipun jauh di dalam lubuk hatinya, Hasan sesungguhnya merasa amat bersedih dan juga kehilangan.


Hasan masih ingat benar, percakapan dan janji yang Husein ucapkan, hanya beberapa hari sebelum kecelakaan itu terjadi.


"Jadi, kapan kau akan menemaniku memancing lagi? Beban pekerjaan di kantor sungguh membuatku hampir gila...", begitu keluh Hasan pada saudara kembarnya.

__ADS_1


"Minggu depan bro, minggu depan aku janji akan menemanimu..."


Memancing sudah menjadi hobi dan kebiasaan mereka sejak kecil. Menjadi hiburan atau untuk sekedar mencari ketenangan di kala penat melanda jiwa. Namun belakangan ini mereka mulai jarang melakukannya. Tepatnya sejak Hasan menikah dan memiliki seorang istri yang cantik. Fara.


"Benarkah minggu depan kau akan menemaniku? Apakah tidak apa-apa kalau istrimu yang manja itu ditinggal sebentar saja?", goda Hasan pada Husein. Sebab selama ini sering sekali Husein menggagalkan janji karena istrinya. Dan sejujurnya Hasan tidak begitu suka pada Fara.


"Ya minggu depan, kali ini aku berjanji dan tidak akan mengingkarinya. Lagi pula aku juga sudah minta izin pada Fara dan dia juga sudah setuju..."

__ADS_1


"Hey, jangan meledekku bro, kau belum tahu saja. Suatu saat kalau sudah punya istri kau juga akan merasakannya!"


"Benarkah?"


"Tentu saja. Wanita memang akan selalu minta perhatian dan seolah menguasai dirimu, tapi kau akan dengan senang hati melakukannya. Sebab diapun akan berkorban banyak untukmu. Dan Fara....sekarang Fara sedang mengandung buah hatiku, jadi sudah sewajarnya aku harus lebih perhatian padanya..."


"Benarkah? Jadi tidak lama lagi aku akan jadi seorang paman dan kau akan jadi seorang Ayah? Wah..wah, selamat bro...aku senang sekali mendengarnya..."

__ADS_1


Hasan benar-benar sangat senang mendengar kabar bahagia itu. Tapi kini hatinya terasa sangat miris, sebab saudara kembarnya itu justru harus mengalami kecelakaan sebelum sempat menjadi Ayah. Dan dia juga sangat khawatir pada nasib calon keponakannya, yang telah kehilangan sosok ayah yang sangat luar biasa, bahkan sejak masih di dalam kandungan.


Tapi Hasan tak boleh berlarut-larut dalam kesedihan. Sebab dirinya harus kembali fokus membantu proses penyelidikan, pada kecelakaan yang menimpa Husein. Kecelakaan itu disebut sebagai kecelakaan misterius, sebab jasad Husein justru menghilang dan tak kunjung bisa ditemukan hingga saat ini. Sedangkan disisi lain, kejanggalan demi kejanggalan tentang penyebab kecelakaan, satu persatu mulai ditemukan. Rem mobil yang mendadak blong. Juga sisa minuman di dalam mobil yang ternyata mengandung obat tidur. Seolah menjadi pertanda bahwa ada unsur kesengajaan dalam kecelakaan itu.


__ADS_2