
Mobil Alina berhenti tepat di depan rumah Anya. Rumah yang dulu sengaja disewakan Alina sebagai tempat tinggal Anya, agar menjauh dari suaminya.
"Terimakasih banyak sudah mengantar saya..."
"Sama-sama, sampai jumpa lagi di pertemuan selanjutnya..."
"Ya sampai jumpa lagi Bu Dokter cantik..." Anya sengaja bersikap akrab untuk mengikis jarak diantara mereka.
Anya membuka pintu dan segera turun dari mobil. Saat itulah Anya baru menyadari bahwa ada mobil lain yang berhenti di belang mobil Dokter Alina. Tidak lama kemudian, seorang lelaki keluar dari mobil itu.
"Jadi disini tempat persembunyianmu sekarang?", Kata lelaki itu dengan nada angkuh.
Tidak lama berselang Alina pun turut keluar dari dalam mobilnya. Sejak tadi Alina sudah curiga ada mobil yang mengikutinya. Alina membiarkannya saja karena ingin melihat apa yang akan dilakukan orang itu. Dan ternyata itu adalah suaminya sendiri.
"Mas Heru, kenapa ada disini?", Tanya Alina dengan keterkejutannya.
"Kenapa memangnya? Apa kamu pikir akan selalu bisa mengendalikanku dengan uang dan kekuasaan keluargamu?" , tanya Heru dengan tatapan sinis menghujam kepada istrinya.
"Maksud Mas apa?", Tanya Alina dengan bingung.
__ADS_1
"Aku ingin Anya bukan dirimu, jadi jangan gunakan uang dan kekuasaanmu untuk menghalangiku lagi!", ucap Heru dengan pongahnya.
Mendengar itu hati Alina terasa sangat sakit. Harga dirinya dihancurkan oleh suaminya sendiri di depan wanita lain.
Sementara Anya masih berdiri mematung, bingung bagaimana harus bersikap diantara sepasang suami istri yang sedang berseteru.
Akhirnya Anya memilih melangkah masuk ke dalam rumah, namun tiba-tiba sebuah tangan besar menahannya.
"Menikahlah denganku Anya! Berhentilah dari pekerjaan kotormu, aku akan memenuhi semua kebutuhan dan keinginanmu!"
Sekuat tenaga Anya menarik tangannya dan menampar Heru.
Anya sungguh tak bisa menahan emosinya.
Heru tersungkur karena tamparan Anya, tapi dia bisa segera bangun dan menguasai diri.
"Dasar pelac*r tidak tahu diri! Untuk apa kamu jual mahal padaku jika setiap malam kamu menjual tubuhmu pada sembarang laki-laki!"
Anya melayangkan tangannya untuk menampar Heru untuk yang kedua kali, tapi Heru berhasil menahan tangan Anya dan berbalik menyerang dengan meringkus tubuh Anya. Tubuh Anya yang mungil jelas kalah tenaga jika melawan Heru.
__ADS_1
"Hentikan!"
Teriak Alina sambil berurai air mata.
Alina lalu menghampiri Heru untuk memohon sekali lagi.
"Kalau Mas memang sudah tidak peduli padaku, setidaknya ingatlah anak-anak kita dirumah Mas, mereka masih kecil, masih sangat membutuhkan kehadiran dan kasih sayang Ayahnya...pulanglah Mas, dirumah mereka terus menumggu dan menanyakanmu..."
"Jangan kau jadikan anak-anak senjata untuk melemahkanku. Aku tidak akan berubah pikiran hanya karna bujuk rayu dan mulut manismu, sudah cukup selama ini aku selalu mengalah. Menuruti semua kehendakmu dan kehendak keluargamu!"
Alina jatuh tersungkur saat tangan suaminya menepis tubuhnya yang mencoba mendekat.
Sungguh Alina telah merendahkan harga dirinya untuk memohon. Tapi suaminya tetap tak sedikitpun bergeming. Begitulah lelaki jika sudah punya keinginan dan di butakan nafsu sesaat. Akal sehatnya tak lagi ada. Entah menguap kemana cinta yang dulu begitu manis dan membara. Alina merasa tak lagi mengenal suaminya.
Heru lalu kembali berbalik, mengejar Anya yang hampir masuk ke rumahnya. Menyambar tubuh gadis itu dan menggendongnya. Semakin Anya meronta semakin Heru mendekapnya dengan erat.
"Diam kau jal#ng! Aku akan tetap membawamu dengan atau tanpa persetujuanmu!"
Tapi saat sudah sampai di depan pintu mobil., seseorang menghalangi langkahnya untuk masuk.
__ADS_1
"Lepaskan dia!" teriak seorang pria.