
"Kau sudah baik baik saja kan," tanya Narendra pada Jack.
Jack bingung kenapa Narendra malah menghampiri nya bukan Edward. Jack yakin ada problem di antara ke dua nya, ini menjadi kesempatan besar untuk nya, ia bisa membuat Edward dan Narendra bermusuhan.
"Sudah lah, ayo bantu aku," ucap Jack.
Edward tau pasti Narendra akan menghindar, apalagi ia sedang bersama dengan Salsa, ia tak menyalahkan Narendra, ia tau bagaimana rasa sakit yang Narendra rasakan saat ini. Pasti benar-benar sangat sakit.
Karena memang Edward sudah baik baik saja, dan sudah seharusnya ia pulang sejak beberapa hari lalu. Edward membawa barang barang nya sendiri dengan Salsa, berbeda dengan Jack yang di bantu langsung oleh Narendra.
Di perjalanan tak ads yang bicara, mereka semua larut dalam pikiran masing-masing. Sesampainya di rumah pun, mereka langsung turun dan mengucapkan terimakasih pada Narendra karena sudah menyempatkan waktu untuk menjemput mereka.
"Narendra aku ingin berbincang dengan mu."
"Tak ada waktu dan tak ada yang harus di bicarakan." Narendra menutup pintu mobil nya dan pergi meninggalkan rumah itu. Narendra sudah tak tinggal di rumah itu lagi, ia menetap di rumah Vino sesaat setelah Edward menikah dengan Salsa. Ia tak mau hati nya semakin hancur melihat kedekatan mereka berdua.
"Sayang ayo," ucap Salsa.
"Iya." Edward berjalan mendekati Salsa.
Di dalam rumah mereka berdua langsung di sidang oleh Nathan dan Bryan, mereka berdua sudah berbuat hal yang sangat berbahaya dan mengecewakan, bertengkar sampai mempertaruhkan nyawa adalah hal yang paling bodoh yang pernah mereka berdua lakukan.
"Kenapa tidak mati saja," ucap Bryan.
"Ayah..."
"Kau ya, kenapa seperti ini, apa pernah aku mengajari mu seperti ini. Dan kau Edward kau juga membuat paman kecewa, ingat umur mu Edward, kau sudah anggap paman seseorang yang sangat dewasa, tapi kenapa kau menanggapi Jack seperti ini," ucap Bryan.
"Kalian berdua memang harus di satukan, sudah tinggal satu rumah bertahun-tahun, kenapa kalian tak pernah akur. Mulai malam ini kalian akan tidur bersama selama satu minggu," ujar Bryan.
"Tidak..." ucap mereka berdua secara bersama, mereka mempunyai istri yang harus di layani dengan baik.
"Kenapa tidak?? untuk masalah istri kalian, istri kalian bisa tidur sendiri untuk sementara waktu. Kalau masalah jatah menjatah pintar pintar kalian lah, aku tak peduli, sampai kalian tak melakukan apa yang kami katakan, hukuman kalian akan bertambah," ucap Nathan.
Mau tak mau mereka berdua harus melakukan apa yang orang tua mereka katakan. Dari pada mereka mendapatkan hukuman tambahan lebih baik melakukan saja hal gila ini.
"Sayang jatah ku tetap malam ini ya," bisik Edward.
"Aki tunggu kamu di kamar," kata Salsa.
__ADS_1
"Kita tidur dimana," tanya Jack.
"Di kamar tengah saja, aku harus menyelesaikan sesuatu dengan istri ku, setelah selesai aku akan masuk," jawab Edward.
"Ya sudah, aku juga akan melakukan hal dengan istri ku."
Jack menyusul Jesika yang sudah lebih dulu masuk ke dalam kamarnya sendiri. Ia sudah seminggu tak bertemu dengan istri nya, Jesika tak menjalankan tugasnya sebagai istri dengan baik, percuma memiliki istri kalau tak melakukan tugas nya.
"Sayang kamu tidur," ucap Jack.
"Kau sangat lelah sayang, keluarga mu ada ada saja, aku tak tau peraturan aneh itu ntah dari mana asal nya" kata Jesika.
"Aku lapar, ambil kan makanan," ucap Jack.
"Makan? apa ada makanan malam malam begini," tanya Jesika.
"Apa saja, mau buah, roti, atau apalah. Jangan lupa segelas susu," jawab Jack.
Jesika bangkit dari tempat tidur dan pergi ke dapur untuk mengambil makanan yang di minta suaminya, memang Jack lama lama mengesalkan untuk nya.
Tak lama Jesika kembali dengan makanan yang Jack minta. Ia yang juga lapar ikut makan dengan suami nya.
"Sayang, aku minta uang," ucap Jesika.
"Harus ada alasan nya, aku istri kamu loh."
"Ambil di dompet, pakai kartu ku dengan sebaik mungkin, aku tak mau bulan ini uang kita habis karena hal yang tidak tidak," kata Jack.
"Apa anak ini juga makan," tanya Jack.
"Ya iya lah sayang, terus dia dapat nutrisi dari mana," jawab Jesika.
Setelah selesai makan, Jesika kembali merebahkan diri nya, tetapi Jack malah menarik nya ke bawah tubuh Jack.
"Mau apa," tanya Jack.
"Tidur lah, aku lelah," jawab Jesika.
"Aku menginginkan nya," ucap Jack.
__ADS_1
"Aku lelah sayang, besok saja ya.."
"Aku mau sekarang sayang, percuma aku menikahi mu kalau kau tak mau aku apa apain.''
Jesika bukannya tak mau, ia hanya kurang nyaman dengan permainan kasar Jack. Jack seperti seseorang yang berbeda jika sudah melakukan nya, apalagi ukuran milik Jack di atas rata rata, ia keturunan bule asli dari Rusia.
Hari semakin larut. Setelah mendapatkan jahat dari istri mereka masing-masing. Jack dan Edward masuk ke dalam kamar tempat mereka akan tidur. Edward masuk lebih dulu di bandingkan Jack.
"Lama sekali," ucap Edward.
"Ya terserah ku, kalau kau mau tidur dulu tidur lah, tak ada yang meminta mu untuk menunggu ku," kata Jack.
"Dari pada kau banyak bicara matikan lampu, aku tak bisa tidur dengan lampu terbuka seperti itu."
Edward penasaran dengan Jack yang seperti nya juga mendapatkan jatah dari istri nya, ia penasaran apakah setelah hamil Jack tetap mendapatkan jatah atau tidak.
"Jack kau habis melakukan nya," tanya Edward.
"Hmmmm," gumam Jack.
"Istri mu sedang hamil, apa tak papa??"
"Kenapa bertanya seperti itu, apakah kakak ku hamil," tanya Jack.
"Tidak..."
"Aku tak tau boleh atau tidak, aku hanya menginginkan nya, karena sebelumnya aku tak mendapatkan nya, tiba tiba saja dia hamil. Padahal aku baru sekali tidur dengan nya, itu pun tak sadar," jelas Jack.
"Begini saja lah, untuk satu minggu ini kita berbaikan," ucap Edward.
"Hmmm iya, aku malas bertengkar dengan mu lagi, sangat melelahkan," kata Jack.
"Bagus lah..."
"Jack kau tak curiga kalau itu bukan anak," tanya Edward.
"Nah itu aku sudah memikirkan nya, apakah benar itu anak ku, Jesika sangat sulit aku ajak berhubungan, selama kami menikah baru dua kali. Bukan nya biasanya kalau pengantin baru itu lagi hangat hangat nya," kata Jack.
"Tes DNA saja," ucap Edward.
__ADS_1
"Nunggu anak itu lahir lah, kalau bisa tes DNA sekarang aku mau, tapi aku juga cinta dengan nya. Kalaupun itu bukan anak ku, aku tetap ingin mempertahankan pernikahan ini," kata Jack.
"Ya sudah lebih baik kau tak mengetahui semuanya, agar rumah tangga mu tetap aman."