
Tangan nya juga sudah ter gembok dengan kuat. Edward merasa bodoh karena ia mengikuti saja apa yang Salsa mau. Jika seperti ini Edward yakin Salsa bisa melakukan apa saja pada nya.
"Lepaskan Salsa," ucap Edward.
"Tak mau, kan sudah aku katakan, aku pasti bisa melakukan nya."
"Hidung ku gatal, lepaskan," ucap Edward.
"Aku bantu."
"Wih mancung sekali ya, seperti perosotan anak tk," ucap Salsa.
"Kau tak akan bisa apa apa, aku memakai pakaian lengkap, tangan dan kaki ku terikat bagaimana mungkin kau bisa membuka baju ku," kata Edward.
"Kata siapa." Salsa mengunci kamar nya, tak lupa ia kembali menyalahkan lampu kamar nya. Melihat Edward tidak berdaya seperti ini, membuat Salsa sangat senang.
"Salsa kau mau apa," tanya Edward..
"Gunting." Salsa mendekati Edward sambil membawa gunting itu.
"Ini pakaian mahal Salsa, jangan aneh aneh," ucap Edward.
"Biar kamu masih memiliki banyak pakaian lain," kata Salsa.
Salsa duduk di samping Edward dan mulai menggunting habis pakaian Edward. Edward benar benar stress dengan kelakuan istri nya sendiri.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama Edward hanya tinggal memakai celana d*lam saja, celana d*lam berwarna hitam yang menutupi senjata laras panjang Edward.
Terpesona sekaligus geli itu lah yang Salsa rasakan saat ini. Ia terpesona dengan bentuk tubuh sempurna suaminya. Ini baru pertama kali nya Salsa melihat Edward seperti ini. Ia geli saat sadar apa yang ia lakukan, ntah apa yang membuat nya seperti ini.
"Salsa, kau mau apa si, jangan sampai kita melakukan nya," ucap Edward.
"Kenapa tidak, kamu suami ku," kata Salsa.
Salsa memeluk Edward dengan erat. Memang sangat nyaman jika Edward tidak memakai apa apa, rasa hangat tubuh Edward membuat Salsa sangat betah jika seperti ini.
Salsa mendekati bibir Edward dan mulai menciumnya, awalnya Edward hanya diam sambil mengerutkan dahi nya, gerakan tangan Salsa di atas perut dan tubuh nya membuat Edward terpancing, hormon hormon pria nya mulai muncul yang membuat Edward tidak bisa apa apa lagi, selain membalas ciuman itu. Sesuatu yang awal nya tidur mulai bangun dan menerobos keluar dari bagian atas, memang Edward memikirkan nya tepat posisi.
"Lepas aku tak tahan lagi," ucap Edward.
Wajahnya memerah menahan n*fsu yang mulai mencuak. Jujur Edward sudah tidak tahan lagi. Ia ingin sekali mendapatkan kelembutan tubuh Salsa.
"Lepa Salsa, kamu yang meminta nya kan."
Salsa melepaskan gembok di tangan Edward. Hal itu membuat Edward langsung bangkit dan melepaskan kaki nya. Salsa pikir Edward akan kabur, tetapi ternyata tidak. Edward menarik nya dan menindih tubuh nya. Ia merasakan sesuatu yang keras di perut nya.
"Itu apa mas," tanya Salsa.
"Senjata yang akan mengobrak-abrik milik mu, katakan lanjut atau tidak," ucap Edward.
"Lan... jut..."
__ADS_1
Edward mencium leher Salsa dengan ganas nya. Ia tidak membiarkan Salsa bernafas dengan tenang. Ini pertama kali nya Salsa merasakan serangan ganas Edward, seperti yang Edward harapkan, Salsa sampai menahan nafas nya, bibir nya terbuka merasakan hal yang belum ia rasakan sebelum nya.
"Kak," teriak Jack dari luar. Hal itu membuat Edward sangat kesal.
"Adik mu selalu membuat ku kesal, diam di situ." Edward mengambil handuk untuk menutupi junior nya yang sudah on sejak tadi, kemudian Edward membuka pintu kamar nya.
"Bisa tidak, jangan menganggu," ucap Edward.
"Dimana kakak ku," tanya Jack.
"Di ranjang. Pergi jangan menganggu ku," jawab Edward.
Jack melihat Edward dari atas sampai ke bawa, ia merasa Edward dan kakak nya sedang melakukan kewajiban mereka berdua sebagai suami istri. Jack tidak menyangka Edward mau melakukan hal itu dengan Salsa, yang ia tau Edward tidak menyukai kakak nya.
"Ada apa lagi, aku tak ingin membuat masalah baru dengan mu Jack, masalah lama kita belum selesai."
"Jangan memaafkan kakak ku untuk kesenangan mu Edward, aku tau kau hanya memanfaatkan kakak ku."
"Oh ya, kau tau apa tentang hubungan kami, kakak mu sendiri yang memberikan tubuh nya pada ku, dia sangat mencintai ku Jack. Kau tidak tau apa apa tentang hubungan kami. Dan satu lagi, aku resmi menikah dengan Salsa, dia akan segera mengandung anak ku yang sah, bukan anak haram." Edward menutup pintu kamar nya.
Jack sangat geram dengan apa yang di katakan Edward, bisa bisa nya Edward mengatakan hal itu pada nya. Dengan perasaan yang kesal Jack pergi meninggalkan tempat itu.
"Kenapa mas," tanya Salsa.
"Tidak ada." Edward kembali mendekati Salsa dan melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda.
__ADS_1
Tangan nya bergerak meremas sesuatu yang besar di depan nya, sudah lama ia ingin melakukan nya. Ia sudah tidak peduli apapun lagi, percakapan nya dengan Jack membuat emosi nya naik dan Salsa terus menyentuh titik sensitif nya yang membuat naf*u nya naik terus menerus.