
Seperti biasa nya baca bab sebelum nya dulu... n
...☘️☘️☘️...
"Sudah matang, ayo makan," ucap Helen.
"Wah terimakasih kak." Cherry yang sangat lapar langsung berlari mendekati Helen.
"Seperti nya sangat enak."
"Sudah pasti lah, masakan pacar ku pasti enak," kata Nathan.
"Hahaha iya deh," ucap Cherry.
"Tadi aku dengar kamu pacaran beda 15 tahun," tanya Helen.
"Hahaha iya kak, hampir 15 tahun, aku umur 19 dia umur 34, tapi aku benar-benar sangat mencintai nya. Bukan dia yang mengejar ku, malah aku yang mengejarnya, memang kalau sudah cinta jadi buta."
Helen hanya bisa menggelengkan kepalanya, ternyata jarak umur dirinya dengan nathan masih kalah dengan jarak Cherry dengan pacarnya. Perbedaan usia 15 tahun bukankah hal yang wajar tetapi memang ini benar-benar terjadi.
''Jangan kaget ay, awalnya aku juga kaget tapi jika kalau sudah cinta mau bagaimana. Alam pun tidak akan bisa memisahkan mereka."
"Lalu bagaimana respon orang tuamu?" helm sangat penasaran dengan respon orang tua cherry, karena hal ini memang terasa tidak mungkin.
"Hmm mereka tidak tahu, hanya kakakku yang tercinta ini yang tau, dia benar-benar keren menjaga rahasia ku."
"Kamu hebat, aku harap kamu benar-benar menemukan cinta itu di dalam dirinya," kata Helen.
"Tapi aku dengannya sudah putus, tadi aku melihatnya berpelukan dengan seorang wanita, tidak hanya berpelukan mereka berciuman, cinta memang tidak bisa dipercaya, sinta hanya menimbulkan rasa sakit. Perjuangan ku mungkin sampai di sini, setelah ini aku sudah malas mikir kan apapun tentang dirinya," ucap Cherry dengan sangat lemas.
"Sabar jika tidak dia masih banyak pria di dunia ini, pria yang benar-benar mencintaimu, pria yang memberikan rasa nyaman, pria yang memberitahumu apa arti cinta sesungguhnya."
Apa kakak sebelumnya ragu dengan kak nathan, mengingat jarak usia kalian cukup jauh," tanya Cherry.
"Sangat ragu, mungkin kau tahu sendiri sifatnya bagaimana hal itu membuatku lebih ragu lagi padanya, tetapi dia benar-benar dapat meyakinkan ku dan mungkin keraguan aku memang tidak berlandaskan apapun. Aku hanya mau mendengar sebelah mata tanpa mengenal dirinya terlebih dahulu."
"Kau dengar cherry, abang mu ini sangat luar biasa. Lihat dia, dia sampai klepek-klepek."
"Sayang berhenti membual. Jangan sampai makanan ini masuk sepenuhnya dengan sekali suapan." Helen tersenyum dengan senyuman ancaman.
Cherry merasa mereka berdua memang sangat cocok, saling melengkapi satu sama lain. Jujur sebelumnya cherry juga merasakan hubungannya dengan pacarnya juga saling melengkapi dan tidak berakhir seperti ini tetapi nyatanya semuanya berakhir dengan rasa sakit.
"Jangan iri, jangan dengki, aku yakin pasti kau tidak lama lagi akan mendapatkan penggantinya. Kau cantik pasti banyak emang antrian, tapi bodohnya kau malah memilih pria seperti itu," kata Nathan.
__ADS_1
"Semuanya tidak semudah yang kau katakan, aku benar-benar mencintainya sangat sulit untukku untuk mendapatkan penggantinya bahkan berpaling hati pun tidak bisa."
"Iya memang tidak mudah, tapi jangan berlarut larut juga," kata Helen.
"Dia masih Bucin ay. Maklum saja oke," Kata Nathan.
Ting tong... Bel rumah kembali berbunyi.
"Siapa," ucap Helen.
"Biar aku buka," kata Nathan.
Nathan berjalan untuk membuka pintu hotel nya. Ia terkejut siapa yang datang ke kamar hotel nya.
"Riko."
"Dimana pacar ku," tanya Riko.
"Tidak ada, untuk apa kau mencari nya," ucap Nathan.
"Jangan berbohong Nat, aku ingin menjelaskan sesuatu pada nya," kata Riko.
"Tidak ada dia di sini, selingkuh tetap selingkuh tidak ada pembenaran di atas perselingkuhan."
"Untuk apa kamu datang," ucap Cherry.
"Sayang aku tidak selingkuh, kamu salah paham sayang, denger penjelasan ku," kata Riko.
"Apa yang harus aku dengar, kamu selingkuh aku sudah lama mengintai mu dengan wanita itu," ucap Cherry.
"Riko pergi, jangan ganggu adik ku."
"Diam Nathan kau tidak tau apa apa. Cherry aku tidak selingkuh, wanita itu adik ku, anak dari mamah ku dengan papah tiri ku. Lagi pula aku hanya mencium wajah nya bukan bibir nya. Ya aku mencium nya karena dia adik ku."
"Bohong mana mungkin kamu punya adik yang usia nya tidak jauh dari mu."
"Sayang aku serius. Aku buktikan ya." Riko menunjukkan Foto keluarga nya. Di sana ada Riko dan adik yang Cherry curigai selingkuhan nya.
"Cherry kau membuat ku malu," kata Nathan.
Riko menggerakkan kepala nya dan langsung berjalan mendekati Cherry. Ia memeluk Cherry dengan sangat erat. Memang jika berpacaran dengan abg harus banyak bersabar. Sifatnya yang kekanak-kanakan membuat Riko harus lebih mengerti lagi. Meskipun begitu ia benar-benar mencintai abg nya ini. Ia sudah terpikat mati oleh pesona Cherry.
"Kamu tidak selingkuh," tanya Cherry.
__ADS_1
"Tidak sayang, cinta ku hanya untuk mu," jawab Riko.
"Aku tidak jadi jomblo," teriak Cherry.
Cherry benar-benar sangat senang karena pacar nya tidak jadi selingkuh, semua ini hanya salah paham nya saja.
Nathan dan Helen hanya bisa menggelengkan kepala mereka, memang anak satu ini membuat mereka berdua malu. Ceramah yang Helen berikan pada Cherry semua nya sia sia karena Cherry tidak jadi menjomblo.
"Sayang dia sangat hot," ucap Helen.
"Memang itu kesukaan nya Cherry," kata Helen.
"Kesukaan ku juga sayang."
"Ay jangan aneh aneh." Nathan memberikan tatapan tajam pada Helen.
Dan pada akhirnya mereka berempat pun makan bersama, semua yang mereka bahasa di sia-sia, karena memang semuanya hanya ke salah pahaman cherry saja. Ya mau bagaimana lagi anak Abg memang seperti ini, masih sangat labil.
"Aku sudah boleh bertemu orang tuamu," tanya Riko.
"Belum boleh," jawab Cherry.
"Kenapa tidak sih, sudah sangat lama aku menunggunya. Aku hanya segera meresmikan hubungan kita," kata Riko.
"Aku bisa dimakan oleh orang tuaku, jangan dulu sayang tunggu beberapa waktu lalu, sebelum kamu datang aku akan memberi penjelasan pada kedua orang tuaku," ucap Cherry
"Tapi itu kapan," tanya Riko.
''Setelah kak nathan menikah," jawab Riko.
"Nat kapan kamu menikah?"
"Kemungkinan besar akhir tahun."
"Berarti 6 bulan lagi?"
"Ya sekitar segitu lah, jika ingin duluan tidak papa," kata Nathan.
"Tidak mungkin kak, kau dulu baru aku. Setelah kau menikah aku bisa meminta pada orang tuaku jika aku ingin menikah sepertimu," ucap Cherry.
"Oh begitu, tidak papa sih menunggu beberapa bulan lagi, sabar saja. Lebih baik siapkan saja yang perlu disiapkan, jika sudah prepare, nantinya jika sudah waktunya akan berjalan dengan lebih mudah," ucap Nathan.
"Yap benar," ujar Helen.
__ADS_1