
"Hahaha kau mau tau bagaimana cerita nya?"
"Bagaimana? kenapa kamu bisa menipu ku," tanya Mawar.
Flashback...
Ketika mereka berdua sudah tidak memakai apa apa, Narendra sedikit tersadar karena handphone nya yang berdering dengan keras. Narendra memukul beberapa kali kepala nya agar diri nya lebih sadar lagi.
''Hampir saja," ucap Narendra.
Narendra bangkit dari atas tubuh Mawar, ia mengatur nafas nya agar semua nya lebih terkendali dan tenang. Narendra juga memikirkan kenapa semua nya bisa seperti ini, hampir saja ia merusak semua rencana nya. Pagi hari nya ia terbangun terlebih dahulu dari pada Mawar, saat melihat Mawar yang tidak memakai apa apa, otak nya merencanakan sesuatu yang baru. Dengan akting yang sangat baik Narendra pun berhasil mengelabuhi Mawar.
Flashback selesai...
"Apa yang kamu rencana kan setelah menikahkan ku?"
"Itu urusan ku Mawar, yang penting aku tidak menyakiti mu, dan yang penting kau menurut saja apa yang aku katakan, aku sangat tidak suka di bata seseorang," kata Narendra.
"Begitu ya, aku benar benar tidak mengenal mu, aku harap semua rencana mu tidak menyakiti semua orang," ucap Mawar.
Mawar hanya bisa pasrah setelah semua yang terjadi pada nya, ia sangat berharap Narendra bisa tulus dengan nya tanpa merencanakan hal buruk padanya maupun pada orang lain, ia sangat yakin sebenarnya Narendra pria yang sangat baik.
Sore hari nya mereka berdua baru keluar dari dalam kamar karena sangat lapar, setelah pertempuran pagi tadi sore hari nya mereka baru bangun karena lapar yang menganggu perut. Mawar berjalan sangat perlahan karena rasa perih dan nyeri di bagian inti nya.
"Jangan lebay, nanti mereka semua mahal tertuju pada kita," kata Narendra.
"Aku tidak labay, memang rasa nya sangat sakit sekali, kamu saja yang tidak tau," ucap Mawar.
Pria tidak akan tau bagaimana rasa sakit yang wanita derita, pria hanya merasakan enak nya saja.
"Kalian baru keluar kamar," tanya Jack yang berjalan mendekati ke dua nya, ia tertarik menggoda mereka berdua.
"Kau tidak lihat kami baru keluar, masih saja tanya," kata Narendra.
"Biasa saja lah, jangan ngegas, kan aku cuma basa basi, seperti nya ada yang menghabiskan waktu dengan bersenang senang ni."
__ADS_1
"Hahaha ya jelas lah, kau bagaimana si, kau pasti juga tau apa yang pengantin baru lakukan," kata Narendra.
''Begitu dibilang polos, polos bagaimana si," ucap Jack.
"Polos kalau belum tau rasa nya, kalau sudah tau ya, akan di gas terus," kata Narendra.
"Hahaha dasar pria, bagaimana mau langsung atau tunda," tanya Jack.
"Tunda lah, aku masih kuliah dia masih kuliah," jawab Narendra.
Edward datang bergabung dengan mereka bertiga. Ia mencoba untuk kembali memperbaiki hubungan nya dengan Narendra, jika hubungan mereka berdua sudah membaik pasti akan mudah untuk mengawasi Narendra, dan Narendra juga tidak akan macam macam dengan adik nya.
"Hadiah dari ku." Edward memberikan kunci mobil pada Narendra.
"Untuk ku," tanya Narendra.
"Hmmmm," gumam Edward.
"Tidak perlu, aku bisa membelinya sendiri," tolak Narendra
"Untuk mu." Narendra benar-benar memberikan kunci mobil itu pada Mawar.
"Makasih kak, percuma saja memberikan hadiah pada nya, untuk ku saja lebih baik," kata Mawar.
"Ada rencana honeymoon sayang," tanya Edward.
"Sayang sayang, dia istri ku, kau tidak boleh memanggilnya sayang," kata Narendra.
"Lah dia adik ku, aku punya hak dong," ucap Edward.
"Tidak ada lagi setelah aku menikah dengan nya, berhenti lah menganggu hidup ku," kata Narendra.
"Mas itu berlebihan, dia kakak ku, kamu juga harus hormat pada nya," ujar Mawar.
"Iya Narendra, untuk apa si bertengkar lagi kalian berdua, sudah lah baik kan saja."
__ADS_1
"Jangan ikut campur Jack, urus saja masalah mu sendiri," ucap Narendra dengan kesal.
Ia jadi tidak selera makan, tetapi ia sangat lapar, pergi dari sana tidak akan membuat nya kenyang. Lebih baik diam sambil memakan makanan yang ia sudah di depan nya.
"Sudah Edward berbicara dengan nya sangat sulit, nanti juga dia tau sendiri bagaimana menghargai orang lain," kata Jack.
Jack dan Edward pergi dari sana, memberikan mobil sebagai hadiah bukan hal yang tepat untuk memperbaiki hubungan nya dengan Narendra, padahal ia sudah yakin kalau Ia bisa berbaikan dengan Narendra, ternyata tidak sama sekali.
"Sampai kapan dia seperti itu, aku sampai kesal sendiri dengan nya, kalau dia mau menerima semuanya pasti akan selesai masalah ini, toh dia juga sudah menikah, apa lagi yang dia permasalahkan," batin Edward.
"Mas kamu kenapa si," tanya Mawar.
"Kesal," Jawab Narendra.
"Ya tidak begitu juga dong, wajah kamu yang tampan juga akan hilang."
"Mau bagaimana pun wajah tampan ku akan tetap tampan, jangan berpikir wajah tampan ku menghilang," ucap Narendra.
Jack dan Nabila memutuskan untuk pulang ke apartemen, memang kalau sudah mempunyai tempat tinggal sendiri lebih nyaman di tempat tinggal sendiri. Itu lah yang Jack dan Nabila rasakan, mereka berdua bisa bebas melakukan apa saja jika di rumah sendiri.
"Sayang kamu menyentuh Jesika kan, saat aku datang bulan??"
"Sa.. sayang..."
"Jangan berbohong, aku tidak suka. Ya aku tau kamu memerlukan nya, tapi kamu bisa berkata dulu pada ku.."
"Sayang sebenarnya aku tidak berniat kok, malahan aku ingin memuaskan sendiri dengan tangan ku sendiri, tetapi dia datang tanpa sepengetahuan ku, aku tidak tau bagaimana cara menghindari nya, dia istri ku juga sayang, kami berdua sah.."
"Ya sudah aku tidak ingin mempermasalahkan nya, kalau kamu menginginkan dia aku jangan sampai tau ya, aku tidak mau mengetahui nya," kata Nabila.
"Aku pikir aku harus bilang pada mu.."
"Tidak ah, aku berubah pikiran lebih baik aku tidak tau, toh itu juga bukan perselingkuhan," kata Nabila.
"Istri yang baik, aku akan membawa mu ke mall, kita belanja," tanya Jack.
__ADS_1
"Kalau itu mah aku mau," jawab Nabila dengan sangat bersemangat