
Edward masih tidak Terima adiknya menikah dengan Narendra, ia sangat yakin ada sesuatu hal yang tidak beres yang membuat adiknya harus menikah dengan Narendra. Ia sangat takut jika Narendra malah macam macam dengan Mawar.
"Sayang jangan terlalu memikirkan nya, aku yakin mereka berdua memang memutuskan semua ini bersama sama. Saat mereka liburan bersama mereka berdua sadar jika ternyata mereka sangat cocok, jadi ya sudah tunggu apa lagi, lebih baik ya menikah saja."
"Salsa aku masih tidak yakin. Mawar dengan Narendra tidak mungkin akur secepat itu, tetapi aku juga tidak bisa menghalangi mereka berdua, aku harus menikah kan mereka berdua. Aku sangat tidak ikhlas," kata Edward.
"Ingat sayang yang menutur mu baik belum tentu baik, yang menutur mu tidak baik belum tentu tidak baik. Serahkan semua nya pada mereka berdua," ucap Salsa.
Ia mengerti kegelisahan suami nya, memang sangat pantas suaminya merasa gelisah seperti ini.
Di tempat lain...
"Sudah sesuai kan, sekarang semuanya sesuai dengan apa yang kamu katakan tadi," kata Mawar.
"Bagus, kau memang wanita yang sangat penurut," ucap Narendra sambil mencium bibir Mawar. Ia sangat suka Mawar yang sangat penurut pada nya.
"Malam ini kau akan menjadi milik ku, jangan membuat ku kecewa," kata Narendra.
__ADS_1
"Maksudnya," tanya Mawar.
"Kau harus tetap menurut pada ku, mempersiapkan semua perlengkapan ku dan lain sebagainya. Aku sudah sangat bergantung dengan mu, satu lagi aku pria normal meskipun kita tidak saling mencintai aku akan tetap menyentuh mu."
"Tapi..."
"Tapi apa lagi, kau takut? untuk apa kau taku, kan kita sudah pernah melakukan nya walaupun tidak sadar, tetap saja pernah. Aku benar-benar lupa rasa nya, seperti nya enak tapi ya tidak ingat," kata Narendra.
"Narendra, ya aku akan menjadi istri yang baik untuk mu, tapi hanya satu permintaan jangan kasar dengan ku, kamu boleh marah tapi aku tidak mau kamu main tangan."
Malam hari nya lagi dan lagi pernikahan mendadak terjadi dan juga secara sirih saja. Jack datang dengan ke dua istri nya, istri istri nya sudah akur walaupun masih ada saja persaingan di antara mereka berdua. Jack belum bisa menceriakan Jesika selagi ia belum menemukan bukti yang kuat jika anak yang Jesika kandung bukan anak nya.
"Aku tidak jadi, aku mau pulang saja," kata Jesika.
"Kenapa," tanya Jack.
"Aku tidak mau keluarga Nabila mengatakan yang tidak tidak." Jesika memutuskan untuk pergi dari sana, lebih baik tidak bertemu dengan mereka agar hati nya tidak sakit.
__ADS_1
"Kamu milik ku sayang," ucap Nabila.
"Aku selalu menjadi milik ku sayang," kata Jack.
"Malam ini aku akan membuat ku keluar tiga kali, agar kamu cepat hamil," ucap Jack yang membuat Nabila merinding.
Pernikahan mereka berdua baru sebentar, beberapa hari lalu Nabila juga datang bulan yang membuat mereka harus puasa satu minggu. Hari ini baru mereka bisa menanam benih baru lagi.
"Kalian datang, wah semakin mesra saja," kata Salsa.
"Hahaha kamu bisa saja, bagaimana sudah isi," tanya Nabila.
"Belum lah, aku masih menunda nya, kau bagaimana?"
"Baru datang bulan," kata Nabila.
"Semangat Jack jangan pantang menyerah," ucap Salsa.
__ADS_1