Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 104


__ADS_3

Acara akad nikah anatara Husein dan Fara berlangsung lancar dan sakral. Fara mengundang paman dari pihak Ayahnya yang tinggal di kalimantan untuk menjadi walinya. Suasana haru sangat kental terasa mengingat kecelakaan yang belum lama menimpa keluarga Fara.


Para hadirin yang hanya keluarga dan sahabat dekat merasa iba dengan keadaan Fara. Mereka menyampaikan rasa simpatiknya, mengucapkan selamat sambil memeluk Fara untuk memberi kekuatan pada gadis yatim piatu itu. Namun tak sedikit juga bisik-bisik diantar para tamu yang membicarakan keganjilan pernikahan itu.


Husein tahu, pernikahan ini sangat tiba-tiba baik bagi dirinya maupun Fara. Pada awalnya, memang pernikahan ini diniatkan untuk menolong Ayahnya agar terbebas dari jerat hukum. Tapi kemudian Husein segera memperbaiki niatnya. Pernikahan tetaplah sebuah pernikahan, yang memiliki posisi sangat sakral dalam perjalanan hidup manusia. Saat kalimat akad diucap, adalah janji atas nama Tuhan untuk mengambil tanggung jawab atas diri dan hidup seorang wanita. Maka Husein pun tidak ingin bermain-main dalam perkara besar ini. Husein meniatkan di dalam hatinya, bahwa pernikahan ini akan menjadi ibadah seumur hidupnya. Husein akan mengambil tanggung jawab atas diri Fara, melaksanakan kewajibannya sebagai suami dengan sepenuh hati. Memberikan nafkah lahir dan batin. Memperlakukan istrinya nanti dengan sebaik-baiknya, memberikan kasih sayang dan perlindungan. Semoga dengan begitu Allah akan meridhoi pernikahannya dan menumbuhkan cinta di hati keduanya. Itulah harapan sederhana Husein tentang pernikahannya.


Setelah akad nikah selesai, mereka lalu mengambil foto untuk mengabadikan momen sakral itu. Pertama tama adalah foto kedua mempelai. Baik Fara maupun Husein tampak sangat canggung. Kemudian foto-foto mereka bersama para keluarga. Usai sesi foto keluarga acara dilanjutkan dengan makan bersama. Dan setelah seluruh rangkaian acara selesai Husein mengajak Fara pulang ke rumahnya. Keluarga Husein menyambut dan menerima Fara dengan sangat hangat. Tidak ada pekerjaan rumah tangga yang harus dikerjakan Fara karena semua sudah dikerjakan oleh ART. Fara menghabiskan hari pertamanya di rumah itu untuk beristirahat. Suasana canggung sangat terasa saat Fara dan Husein berdua saja di dalam kamar Husein yang didekor menjadi kamar pengantin. Beberapa kali Husein coba mendekati Fara, tapi Fara seperti selalu menghindarinya. Husein memaklumi sikap istrinya. Fara pasti masih malu untuk bersentuhan dengannya.


Saat malam tiba Husein mengajak Fara turun untuk makan malam bersama keluarganya. Menu makanan lengkap tersaji di meja makan keluarga. Semua masakan istimewa tersaji untuk.merayakam pernikahan Husein dan Fara. Makan malam itu berlangsung dengan hangat dengan diselingi obrolan dan candaan ringan antar anggota keluarga.


Setelah makan malam selesai, Husein segera mengajak Fara masuk ke kamar mereka.

__ADS_1


Fara masih terus menghindarinya, bahkan enggan untuk sekedar bertatapan mata dengannya. Husein tidak ingin memaksa dan membuat Fara takut. Sebagai gantinya Husein mengajak Fara berdiskusi tentang rencana mereka ke depannya.


"Fara, tenanglah, aku tidak akan melakukan apapun padamu tanpa izin darimu. Mari kita duduk bersama, aku ingin membahas beberapa hal tentang pernikahan dan masa depan kita..."


Fara lalu duduk di sofa di samping Husein.


"Apa yang ingin kau bicarakan? Aku juga punya sesuatu yang ingin aku katakan padamu..."


"Mungkin mulai bulan depan aku ingin mulai mencari pekerjaan..."


"Tidak masalah, kau bebas melakukan apa yang kau mau...dan aku tetap akan melaksanakan kewajibanku untuk menafkahimu dengan semestinya.."

__ADS_1


"Baiklah, terimakasih. Lalu apa yang ingin kau bicarakan?"


"Mengenai tempat tinggal kita, kamu lebih nyaman tinggal terpisah atau bersama keluargaku?"


"Aku ingin kita tinggal terpisah dari keluarga..."


"Baiklah, aku pikir juga begitu, kalau begitu mari besok kita cari apartemen sama-sama, bagaimana?"


"Baiklah..."


Setelah itu mereka akhirnya tidur setelah Husein mengecup kening Fara dengan lembut. Fara masih malu-malu dan menghindar, jadi Husein tidak berani bertindak lebih jauh. Mereka tidur di ranjang yang sama dengan posisi saling membelakangi.

__ADS_1


__ADS_2