
"Oh bukan itu, aku pikir itu, kalau iya kau lemah sekali percuma besar tapi cepat keluar."
"Kalau itu dua jam pun aku kuat, sudah sana aku ingin mandi dan bersiap siap," ucap Jack.
Edward mengerutkan dahi nya dan keluar dari kamar Jack. Ia juga ingin mandi dan bersiap siap, pasti istri nya sudah menunggu nya sejak tadi di kamar mandi.
Setelah semua orang bersiap siap mereka pun langsung pergi meninggalkan rumah. Kebetulan rumah sedang dalam keadaan kosong karena semua orang sedang keluar menikmati hari Wekeend.
"Kau juga ikut," tanya Nabila.
"Iya dong, aku ingin dekat dekat dengan mu," bisik Jack.
Mata Nabila langsung melotot seketika, Jack ini terkadang sangat aneh dulu saat ia belum menikah ia tak mau dekat dekat dengan nya tetapi setelah menikah Jack malah mau dekat dekat dengan nya, Nabila tak mau di katakan pelakor lagi oleh Jesika.
"Kau mau istri ke dua ku tidak," goda Jack.
"Dulu aku mau sekarang tidak, istri mu mengerikan," kata Nabila.
"Ya kalian tak satu rumah, kau akan aku spesial kan."
"Jack aku mendengar mu, jangan macam macam," ucap Edward.
"Kau diam saja ini urusan ku dengan adik mu, bukan dengan mu," kata Jack.
"Awas saja kau macam macam dengan Nabila, urus saja istri mu yang tak pernah di rumah itu," balas Edward.
"La la la la..." Jack pura pura tak mendengar nya.
"Kau memang ya...!!"
"Kak sudah fokus dengan jalan, aku belum menikah aku masih ingin hidup," ucap Nabila.
Sesampainya di bandara mereka pun langsung terbang ke Bali, perjalanan tak terlalu lama hanya beberapa jam saja.
"Mau kemana, di sini saja, biarkan mereka berdua di sana," ucap Jack sambil menahan tangan Nabila.
"Kau nanti berbuat yang tidak tidak, aku tak mau," kata Nabila.
"Tak akan, ayolah kau tak mau dekat dekat dengan pria yang kau sukai."
"Ya masalahnya kau sudah mempunyai istri," ucap Nabila.
Jack menarik Nabila agar diam dan duduk di dekat nya, lama lama wanita ini tak penurut seperti dulu. Padahal Jack malah lagi suka sukanya dekati dengan Nabila, semenjak beberapa hari terakhir hubungan mereka berdua malah lebih dekat dari biasa nya.
"Ternyata kau cantik juga ya," ucap Jack.
"Jangan begitu Jack, aku memang cantik kau saja yang baru sadar, selama ini kemana."
"Hahaha tidak kau dulu tak menarik, kau pasti belajar mempercantik diri agar aku tertarik dengan mu kan," ucap Jack.
"Ih mana mungkin, banyak pria yang mendekati ku, kenapa aku mempercantik diri untuk mu..."
"Banyak pria yang mendekati mu, ya aku tay bahkan mereka tampan tampan, tapi hati mu hanya untuk ku kan, hahaha aku tau kau cinta mati pada ku," ejek Jack semua senyaman sinis nya.
Setelah beberapa jam terbang akhirnya mereka pun sampai di Bali, mereka memesan tiga kamar hotel. Satu kamar hotel untuk Edward dan istri nya, dan dua kamar hotel lagi untuk Jack dan Nabila. Padahal Jack ingin bersama dengan Nabila tetapi Edward melarang nya.
"Jam 11 kita cari makan siang," ucap Edward.
"Ya ya ya..." Jack masuk ke dalam kamarnya. Ia mengambil handphone nya untuk mengirim uang pada istri nya. Ia lupa mengirimkan uang pada Jesika.
"Sayang kamu sudah sampai?? aku sudah mengirimkan nya.."
"Aku sudah di Singapura, ya makasih sayang..."
Setelah mendapatkan pesan balasan itu Jack meletakkan handphone nya. Padahal ia ingin seperti Edward bersama sama dengan istri kemana pun pergi nya. Bisa bermesraan seperti sekarang ini, tetapi Jesika bukan lah Salsa yang seperti tak memiliki kesibukan. Ia hanya fokus dengan suaminya saja.
"Kalau aku selingkuh tak salah juga, aku tak mendapatkan kebahagiaan dengan istri ku," kata Jack.
Seperti yang sudah di rencana kan, mereka berdua pun keluar jam 11 siang, mereka pergi ke restoran dekat pantai sekaligus menikmati indahnya ciptaan tuhan, walaupun mereka yakin pasti sangat panas sekali.
__ADS_1
Jack sedari tadi tak fokus dengan Nabila yang memakai pakaian cukup seksi, ia tak pernah melihat Jack seperti ini. Memang tempat nya pas di pantai tetapi tak begini juga. Kalau Salsa memang sering menggunakan pakaian seksi di kolam renang ataupun di pantai. Jack pun sering melihat kakak nya seperti itu, begitu juga dengan Edward, selagi tak terlalu memperlihatkan bentuk tubuh nya secara terbuka tak papa, lagi pula tempat nya juga sesuai pantai.
Di pantai nanti ia juga lebih sering melihat banyak wanita seksi berkeliaran, hitung hitung cuci mata untuk Jack dan Edward. Jarang jarang mereka melihat wanita hanya memakai bikini saja.
"Aku sangat senang berada di sini, mereka sangat seksi dan cantik," kata Jack
"Hahaha kau benar mereka semua sangat luar biasa ya, aku jadi ingin tinggal di Bali," ujar Edward.
"Kamu masih belum puas sayang, kamu belum puas memiliki istri seperti ku, yang setiap hari harus melayani mu seperti raja, kalau kamu mau cari lagi ya sudah aku tak masalah, aku yakin kamu tak akan mendapatkan pelayanan yang aku berikan selama ini."
"Hahaha rasakan tuan putri sudah marah. Jangan macam macam dengan nya Edward, aku saja tak berani dengan nya, kau malah mau cari masalah dengan nya," ujar Jack.
''Tidak begitu sayang, kamu main marah saja ah, aku tak akan selingkuh dari mu, aku juga tak akan mendapatkan pengganti mu, kamu yang terbaik untuk ku," kata Edward.
"Buaya sudah berbicara. Kalau begitu hati hati lah, jangan sampai kita terjebak dalam perangkap nya," ujar Nabila.
"Nabila jangan memperkeruh suasana, abang tak mau istri abang yang sangat cantik ini tak memberikan abang jatah lagi," kata Edward.
Di restoran mereka memesan berbagai macam menu laut, Jack dan Nabila berjalan jalan dulu mengelilingi pantai karena pasti akan bosan menunggu makanan yang akan lama, sedangkan Edward masih berusaha membujuk bidadari nya yang sedang ngambek, ini semua karena Jack yang memancing nya, kalau ia tak terpancing dengan kata kata Jack tadi, pasti tak akan seperti ini.
''Nabila kau sangat seksi seperti ini, kau tak papa berpakaian seperti ini," tanya Jack.
''Ya tak papa, kan aku makai nya sesuai dengan tempat, kalau aku memakai nya di kantor baru lah salah dan pasti aku akan malu," kata Nabila.
"Hahaha ya juga ya, kau benar. Kau sudah mempunyai pacar," tanya Jack.
"Ada yang mendekati ku banyak pun, tapi ada satu pria yang membuat ku sedikit goyang, dia sangat tampan dan seperti nya aku sedikit suka dengan nya, tetapi sayang nya dia sudah milik wanita lain, aku malas jadi orang ketiga," jawab Nabila.
"Jangan mau jadi orang ketiga, kalau orang ketiga dari rumah tangga ku tak papa. Hahaha itu pasti seru," ucap Jack.
''Halo bang, oh iya kami kembali."
''Ayo Jack, makanan kita sudah siap, nanti keburu dingin," kata Nabila.
"Iya....'' Jack berjalan mengikuti Nabila. "Apakah dia tak mendengar ucapan ku tadi," batin Jack.
Jack dan Nabila pun kembali ke restoran itu dan mereka semua langsung makan dengan sangat lahap. Sambil menunggu matahari sedikit tertutup awan agar mereka bisa bermain main di pantai dengan bebas nya.
"Aku membawakan suami ku dua, kau bisa memakainya," ujar Salsa.
"Apakah ukuran nya akan sama, suami mu kan sedikit lebih berisi dari ku," tanya Jack.
"Maksud mu aku gemuk gitu???"
"Berisi bukan gemuk, kau tak bisa membedakan arti kata berisi dan gemuk," ucap Jack.
"Iya sayang, kamu kan agak besar, tapi seperti nya pas saja, kan ada ikatan nya," ujar Salsa.
Pukul 2 siang, matahari sudah mulai tertutup awan. Mereka semua yang sudah kesal menunggu langsung bersiap siap untuk ke pinggiran pantai yang sudah banyak orang. Jack dan Edward kembali ke mobil untuk mengganti pakaian mereka.
"Badan mu keren juga," kata Jack.
"Pasti lah, kan tak malu jika kita ke pantai hanya menggunakan celana pendek tanpa atasan. Karena ini kakak mu klepek klepek pada ku," ucap Edward.
"Banyak gaya.." Jack keluar lebih dulu dari dalam mobil. Ia sama dengan Edward hanya memakai celana pendek tanpa atasan. Ia tak mau kalah dengan Edward meskipun badan nya tak sebagus Edward, tubuh nya juga memiliki otot otot yang bisa ia banggakan.
"Suami ku sangat seksi sekali," ucap Salsa.
"Kau suka melihat suami mu seperti itu," tanya Nabila.
"Ya iyalah, dia jadi sangat seksi, aku benar-benar sangat suka melihat nya seperti itu," jawab Salsa.
"Pasti kau selalu memeluk nya sepanjang malam, kau sangat beruntung memiliki suami seperti kak Edward," kata Salsa.
"Hahaha iya Nabila, bahkan aku yang menawarkan diri, agar suami ku tak berpaling dari ku, kau kalau merasakan nya tak akan pernah bisa melupakan nya," ucap Salsa, jika membayangkan bagaimana Edward memanjakan nya di atas ranjang selalu membuat tubuh Salsa berdesis.
Apa yang Salsa ucapkan membuat Nabila menelan air ludah nya. Ia tak bisa membayangkan bagaimana sempurna hari hidup nya Salsa. Saat melihat Jack yang mendekati nya, ia jadi membayangkan kalau ia memeluk tubuh kekar itu, ia bermanja-manja seperti yang Salsa katakan.
"Nabila," ucap Jack.
__ADS_1
"Eh iya, ada apa??"
"Naik Jet Ski yuk, kau belum pernah kan," tanya Jack
"Tapi aku takut," kata Nabila.
"Untuk apa kau takut, ayo..." Jack menarik tangan Nabila ke tempat Jet Ski.
"Mau kemana mereka," tanya Edward.
"Naik Jet ski, aku tak berani," jawab Salsa.
"Aku pun tak mau, kita di sana saja yuk."
"Sayang aku rasa Nabila dan Jack sangat cocok," kata Salsa.
"Jack sudah mempunyai istri, istri nya sedang hamil anaknya. Terus Nabila jadi yang ke dua gitu, aku tak mau," ucap Edward.
"Kalau Jack dan Jesika berpisah, kamu setuju jika Jack dengan Nabila," tanya Salsa.
Edward sudah tau sifat Jack sekarang, Jack tak seburuk yang ia pikirkan dulu.
"Bisa aku pikirkan," ucap Edward.
Jack dan Nabila naik Jet Ski bersama. Jack yang sudah biasa naik Jet Ski akan membawa Nabila mengelilingi pantai ini. Semuanya sudah siap tetapi Jack belum juga melajukan Jet Ski itu.
"Cepat," ucap Nabila.
"Cepat apa kau saja belum pegangan, nanti jatuh aku tak tanggung jawab," kata Jack.
"Aku sudah pegangan."
Jack melihat apa yang di pegang Nabila, hanya pelampung di bagian belakang nya. Jack menggelengkan kepalanya dan langsung membawa Nabila berkeliling pantai.
"Jack..." Teriak Nabila sambil memeluk Jack dengan erat. Ia tak tau jika akan seperti ini, hampir saja dia terjatuh karena Jack terlalu cepat.
"Aku mau jatuh Jack," teriak Nabila.
"Kan sudah aku katakan tadi, pegangan, kau malah seperti itu. Peluk aku dengan erat, ini akan semakin cepat," teriak Jack.
"Ahkkkkk.." Nabila berteriak dengan sangat kencang.
Ia sangat menikmati permainan itu, Jack membuat nya tertawa dengan lepas padahal sebelum nya Jack juga yang membuat nya menangis seharian. Memang rasa sakit itu akan sembuh lebih cepat ketika seseorang yang membuat rasa sakit itu yang mengobati nya secara langsung.
"Mereka terlihat sangat asik," ucap Salsa.
"Kamu mau naik, ayo aku juga bisa naik kok," kata Edward.
"Tak mau, aku pernah naik dengan Edward, dan aku terjatuh dari sana, aku takut di makan ikan hiu."
Edward memeluk Salsa dari belakang.. "Hiu tak akan memakan mu tetapi aku yang akan memakan mu sayang, hiu tau kalau kamu hanya milik ku," kata Edward.
Setelah selesai naik Jet Ski. Jack membantu Nabila turun, mereka berdua duduk sejenak di pasir pantai setelah puas tertawa dan bersenang-senang bersama.
"Hahaha kau tak takut, kau sangat keren, kakak ku saja sampai takut dan terjatuh," kata Jack.
"Takut untuk apa?? aku sangat senang, terimakasih Jack telah membuat ku sangat senang," ucap Nabila.
"Hahaha iya iya, makasih juga mau menemani ku, aku sedang tak enak hati dengan istri ku."
"Kenapa begitu? bukan nya kau sangat mencintai nya dan begitu juga dengan nya pada mu," tanya Nabila.
"Ntalah Nabila, aku seperti tak menikah dengan nya. Aku bekerja hampir setiap hari, aku pulang malam dia sudah tidur, aku bangun dia sudah pergi. Kadang dia juga tak pulang menginap di rumah mamahnya. Sekarang dia di Singapura. Dia tak ada waktu untuk ku, aku memerlukan istri seperti kakak Salsa. Edward sangat beruntung memiliki istri seperti kakak Salsa."
"Begitu?? Nikmati saja lah, itu kan pilihan mu, lagi pula dia juga sedang hamil anak mu," kata Nabila.
"Iya dia sedang hamil anak ku, itu pun kalau. Kau tau tau semuanya Nabila, itu yang membuat ku pusing. Pernikahan kami sampai dia melahirkan itu sudah menjadi keajaiban," ucap Jack.
"Bertahan lah demi anak ku, aku akan setia mendengar cerita dari mu."
__ADS_1
"Serius," tanya Jack.
"Iya serius, aku mencoba merubah rasa cinta ku pada mu menjadi rasa saling peduli saja. Aku sadar aku tak bisa terus seperti ini, aku yakin sudah ada pria tampan dan gagah yang menungguku di masa depan nanti."