Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Menerima


__ADS_3

Sesampainya di rumah. Nathan menggendong Edward dan menggandeng tangan Helen. Ia membawa mereka berdua masuk ke dalam rumah nya.


Beberapa orang di rumah terkejut melihat kedatangan mereka bertiga. Helen kembali lagi ke dalam hidup Nathan, ada hal yang lebih membuat mereka terkejut, Nathan menggendong seorang anak kecil yang tampan. Anak itu cukup mirip dengan nya, meskipun memang tak ada hubungan darah diantara mereka berdua.


Helen benar-benar bingung bagaimana menjelaskan pada keluarga Nathan. Dari ekspresi mereka Helen dapat menebak jika Mereka sedang kebingungan dengan semua ini.


"Nathan, itu itu anak yang kau katakan," tanya Vino.


"Iya dad," jawab Nathan sambil memberikan Edward pada Vino.


Edward takut dengan Vino, ia memeluk Nathan dengan erat agar Vino tidak bisa mengambil nya.


"Sayang jangan takut ini kakek," ucap Nathan.


"Hay tampan, jangan takut dengan kakek." Vino mengambil Edward secara perlahan agar anak itu mau di gendong oleh nya.


"Kakek," ucap Edward.


"Iya kakek sayang, wah kau sangat tampan," kata Vino.

__ADS_1


Meskipun Vino tau jika Edward bukan anak Nathan, ia tetap eksaited menggendong Edward. Edward bocah menggemaskan ini memang mudah sekali menarik perhatian banyak orang.


"Apa kabar Helen, wah bertemu lagi dengan Nathan," ucap Citra.


"Kabar baik tan, bagaimana dengan tante semua nya sehat dan baik baik saja kan?"


"Semua baik baik saja, seperti nya memang kalian berdua Berjodoh ni," ucap Citra.


"Hahaha benar mom, Nathan dan Helen sudah di takdir kan berjodoh," ujar Marvin.


Vino tidak mungkin menjelaskan semuanya pada Nathan soal Edward. Saat ini ada Edward yang pasti akan mengerti jika ia menjelaskan semuanya. Lebih baik mereka menunda masa penjelasan sampai Edward tidur. Sekarang memang lebih baik Nathan dan yang lainnya istirahat terlebih dahulu.


"Kau tidak mengantuk sayang," tanya Vino pada Edward.


"Tidur dengan ayah," jawab Edward.


"Dengan kakek saja, mau tidak???"


"Sayang dia baru bertemu dengan kita, jangan menakuti nya," ujar Citra.

__ADS_1


"Hehehe, sudah nat. Bawa anak mu ke kamar, dia seperti nya sangat lelah dan mengantuk," ucap Vino.


"Iya dad. Ayo sayang." Nathan mengambil Edward kembali dari Vino.


"Nat aku nanti menyusul, ada yang harus aku bicarakan dengan orang tua mu," kata Helen.


"Ya sudah aku ke kamar dengan Edward dulu." Nathan membawa Edward pergi dari sana.


Setelah kepergian Nathan baru lah Helen mulai menjelaskan kesalahpahaman yang telah terjadi.


"Maaf tuan, maaf sekali. Nathan benar-benar salah sangka, begitu juga dengan Edward, aku bingung bagaimana menjelaskan semuanya pada Nathan dan Edward."


"Pertama apa dia anak kandung mu," tanya Vino.


"Tidak tuan, aku mengadopsi nya kurang lebih satu tahun lalu," jawab Helen.


"Bagaimana bisa kau mengadopsi seorang anak?"


"Saat itu aku berada di panti asuhan, sebenarnya aku tidak berniat mengadopsi Edward, tetapi saat melihat Edward kecil yang terus menangis mencari mamah nya membuat hati ku tergerak untuk mengadopsi nya. Dan sampai saat ini yang Edward tau aku mamah nya dan Nathan ayah nya," jelas Helen.

__ADS_1


"Biarkan semuanya seperti ini Helen, aku sangat senang Nathan bertemu dengan mu kembali, dia tampak jauh lebih bahagia. Kecelakaan yang menimpa nya dahulu sudah cukup untuk memberikan ku pelajaran penting. Tidak semua yang menutur ku baik, baik juga untuk nya. Dia tau apa yang terbaik untuk nya. Aku sebagai orang tua hanya bisa mendukung apa yang anak ku ingin kan. Asalkan semuanya tetap masih pada jalan nya."


__ADS_2