Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Itu.....


__ADS_3

"Nathan," ucap Helen lirih. Ia terjatuh ke atas tanah. Kaki nya terasa sangat lemas, ia sudah tidak sanggup untuk berdiri lagi. Mata Helen terasa sangat berat dan tak lama ia jatuh pingsan di bawa pohon rindang.


"Helen," teriak Nathan.


Nathan terus berteriak dengan sangat keras. Ia benar-benar sangat panik apalagi ia sudah masuk d hutan belantara, jika Helen berada di sini, itu sangat berbahaya untuk nya.


Nathan kembali berhenti, ia hampir kehabisan tenaga nya. Nathan membuka tas nya dan meminum minuman yang ada di dalam tas itu Nathan benar-benar sangat prepare sebelum berangkat tadi, ia membawa air dan beberapa makanan di dalam tas nya.


"Dimana dia, jika semakin gelap pasti sangat berbahaya untuk nya," ucap Nathan.


Tak membutuhkan waktu yang lama, Nathan kembali bergerak mencari keberadaan Helen. Sebelum gelap ia harus bertemu dengan Helen. Ia juga berharap orang yang tadi sudah meminta bantuan.


Saat berlari dengan cukup kuat, kaki Nathan tersandung sesuatu yang membuat nya terjatuh ke atas Tanah. Rasanya benar-benar sangat sakit sekali, sampai Nathan beberapa saat tidak bisa menggerakkan kaki nya.


"Ahkk apa apaan ini, kenapa aku bisa tersandung akar seperti ini," ucap Nathan.


Saat ingin bangkit dari atas tanah. Mata Nathan tertuju pada sesuatu. Ya seorang wanita yang tergeletak di atas tanah, wanita itu tidak lain adalah Helen.


"Helen," teriak Nathan.


Meskipun kaki nya sedang sakit Nathan tetap berlari dengan keras ke arah Helen. Ia takut semua ini hanyalah khayalan nya saja.


"Helen," ucap Nathan.


Nathan membalik tubuh Helen, wanita di depan nya ini benar-benar Helen, bukan halusinasi nya.

__ADS_1


"Helen, bangun Helen bangun," ucap Nathan.


"Helen." Nathan mengambil sesuatu di dalam tas nya, ia berharap membawa minyak angin atau sejenisnya untuk membangunkan Helen.


"Helen bangun." Nathan mengoleskan minyak angin di hidup dan leher Helen.


Perlahan Helen membuka mata nya, ia terkejut melihat Nathan sudah ada di depan nya. Seperti Nathan tadi, Helen takut ini semua hanyalah halusinasi nya.


"Nathan," ucap Helen sambil mengusap wajah Nathan.


"Iya ini aku." Nathan membantu Helen untuk duduk.


"Ini aku, kau tidak papa," tanya Nathan.


"Nathan, nathan aku takut, aku sangat takut." Helen langsung memeluk Nathan dengan erat.


Nathan membalas pelukan itu. Ia merasakan tubuh Helen sangat dingin sekali. Tubuh nya gemetaran karena kedinginan.


"Helen kau kedinginan," ucap Nathan.


"Sangat dingin," kata Helen.


"Aku tidak membawa jaket lagi, bagaimana ya," ucap Nathan.


Sebelum merencanakan hal apa yang selanjutnya akan mereka lakukan. Nathan membawa Helen ke tempat yang lebih nyaman untuk mereka berdua duduk. Di sini terlalu basah dan lembap, Helen bisa semakin kedinginan.

__ADS_1


"Di sini lebih baik," ucap Nathan.


"Minum dulu ya." Nathan memberikan Helen air, ia juga mengambil makanan ringan untuk Helen.


"Kau prepare sekali," ucap Helen.


"Tidak sengaja si, saat aku membuka tas ini sudah ada makanan, seperti nya makanan yang aku beli di jalan kemarin," kata Nathan.


Nathan pindah ke belakang tubuh Helen, lalu ia memeluk Helen dari belakang. Dengan demikian tubuh mereka berdua akan terasa lebih hangat.


"Maaf ya, aku bukan bermaksud kurang ngajar pada mu," ucap Nathan.


"Tidak papa, aku mengerti," kata Helen.


"Haduh Nathan seperti nya ini keuntungan untuk mu, ingat pepatah berenang sambil meminum air," batin nya.


"Kamu masih kedinginan," tanya Nathan.


"Dingin," jawab Helen.


"Aku tau satu hal yang membuat mu tidak kedinginan, tapi kamu mau tidak," ucap Nathan.


Di rumah keluarga Nathan sudah mendapatkan informasi tentang Nathan dan Helen. Calvin di tugaskan oleh Vino untuk membantu pencarian mereka berdua. Vino mengirim pasukan nya untuk mencari Nathan dan Helen. Ia merasa bersalah karena mengirim mereka berdua ke proyek berbahaya ini.


"Apa itu," tanya Helen.

__ADS_1


"Itu.....


__ADS_2