
Karena kehamilan anak pertama dan anak Nathan kembar. Hal itu membuat Nathan sangat memperlakukan istri nya sangat baik, ini yang sangat ia tunggu, jadi ingin yang terbaik untuk istri nya.
Edward benar-benar sangat senang akan mempunyai adik kembar. Ia tak pernah meninta adik kembar tetapi ayah nya memberikan nya. Siapa yang tak senang mendapat sesuatu yang dobel pula.
Karena kehamilan pertama. Tubuh Helen benar-benar sangat lemas, ia tak bisa melakukan hal apapun kali ini, lemas dan mual mendominasi kehamilan nya ini. Ia juga mulai ngidam yang aneh aneh.
"Aku tak mau tidur dengan mu, kamu itu bauk," ucap Helen.
Perkataan yang singkat tetapi sangat menyakitkan untuk Nathan, mau bagaimana Lagi istri nya sedang hamil, memang seperti itu lah orang hamil. Nathan harus mengerti semuanya.
"Sayang kok kamu malah menjauh si, sini mendekat lah," kata Helen.
"Tadi suruh menjauh, sekarang di minta untuk mendekat, terkadang ntah apa mau nya," batin Nathan.
Nathan hanya bisaa membatin, ia tak akan mau mengatakan nya karena pasti semua nya akan salah di mata istri nya. Lebih baik memang cari aman saja lah.
__ADS_1
"Gombalin aku," ucap Helen.
"Untuk ibu hami ya, ini kamu benar-benar ngidam," tanya Nathan.
"Ya terus, apa sebelum aku hamil aku pernah meminta kamu menggombali ku," kata Helen.
"Oh ya ya maaf."
"Ketika aku beranjak ke peraduan tidur, aku memikirkan mu, kurang tidur karena memikirkan mu, dan bangun tidur juga memikirkan mu. Aku akan terus memikirkan mu selagi kau tak ada lagi di sisiku, istri ku." Nathan mulai melakukan apa yang Helen minta.
"Jadi aku hanya beban pikiran mu, untuk apa kita menikah kalau aku hanya beban untuk mu..."
"Orang yang memberiku cinta. Yang kuinginkan itu adalah kau. Orang yang ku rindukan setiap harinya, itu kau juga. Bukan karena kau yang membutuhkanku. Tapi karena aku yang membutuhkanmu. Itu karena kau. Satu-satunya dalam hidupku. Orang yang kucari dan kutunggu selama ini. Aku mencintaimu."
"Ahh sosweet jadi ingin mangga mudah," ucap Helen.
__ADS_1
"Kamu ingin mangga mudah," tanya Nathan.
"Iya sayang, tolong carikan untuk ku," jawab Helen.
"Ya sudah iya."
"Yang ikhlas dong," ucap Helen.
"Iya aku ikhlas." Nathan pergi meninggalkan rumah untuk mencari mangga mudah.
Ia membawa Bryan teman dekat nya untuk mencari mangga mudah. Nathan menceritakan semuanya pada Bryan, ia kesal juga iya, senang juga iya. Semuanya tercampur aduk. Bryan hanya bisa tertawa mendengar semua cerita dari Nathan. Ia sudah merasakan semua yang Nathan rasakan sebelum nya.
"Sabar saja. Nama nya juga hidup tak selama nya lancar saja. Apalagi istri mu sedang hami, yang membuat nya hamil diri mu, dan yang menginginkan keturunan diri mu, ya sudah tanggung jawab saja lah."
"Hadeh kau benar, mau bagaimana lagi semuanya memang harus di jalanin," kata Nathan.
__ADS_1
"Sabar hanya beberapa bulan pertama saja, nanti juga dia tak seperti itu lagi. Mana tau dia malah ngidam goyangan mu, itu lebih baik," kata Bryan.
"Hahaha kau benar, kalau itu terjadi aku benar-benar sangat senang sekali, siapa si yang tak mau di goyang," ucap Nathan.