
Husein sungguh tidak siap dengan semua ini. Semua terjadi begitu cepat dan gosip-gosip telah menyebar di mana-mana. Sungguh fitnah yang kejam. Bagaimana mungkin Fara bisa merancang skenario semacam ini?
Ini bukan hanya masalah perceraian, tapi nama baiknya juga dipertaruhkan. Husein bukanlah orang yang gila popularitas. Selama ini Husein selalu berusaha menjaga privasi dan tidak suka publikasi. Hal itu lebih membuatnya merasa nyaman dan aman, apalagi untuk perusahaan. Husein adalah tipe orang yang suka bekerja dari balik layar tanpa tampil berlebih.
Jadi saat sekarang gosip-gosip menyebar tanpa bisa dikontrol, Husein benar-benar merasa terganggu dan tertekan. Husein merasa risih saat pandangan orang-orang tertuju padanya, sambil berbisik-bisik. Husein tahu mereka semua membicarakan dirinya di belakang meski di depannya tetap tersenyum. Husein bisa merasakan mata-mata penasaran yang menghujam seolah menelanjangi dirinya. Seolah dirinya adalah seorang pesakitan dengan dosa yang sangat besar. Husein merasa terkejut dan tidak siap mendapatkan perlakuan seperti itu, tapi disisi lain Husein menjadi lupa bahwa ada seseorang yang menjadi korban dari semua gosip murahan ini. Korban yang paling dianggap salah dan kotor karena perbuatan yang tidak pernah dilakukannya.
Setidaknya orang-orang masih akan menghormati Husein. Bahkan masyarakat cenderung memaklumi sifat laki-laki yang tidak setia. Tapi cap sebagai pelakor, akan membawa konsekuensi yang sangat buruk bagi seorang wanita. Seorang wanita akan dihujat dimana-mana dengan begitu kejamnya saat dinilai sebagai pelakor. Apalagi jika kasusnya menjadi viral seperti yang saat ini dialami Anya.
Anya tidak menyangka bahwa pertemanan dengan Husein yang masih sangat wajar, bisa menimbulkan kesalah pahaman sebesar ini. Entah siapa yang punya ide untuk menyebarkan gosip murahan ini dengan berbagai bumbunya. Anya merasa muak dengan perlakuan tak adil yang harus di terimanya. Tapi Anya juga tidak bisa berbuat banyak selain menelan semua hujatan yang dialamatkan kepadanya. Bahkan saat masih menjadi kupu-kupu malam, belum pernah ada orang yang menghujatnya dengan begitu kejam.
Di hari pertama gosip itu menyebar, Anya masih pergi ke kantor seperti biasa. Anya belum menyadari apa yang terjadi, tapi entah mengapa Anya merasa banyak orang menatap dengan sinis. Anya berusaha menepis prasangkanya dan bersikap biasa, mungkin itu hanya perasaannya. Tapi kemudian, dua orang pegawai perempuan di kantor secara terang-terangan mengejeknya saat sedang berada di toilet.
"Jadi kamu, asisten baru pak presdir yang merangkap jadi pelakor?"
__ADS_1
Tanya wanita pertama sambil menatap Anya dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Anya masih diam sambil mencoba mencerna kata-kata wanita itu. Anya tidak mengerti.
"Ssstt, Beb, ngapain sih kamu basa-basi sama pelakor? Nggak level lah ngobrol sama dia! Eh, tapi katanya selain pelakor, kamu pernah jadi pelac*r juga ya?"
Kata wanita kedia sambil menatap Anya dengan pandangan jijik yang dibuat-buat.
Reflek Anya menampar wanita kedua yang bermulut kejam itu, sampai kemudian pertengkaran pun berlanjut dengan saling jambak dan cakar hingga keributan itu memancing perhatian orang sekantor.
Yang Anya ingat, kemudian Rayhan datang dan menariknya, membawanya pergi dari kerumunan. Rayhan membawa Anya ke ruangan Husein. Disana luka-luka Anya diobati, lalu Rayhan membawakan teh hangat juga makanan ringan untuk Anya.
"Sebenarnya apa yang terjadi?", tanya Rayhan kemudian.
__ADS_1
"Aku tidak tahu, tiba-tiba mereka menghinaku. Aku tidak bisa menerima perkataan mereka jadi aku memukulnya kemudian mereka membalas hingga berakhir menjadi keributan...", jawab Anya dengan jujur.
Rayhan lalu menunjukkan ponselnya. Di sosial medianya banyak beredar foto Anya dan Husein dengan caption bahwa keduanya adalah pasangan selingkuh.
Anya sangat kaget saat melihat dan membaca satu demi satu postingan tentang dirinya. Apalagi saat menelusuri kolom komentar yang menghujatnya dengan begitu kasar.
"Jangan terpengaruh, ini hanya salah paham. Sepertinya ada musuh dalam selimut yang ingin menjatuhkan Husein dan kamulah yang jadi sasarannya...", jelas Rayhan kepada Anya.
"Jadi apa yang harus aku lakukan?"
"Kami tahu kamu pasti merasa tersinggung dan sakit hati atas semua tuduhan itu, tapi yang bisa kamu lakukan sementara ini hanya diam dan bersabar. Kami janji akan mengusut masalah ini, mencari pelaku dan motifnya sampai ke akar-akarnya, setelah itu kami pasti akan membersihkan nama baikmu. Sementara itu, kamu bisa beristirahat dulu di rumah dan tidak perlu datang ke kantor. Tenanglah gajimu akan di bayar seperti biasa..."
"Baiklah kalau begitu..."
__ADS_1
Setelah itu Anya langsung pulang dengan diantarkan sopir pribadi.