
"Kalian berdua sama saja tidak memiliki sopan santun, memang cocok kalian bersama."
"Ayah benar, sampah dengan sampah memang sangat cocok di satukan."
"Apa kata mu sampah?? tapi sampah masih berguna bagi orang lain, dapat bermanfaat untuk orang banyak. Bagaimana jika aku menyebut kalian pembuangan sampah, kotor, bauk, sangat menjijikan, seperti sifat kalian. Tempat ini memang seperti pembuangan sampah, tempat para sampah tidak berguna berkumpul," ucap Nathan.
"Kau berani mengatakan hal ini pada keluarga ku. Helen bawa pacar mu yang menjijikan mu ini pergi dari sini, atau aku akan membuat nya menyesal," ucap Arya.
"Membuat ku menyesal, siapa kalian? lebih berkuasa dari Marvel grup, Vins grup, atau perusahaan Helen sendiri? Sayang apa nama perusahaan ayah mu," tanya Nathan.
"Mau apa," tanya Helen.
"Ingin memberikan mereka pelajaran bagaimana guna nya sampah nanti," jawab Nathan.
"Union grup," kata Helen.
"Masih beberapa tingkat di atas perusahaan ku."
"Itu untuk mu sayang tidak untuk ku." Nathan menghubungi seseorang untuk mengatasi ini semua.
"Halo sayang," ucap Stiven.
"Kakek tau Union grup, cucu mu di katakan sampah oleh nya. Bisa tunjukan sampah yang sesungguhnya," kata Nathan.
"Sudah berani mereka, siap Nathan. Kakek tidak akan Terima cucu kesayangan ku di katakan sampah."
Setelah menghubungi Stiven, Nathan menghubungi Calvin, CEO Marvel grup sebagai perusahaan terbesar saat ini.
"Iya nat ada apa," tanya Calvin.
"Tau Union grup, bisa membuat nya menyesal telah menghina pacar ku," ucap Nathan.
"Oh begitu, siap Nathan. Tunggu beberapa jam dari sekarang," kata Calvin.
Nathan tersenyum manis sambil menatap satu persatu dari mereka semua. Terlihat dengan jelas wajah tegang mereka semua.
"Selamat bergabung dengan sampah sesungguhnya." Nathan menggandeng tangan Helen dan memutuskan untuk pergi dari sana.
"Kalian bagaimana si, Helen baru saja kembali dan kalian sudah membuat masalah, jangan menyesal telah melakukan hal ini pada Helen."
Nathan benar-benar tidak terima calon istri nya di katakan yang tidak tidak di sana, ia tidak papa di katakan sampah oleh ayah Helen tetapi tidak untuk Helen, ia tidak Terima Helen diperlukan seperti itu di depan keluarga nya sendiri.
"Sudah aku katakan, tidak sebaiknya kamu datang ke keluarga mu itu lagi," ucap Nathan.
__ADS_1
"Aku pikir mereka sudah berubah ternyata tidak sama sekali, rasa rindu yang aku rasakan selama ini langsung hancur seketika."
"Sudah jangan memikirkan mereka lagi ay, semuanya akan baik baik saja, mereka akan merasakan sesuatu yang seharusnya mereka rasakan."
Untuk menghibur Helen, Nathan membawa Helen jalan jalan, hari ini mereka berdua free tanpa ada kegiatan. Jalan jalan di kota Tokyo adalah hal yang terbaik untuk mereka lakukan saat ini.
"Bunga sakura di dekat mu tidak ada harga diri nya, kau benar-benar sangat cantik di depan bunga itu," ucap Nathan sambil memfoto Helen.
"Dia sangat cantik." Nathan membuat history instagram nya. Ini pertama kali nya Nathan membuat history tentang Helen.
"Nathan nanti banyak yang meneror ku," ucap Helen.
"Tidak akan mereka harus tau aku mempunyai wanita yang sangat cantik seperti ini," kata Nathan.
Nathan kembali menggandeng tangan Helen, mereka berdua menghabiskan waktu dengan sangat bahagia hari ini.
Di rumah nenek Helen semua orang sangat panik karena saham keluarga mereka merosot jauh tanpa henti. Hal itu benar benar hal yang sangat mengerikan, jika seperti ini terus perusahaan mereka akan bangkrut dalam satu malam saja.
"Apa ini semua karena pria itu?"
"Dia dari Vins grup, dan memang seperti nya semua ini karena kita menyakiti hati pria itu."
"Sudah aku katakan, semua akan kalian rasakan, pacar Helen bukan pria sembarangan. Kita akan merasakan apa yang dia katakan tadi," ucap Nita.
"Ada apa ini," ucap Helen.
Helen berjalan masuk ke dalam kamar Nathan untuk menanyakan masalah ini.
"Nathan," ucap Helen.
"Ay kamu membuat ku terkejut, aku baru mau mandi," kata Nathan.
"Apa yang terjadi pada keluarga ku, kenapa mereka semua langsung menghubungi ku," tanya Helen.
"Oh berarti sudah mulai ya, tidak papa Helen. Mungkin kakek ku dah Calvin sudah bergerak, itu sebagai pelajaran pada mereka."
"Nathan aku tidak ingin aneh aneh ya, mereka memang salah dan sangat menyebalkan tapi aku tidak ingin terjadi sesuatu pada mereka semua," ucap Helen.
"Tidak akan terjadi apa apa Helen, aku hanya memberikan mereka pelajaran, mana tau dengan ini semua mereka dapat berubah dan lebih menghargai diri mu," kata Nathan.
"Janji tidak aneh aneh," ucap Helen.
"Janji ayang, ingin mandi dengan ku," tanya Nathan.
__ADS_1
"Tidak mau," tolak Helen.
"Ini aku sudah membuka baju ku, tinggal mandi saja," kata Nathan.
"Jangan mesum Nathan, tapi kau sangat seksi seperti itu," ucap Helen.
"Tenang ay, setelah kita menikah kau akan melihat pemandangan indah ini setiap saat," kata Nathan.
"Ya sudah mandi dengan benar, aku ingin kembali ke kamar ku dulu," ucap Helen.
"Nanti aku ke kamar mu." Nathan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Ia benar-benar sangat bahagia hari ini, keluarga Helen sudah mendapatkan akibat apa yang mereka lakukan pada Helen. Helen juga seperti sudah menerima nya sebagai pacar nya. Apalagi Helen mengakui nya sebagai pacar Helen di depan keluarga besar Helen.
Saat sedang mandi Handphone Nathan berdering beberapa kali. Terlihat dengan jelas panggilan dari Roger teman nya Riga. Tidak ada yang mengangkat panggilan itu sampai Nathan selesai mandi.
"Roger ada apa ya," ucap Nathan.
Saat ingin menghubungi Roger balik, handphone Nathan keburu mendapatkan panggilan dari kakek' nya.
"Aku sudah di Jepang," ucap Stiven.
"Lah sudah sampai ini saja," kata Nathan.
"Hahaha sekalian ingin jalan jalan, semua yang kau minta tadi sudah aku kerjakan dengan baik."
"Terimakasih kek, sudah dulu kek aku ingin menghubungi teman ku," ucap Nathan.
Nathan mematikan sambungan telepon itu dan langsung menghubungi Roger.
"Halo nathan," ucap Roger.
"Ada apa Roger," tanya Nathan.
"Riga dalam bahaya Nathan, kau harus ke sini," jawab Roger.
"Ada apa? kenapa dengan nya," tanya Nathan.
Roger menceritakan semuanya yang membuat Nathan sangat panik, tanpa persiapan apapun Nathan langsung berlari keluar kamar.
"Helen aku harus pergi," ucap Nathan.
"Pergi kemana," tanya Helen.
__ADS_1
"Teman ku membutuhkan ku, kamu handel semua nya sendiri dulu ya, aku yakin kamu pasti bisa," ucap Nathan. Nathan mengecup dahi Helen dan langsung pergi meninggalkan Helen.