Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia

Wanita Malam Penyelamat Tuan Amnesia
Bab 68


__ADS_3

Anya memutuskan untuk tidak pulang dan tidur dirumah sakit menunggui Fitri.


"Pulanglah, kamu pasti lelah dan butuh istirahat..."


"Tidak apa, biar aku disini saja, dirumah aku hanya sendirian dan ini sudah larut malam, aku akan pulang besok pagi..."


"Baiklah, maaf sudah merepotkanmu..."


"Tidak perlu terus minta maaf, tidurlah supaya kondisimu cepat pulih..."


Fitri mengambil kamar VIP, jadi malam itu Anya bisa tidur cukup nyaman di sofa yang empuk.


Keesokan harinya ternyata Fitri sudah diperbolehkan untuk pulang. Dokter sudah memberikan obat-obatan dan berpesan agar Fitri lebih banyak beristirahat dan merawat luka-lukanya dengan baik.


Pagi-pagi sekali, Anya sudah pergi ke hotel untuk mengambil motornya tanpa sepengetahuan Fitri.


"Aku akan mengantarmu pulang...aku membawa sepeda motor, apa tidak apa pulang naik sepeda motor? Atau aku harus panggilkan taksi online?", tanya Anya saat mereka sudah check out dari rumah sakit.


"Tidak apa-apa, aku sudah merasa baikan dan lukaku tidak parah...tapi apa tidak merepotkan? Aku bisa pulang sendiri..."

__ADS_1


"Tidak apa-apa, biar kuantar saja..."


Entah mengapa Anya merasa khawatir. Mendengar jika Fitri hanya tinggal sendirian dan tidak punya keluarga membuat Anya merasakan kesamaan nasib dengannya. Hanya saja sebenarnya Anya masih punya keluarga, tapi mereka membuangnya.


Akhirnya Anya mengantar Fitri sampai ke rumahnya. Tepatnya ke kos-kosan Fitri. Ya, Fitri hanya menyewa satu kamar kos dengan kamar mandi dalam saja karena memang hanya tinggal sendirian.


"Apa tidak apa-apa kamu tinggal sendirian dalam keadaan begini? Siapa yang akan merawat dan mengobati lukamu nanti?"


"Tidak apa-apa, aku bisa melakukannya sendiri, kalau tidak aku bisa juga minta tolong pada tetangga kamarku nanti, trimakasih banyak Anya.."


"Sama-sama..."


"Baiklah, aku pulang dulu..."


"Ada apa?"


"Bagaimana kalau kita sarapan dulu? Kamu belum sarapan kan?"


Sebenarnya Fitri tadi dapat jatah makan dari rumah sakit, tapi dia kurang berselera jadi tidak memakannya. Dan sekarang perutnya terasa lapar. Dan Anya juga pasti juga lapar usai menungguinya dari semalam.

__ADS_1


"Baiklah, mau sarapan dimana?"


"Kamu ingin makan apa? Di dekat sini ada warung makan yang lumayan lengkap dan rasanya juga enak, apa mau mencobanya?"


"Boleh..."


Akhirnya mereka berjala menuju sebuah warung makan yang dimaksud Fitri. Warung makan itu cukup besar, dengan konsep prasmanan. Menunya terhitung sangat lengkap, dari aneka sayuran, aneka masakan ayam, telur, ikan, sampai daging-dagingan, semua ada. Dan pagi-pagi begini semua masakan masih mengepulkan uap panas dan terlihat menggiurkan.


Anya mengambil nasi dengan berbagai macam sayur dan lauk yang cukup banyak. Setelah mengambil lalu. mereka pergi ke kasir untuk membayar.


"Biar aku yang traktir!"


Fitri pun membayarkan makanan mereka berdua.


"Terimakasih banyak..."


"Ini tidak seberapa dibandingkan pertolonganmu semalam..."


Mereka lalu membawa makanannya ke meja makan dan menyantapnya bersama-sama. Ternyata rasanya memang sangat enak. Khas masakan rumahan dengan bumbu yang sedap.

__ADS_1


Anya makan dengan lahap, meski harus memakan waktu cukup lama untuk menghabiskan makanan di piringnya yang banyak. Sedangkan Fitri sudah selesai lebih dulu.


Sepanjang acara makan, mereka terus mengobrol, membicarakan hal-hal kecil dan ringan. Dan akhirnya mereka juga bertukar nomor handphone. Entah mengapa Anya percaya saja pada Fitri, padahal biasanya Anya tidak memberikan nomornya pada sembarang orang. Selesai makan mereka berjalan kembali ke kos-kos an Fitri dan Anya pun berpamitan untuk pulang.


__ADS_2