
''Dasar, kenapa pulak cerita separuh separuh, kan aku jadi penasaran orang tampan seperti nya bisa juga di selingkuh, mana pernikahan nya baru beberapa minggu," ucap Edwadr sambil turun dari dalam mobil.
Edward berlari mengajar Jack yang sudah jauh meninggalkan nya, ia tak tau dimana cafe dan perpustakaan di kampus ini, sebelum Jack masuk kelas ia harus bertanya terlebih dahulu.
"Jack tunggu, jangan tinggalkan aku, aku belum tau dimana letak cafe dan perpustakaan nya," kata Edward.
"Sebentar aku kenalkan dengan seseorang, dia bisa mengantarkan mu ke sana,'' kata Jack.
"Jangan macam macam, seperti nya aku punya mantan di kampus ini," ucap Edward.
"Hahaha biar saja, salah siapa jadi buaya, makan nya jangan ternak cewek."
"Kau pun begitu juga, jangan mengada ngada," kata Edward.
"Siska," ucap Jack.
Jack rasa Siska dan Edward pernah dekat, Jack pernah melihat Edward membawa Siska ke tongkrongan. Edward langsung mengenal Siska, wanita yang sangat mengesalkan untuk nya, ia pernah dua hari menjalin hubungan dengan Siska, karena tak kuat dengan sikap wanita itu, Edward memutuskan hubungan mereka.
"Mampus," ucap Edward.
"Edward, wah kita bertemu lagi, kamu pasti datang untuk bertemu dengan ku kan," tanya Siska.
''Ya benar Edward memang ingin bertemu dengan mu, kata nya dia merindukan mu, nah tolong bawa dia ke cafe karena aku ada kelas, jangan membuat nya takut dengan mu."
"Oh begitu, tentu saja aku tak akan membuat nya takut dengan ku, kau ada ada saja, mana mungkin cewe secantik dan sebaik aku membuat nya takut,'' kata Siska.
"Selamat bersenang senang Edward, jangan takut dengan nya dia wanita yang sangat baik dan tak sombong sama sekali," ucap Jack sambil pergi meninggalkan mereka berdua.
''Jack kau sangat kurang ngajar awas saja aku akan membalas semua nya," batin Edward.
''Ayo Edward, kenapa kamu malah diam, kamu masih tak enak pada ku karena memutuskan ku lewat SMS.''
''Hehehe iya," Edward hanya bisa tersenyum kecut, ingatan wanita ini sangat tajam sekali, dia masih saja ingat kalau ia pernah memtuskan Jesika hanya melalui pesan singkat saja.
Rasa canggung tak enak bergabung jadi satu, ya mau bagiamana lagi, Edward sangat tidak suka dengan wanita ini, bisa bisa nya Jack malah memilih wanita ini sebanyak nya wanita yang ada di kampus ini.
DI cafe Edward memanggil pelayan, lebih baik ia makan saja dari pada berbicara dengan wanita ini.''
"Nasi goreng seafood satu, milk teh satu. Kamu pesan lah, aku yang akan membayar nya," kata Edward.
"Begitu, baiklah aku akan menemani mu makan. Saya mau pesan, Nasi goreng spesial, mie goreng, beberapa ayam goreng, nasi putih dan salat. Minum nya jus alpukat, mangga, jambu, dan teh hangat, makanan penutup nya es krim buah boleh."
Edward melongok mendengar pesanan gadis itu memang seperti nya tak bertemu dengan gadis ini lagi.
''Besar ya," ucap Edward.
"Apa nya," tanya Siska.
"Nafsu makan mu," jawab Edward.
Tak lam makanan yang mereka pesan satu persatu. Edward makan dengan sangat lahap, ia tak melihat ke arah Siska, mendengar Siska makan saja membuat nafsu makan Edward berkurang.
"Hey hey," ucap seseorang wanita.
Edward melongok beberapa wanita sudah di depan wajahnya, wanita wanita itu adalah mantan nya, bagaimana mungkin semua mantan nya datang. Seperti nya para ternak nya dulu mengetahui jika ia datang ke kampus ini.
"Desti, Ulfa, Mona, Nelly," ucap Edward.
"Wah si tampan datang.."
"Hey kalian mantan nya Edward juga, pesan makanan Edward yang akan membayar nya," kata Siska.
"Begitu, baik lah." Wanita wanita itu memesan banyak makanan.
Semua wanita itu Edward putus kan melalui pesan singkat saja. Biasa buaya memang seperti itu, seperti nya mereka semua sangat dendam pada Edward.
Edward melanjutkan makan nya, bodoh amat mereka semua mau marah pada nya, yang penting perutnya terisi, sekarang juga ia sudah mempunyai pawang sendiri.
"Aku bayar dulu ya," ucap Edward.
"Makasih tampan," kata mereka semua.
"Sama sama, makan dengan lahap ternak ku." Edward berjalan pergi ke kasih.
Dalam sekali makan dengan 5 mantan nya Edward menghabiskan hampir satu juta. Tanpa kembali menghampiri mereka Edward pergi dari sana.
__ADS_1
Di perjalanan ke mobil. Edward malah bertemu dengan seseorang wanita lagi, dan dia wanita yang ia PHP in. Edward memakai kaca mata dan menutup separuh wajahnya dengan jaket agar tak kelihatan oleh wanita itu. Edward rasa memang sangat bahaya berada di kampus ini.
Dengan cepat Edward masuk ke dalam mobil nya, untung saja kunci mobil ia yang membawa nya, kalau tidak ia tak akan memiliki tempat persembunyian yang aman dari para ternak nya, ikut Jack ke kampus adalah hal yang salah, ia tak ingin mempunyai ternak di kampus ini.
Edward memainkan hp nya agar tak bosan menunggu Jack, ia terkejut melihat semua kontak nya dengan Narendra sudah tak terhubung, seperti nya Narendra memblokir nya.
Saat melihat postingan Marcel dan adik nya terlihat dengan jelas Narendra sedang ikut dengan mereka liburan. Jadi Narendra bukan hal yang buruk, ia banyak memiliki keluarga yang sangat menyayangi nya berbeda dengan Edward, jika bukan ayah dan mamah angkat nya yang membela nya tak akan ada lagi keluarga nya.
Lamunan Edward tersadar saat ada yang mengetuk ngentuk kaca mobil nya, Edward pikir itu mantan nya lagi tetapi saat melihat wajah wanita itu Edward terkejut karena mereka berdua cukup mirip.
"Iya ada apa?" tanya Edward.
"Mas bisa minta tolong, antaran saya ke rumah sakit ibu saya membutuhkan saya," kata wanita.
"Kenapa tak naik kendaraan umum??''
"Saa..saya tak mempunyai uang, tolong mas saya akan melakukan hal apa saja yang mas minta."
Edward yang tak tega memilih mengantarkan wanita itu. Tak ada salah nya membantu orang.
"Masuk, aku akan mengantarkan mu," kata Edward.
Dengan cepat wanita masuk ke dalam mobil Edward, jarang jarang ada seseorang baik seperti Edward.
"Siapa nama mu," tanya Mawar.
Edward melihat wanita itu memegang perut nya, bibir nya sedikit pucat, saat Edward mengingat jika wanita itu tak ada uang. Edward dapat menyimpulkan jika wanita itu sedang lapar.
Edward mengambil beberapa roti dan minuman yang memang selalu tersedia di dalam mobil nya, ia memberikan nya pada wanita itu.
"Makan lah, jangan menahan lapar, ibu mu sudah sakit jika kamu sakit juga siapa yang akan merawat nya," kata Edward.
''Terimakasih mas, kamu sangat baik sekali." Mawar mengambil makana itu dan mulai memakan nya, ia memang benar benar sangat lapar karen sudah dari kemarin sore belum makan.
''Rumah sakit mana," tanya Edward.
"Adikusuma mas, masih cukup jauh,'' jawab Mawar.
''Kalau orang tua sakit jangan di tinggal, kasihan."
Ucapan Mawar membuat Edward tersentuh, ia baru bisa mengucapkan syukur, sesulit apapun hidup nya masih ada yang lebih sulit lagi.
''Kenapa tidak di habiskan, kalau masih lapar makan saja."
"Hehehe sudah kenyang mas," kata Mawar.
"Sudah kenyang tak mungkin, makan saja lagi.''
"Untuk adik saya mas," ucap Mawar.
''Oh untuk adik, tenang saja, masih banyak kok. Nanti saya berikan lagi untuk adik."
Edward membuka tempat persedian makanannya agar Mawar bisa mengambil nya sendiri.
"Nah di situ ada kantung, masukan semua nya, kamu boleh membawa nya," kata Edward.
''Tidak mas, mas sudah sangat baik sekali."
"Tak baik menolak rezeki, dari pada saya buang, saya juga jarang memakan nya," kata Edward.
''Ah mana mungkin makanan seenak ini di buang."
"Eh tak percaya.'' Edward mengambil satu dan membuang nya begitu saja dari jendela mobil nya.
''Mas..''
"Ambil,'' ucap Edward.
Ntah kenapa Edward merasa dekat dengan wanita ini, ia tak pernah secepat ini baik pada seseorang.
Mawar melotot melihat makanan itu di buang begitu saja oleh Edward, untuk ia yang sangat membutuhkan makanan itu sangat mengesalkan.
"Jangan kaget, ambil saja semua nya,'' kata Edward.
''Iya mas, kalau saya tak akan pernah membuang makanan sedikit pun,'' ucap Mawar.
__ADS_1
"Ya sebenarnya saya pun tak akan membuang nya jika kamu tadi langsung mengambil makanan itu," ucap Edward.
Sesampai nya di rumah sakit, Mawar langsung keluar dari dalam mobil, tak lupa ia mengucapkan terimakasih untuk kebaikan yang Edward berikan pada nya.
"Saya sangat berterimakasih atas semua yang mas berikan pada saya, saya tak tau bagaimana membalas semua kebaikan ini," ucap Mawar dengan menunduk kan kepala nya.
''Angkat kepala mu, saya bukan tuhan yang harus kamu hormati."
''Makasih mas, saya masuk dulu," kata Mawar.
"Tunggu aku juga mau ikut,'' ucap Edward.
Seingat Edward ayah nya mempunyai saham yang sangat besar di rumah sakit ini, mana tau dengan ikut dengan Mawar ia bisa membantu Mawar lebih lagi, ia sangat penasaran dengan sosok Mawar.
Mereka berdua masuk ke dalam rumah sakit, beberapa petinggi rumah sakit sadar siapa Edward, memang Nathan sudah memasukan Edward dalam garis keturunan nya, semua rekan bisnis Nathan pasti tau Edward.
Saat mereka ingin menyapa Edward, dengan cepat Edward memberikan kode agar tak melakukan nya, ia malas membuat wanita ini menunggu nya, pasti akan lama jika mereka menyapa Edward. Meskipun tak di sapa, beberapa dari mereka mengikuti Edward agar jika ada sesuatu mereka bisa cepat tanggap.
''Ah kenapa Jack nelepon," ucap Edward sambil mengangkat nya.
"Kau dimana? aku mencari mu, jangan tinggalkan aku, dompet ku di dalam mobil.''
"Ya ya ya aku kembali.''
Edward memutar tubuh nya, ia mendekati seseorang yang mengikut nya.
"Jika keluarga gadis itu memerlukan bantuan medis segera berikan dengan baik, aku tak mau keluarga nya kenapa napa. Aku akan membayar semua nya tunai.''
'Tak perlu tuan, kami akan melakukan yang terbaik, terimakasih telah mengunjungi rumah sakit ini.''
Edward pun pergi meninggalkan rumah sakit itu, ia langsung ke kampus karena, Jack sudah menunggu nya. BIsa bisa Jack ngamuk pada nya dan ia du musuhi banyak orang.
Mawar kebingungan kenapa pria yang membantu nya hilang tiba tiba, Mawar tak ingin mengambil pusing masalah itu, ia langsung masuk keruangan tempat mamah nya di rawat.
"Kakak aku lapar," ucap Arya.
"Ini sayang, kakak membawakan makanan, bagaimana dengan mamah. Mamah sudah bangun,'' tanya Mawar.
"Belum...'' Karena sudah sangat lapar, Arya langsung memakan makanan yang Mawar bawa, bocah tiga tahun itu sama seperti Mawar menahan lapar sejak kemarin, mereka hanya menunggu jatah makanan dari rumah sakit yang sebenarnya untuk ibu mereka, semenjak tak sadarkan diri mereka tak mendapatkan jatah makanan lagi.
Mawar terkejut tiba tiba medis datang, ia pikir mereka akan di usir karena tak membayar biaya rumah sakit.
"Mau di bawa kemana mamah saya dok," tanya Mawar.
''Mbak sangat beruntung karena anak dari pemilik saham terbesar di rumah sakit ini. Memberikan pengobatan gratis untuk ibu kamu, ruangan kalian tak di sini lagi, nanti suster akan membawa kalian ke ruangan kalian yang baru, untuk ibu kalian akan di tangani lebih lanjut terlebih dahulu.
Mawar sangat bingung kenapa hari ini banyak sekali orang baik yang membantu nya. Mawar jadi curiga dengan pria yang membantu nya tadi, seperti nya memang pria itu bukan pria sembarangan.
''Kakak mendapatkan makanan dari mana," tanya Arya.
"Tuhan menurunkan malaikat untuk membantu kita sayang, itu sebabnya kamu jangan lupa untuk sering berdoa.
D kampus Jack mulai ngendumel karena Edward tak kunjung datang, ia tak tau kemana Edward sampai lama sekali seperti ini, menurut infomasi yaang Jack dapatkan Edward habis kena palak oleh para ternak nya.
Mobil sport berwarna hitam mendekati nya, ya mobil itu memang mobil Edward, saat sudah berada di depan nya Jack langsung masuk ke dalam.
"Kau dari mana saja si? Kau habis di palak oleh para ternak mu dulu kan?"
"Sudah tau pakai tanya, ya iya aku habis satu juta karena mereka semua, memang para wanita yang sangat menyebalkan."
"Oh iya aku tadi lama karena mengantarkan anak kampus ini ke rumah sakit, kasihan mamah nya sakit dia tak ada uang, dan dia kelaparan,'' kata Edward.
"Siapa namanya?"
"Mawar ya namanya Mawar," balas Edward.
"Oh mawar, dia satu kelas dengan ku, dia sangat pintar satu satu nya orang yang mendapatkan biayasiswa di kelas ku, baru 20 menit mulai dia sudah siap, mana saat datang sangat berkeringat.''
"Jangan jangan dia jalan kaki dari rumah sakit, kasih sekali, kalau kau bertemu dengan nya lagi berikan dia uang ya, katakan saja untu adiknya, agar tak mikir yang aneh aneh," ucap Edward.
Edward pun membawa mobil nya pulang ke rumah, ia sangat memikirkan kenapa wajah mereka berdua memiliki kemiripan. Edward pikir memang kebetulan saja.
''Mana makanan di sini, bukan nya tadi sangat banyak? tanya Jack.
"Makanan nya sudah aku berikan semua nya pada wanita itu, nanti aku isi lagi," jawab Edward.
__ADS_1
Jack rasa Edward terlalu baik pada semua orang.