
"Kau yakin, begini begini aku bisa masak loh," ucap Nathan.
"Yakin sudah ayo, kau mau buah tidak?"
"Buah dada?"
"Nathan jangan mulai, masih jam segini jangan membuat ku emosi," ucap Helen.
"Hahaha tidak tidak, ya aku mau buah. Buah apa saja, aku bawa koper mu ke dalam mobil ya," ucap Nathan.
"Iya terimakasih telah membantu ku," kata Helen.
"Tidak masalah." Sambil tersenyum manis Nathan membawa koper Helen keluar rumah.
Ia yakin dengan cara perhatian serta pengertian pada Helen akan membuat Helen luluh pada nya, Helen bisa ia dekati dengan muda. Seperti nya memang Helen sudah menarik perhatian Nathan saat pertama kali bertemu.
Nathan menunggu Helen di dalam mobil, selagi Helen belum menghampiri nya Nathan terus berkaca memantau penampilan nya. Ia tidak mau kelihatan lepek atau jelek sedikit pun di depan wanita nya.
"Sudah tampan oke, mobil bersih dan wangi oke. Ayo ratu ku masuk ke dalam singgasana mu," ucap Nathan.
Nathan menggunakan mobil yang sangat nyaman di bawa perjalanan jauh. Ini bukan mobilnya, ia membawa mobil milik Calvin seseorang yang sedang tidak akur dengan nya. Demi ayang Nathan rela mencuri kunci mobil Calvin diam diam.
"Mobil baru," tanya Helen sambil masuk ke dalam.
"Tida punya saudara ku, nyaman untuk perjalanan jauh," jawab Nathan.
"Terus kenapa kamu di belakang, aku bukan supir mu ya," ucap Nathan.
__ADS_1
"Jadi aku duduk di depan samping mu," tanya Helen.
"Jadi? aku tidak mau di kira seperti seorang supir," jawab Nathan.
"Ya ya ya." Helen keluar dari dalam mobil dan berpindah ke depan.
"Kau dingin tidak," tanya Nathan.
"Lumayan," jawab Helen.
"Kau salah kostum, tempat kita dekat pegunungan pasti nanti di sana kau kedinginan," ucap Nathan sambil membawa mobil itu pergi dari rumah Helen.
"Oh iya, aku hanya membawa jaket satu," ucap Nathan.
"Ni untuk mu, bisa kau pakai," kata Nathan.
"Iya tadi mommy ku yang menyiapkan nya, tenang saja itu belum pernah aku pakai kok," ucap Nathan.
"Terimakasih, ternyata kau anak mommy ya," kata Helen.
"Jadi kalau tidak anak mommy anak siapa lagi, tidak mungkin anak tetangga," ucap Nathan.
Perjalanan dari rumah Helen ke lokasi proyek membutuhkan waktu sekitar 5 jam perjalanan. Perjalanan yang cukup jauh bagi mereka, Nathan tidak yakin bisa langsung tembus ke sana. Ia belum pernah perjalanan jauh seperti ini sebelum nya.
"Jauh ya Nat," tanya Helen.
"5 jam kata daddy ku," jawab Nathan.
__ADS_1
"Kau sanggup," tanya Helen.
"Ya sanggup tidak sanggup, aku yakin pasti aku bisa," jawab Nathan.
Helen yang memang sangat lapar memilih memakan buah yang ia bawa tadi. Mobil yang Nathan bawa memang sangat nyaman untuk nya. Tidak sumpek seperti mobil nya.
"Kau sangat lapar ya, nanti pagi mungkin kita baru bisa makan," ucap Nathan.
"Tidak papa, Makan buah saja cukup kok."
"Oh iya, coba kamu lihat di bagian bawa sana, seperti nya Calvin selalu menyimpan makanan ringan," ucap Nathan.
"Tidak usah Nathan nanti saudara mu mencari makanan nya bagaimana?"
"Aku bisa membeli pabriknya sekaligus," ucap Nathan.
"Kau makan buah tapi tidak memberikan mya pada ku."
"Oh iya maaf. Mau apa?"
"Apel itu boleh, tapi tolong kupas kulit nya."
"Kenapa begitu? lebih enak pakai kulit," ucap Helen.
"Kata siapa? mommy ku selalu mengusap nya untuk ku," ucap Nathan.
"Anak mommy susah sekali."
__ADS_1