Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Mencintai???


__ADS_3

Sebenarnya nathan cukup bersedih karena iya mendapatkan fakta jika Edward bukankah anak kandungnya. Nathan merasa kasihan bocah sekecil edward tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, jika ia akan menyayangi edward seperti menyayangi anak kandungnya sendiri.


Setelah mendapatkan penjelasan dari Vino, Nathan dan Helen kembali di beri waktu berdua. Vino ingin sekali Nathan mengingat masa lalu nya, dengan memberikan banyak waktu berdua Nathan dan Helen, Vino berharap ingatan Nathan bisa kembali seperti sedia kalah.


"Kenapa kamu tidak menjelaskan kepadaku," tanya Nathan.


"Bukannya aku sudah menjelaskannya padamu, tapi kau terus membantah nya, dari sejak kalian bertemu aku sudah ingin mengatakan fakta ini, tetapi kau tidak pernah mendengarkan ku. Dan sekarang kau sudah tahu semuanya bukan, bagaimana kau puas?"


"Sangat tidak puas, kenapa aku bisa salah sangka seperti ini ya, padahal aku sangat berharap Edward benar-benar anak kandung ku. Tapi sudahlah, tidak ada yang bisa ku rubah, yang pasti aku tetap menyayanginya," kata Nathan.


"Apa Edward mau berteman dengan Marcel dia sangat sulit bergaul dengan orang baru," tanya Helen.


"Mereka langsung klop. Jangan khawatir kan itu. Di sini Edward tidak akan kesepian, mempunyai banyak teman den mainan," jawab Nathan.


"Aku senang mendengarnya, karena teman-temannya sebelumnya hanya di sekolah saja. Semoga mereka berdua tidak bertengkar."


"Pertengkaran pasti akan terjadi, namanya juga anak kecil. Pasti ada masa mereka berdua dekat, ada masa dimana mereka berdua bertengkar, kita sebagai orang tua harus tetap mengawasi mereka berdua," kata Nathan.


"Oka sekarang kita kesampingkan masalah Edward, sekarang aku ingin bertanya tentang pernikahan kita. Pernikahan apa yang kamu impikan," tanya Nathan.


"Aku tidak pernah mengimpikan apapun dalam pernikahan. Saat aku mempunyai Edward aku sudah tidak berniat untuk menikah," jawab Helen.


"Helen ayolah, aku ingin membuat pernikahan kita sangat berkesan untuk mu dan untuk ku. Dulu pasti kita sudah menantikan suatu pernikahan bukan, ayo jelaskan pada ku pernikahan apa yang kita impikan bersama dulu," kata Nathan.


"Nathan dulu kita tidak pernah membicarakan pernikahan," ucap Helen. Karena memang mereka dulu belum membicarakan konsep pernikahan mereka. Dulu mereka masih bingung menjelaskan semuanya pada keluarga Nathan, tidak ada waktu untuk memikirkan konsep pernikahan.


"Serius tidak pernah, wahh bagaimana ku ini. Aku seperti bukan pria yang baik, apa aku dulu pria yang baik? Pria yang dapat mengerti dirimu? Atau malah sebaliknya?"


"Dulu kau pria yang sangat baik, jujur tidak ada yang berubah darimu. Hanya ingatanmu saja yang hilang, sifat mu masih sama nathan."


"Baguslah kalau begitu. Lalu bagaimana kau sudah menentukan nya, pernikahan seperti apa yang kau inginkan?"


"Emangnya aku mau menikah denganmu, apakah aku bisa berkata iya, aku belum berikan keputusan apapun. Kenapa kau sangat percaya diri seperti ini," kata Helen.

__ADS_1


"Helen helen, bagaimana bisa kau menolak pria sepertiku, tampan, kaya raya, dan sangat sempurna."


Helen tertawa mendengar ucapan dari nathan. Nathan memang masih sama seperti dulu, sangat percaya diri dan selalu menyombongkan dirinya.


"Kenapa ada yang salah," tanya Nathan.


Nathan bingung kenapa helen tiba-tiba tertawa seperti itu.


"Kau masih sama seperti dulu, sangat percaya diri," kata Helen.


"Ya jelas lah, aku tidak mungkin berubah begitu saja," ucap Nathan.


Nathan mendekati wajah Helen. Mereka berdua saling menatap untuk menyakinkan perasaan mereka masing-masing. Nathan ingin tau apakah ada rasa cinta di mata Helen, biasanya orang yang tulus dapat di lihat dari tatapan nya.


"Masih tetap sama," ucap Helen.


"Kau mencintai ku Helen," kata Nathan.


"Hanya Ingatan mu yang hilang Nathan. Tatapan mu pada ku tetap sama seperti dulu, mata mu berkata jika kamu mencintai ku," ucap Helen.


"Aku memang mencintai mu, melihat mu seperti ini aku sadar jika aku mencintaimu," kata Nathan.


Nathan mendekati bibir Helen dan mulai menciumnya dengan lembut. Tidak ada penolakan dari Helen, ia pasrah menerima rasa cinta yang Nathan berikan pada nya.


"Aku mencintaimu Helen, Mencintai." Nathan mengatakan kata kata cinta di sela ciuman hangatnya.


"Aku juga mencintai mu Nathan," ucap Helen.


"Jadi bagaimana mau menikah dengan ku?"


"Setelah semuanya yang terjadi aku sadar jika memang kamu jodoh ku, aku tidak mungkin menolak nya Nathan. Bukan nya ini yang kita inginkan sejak dulu," kata Helen.


"Terimakasih, aku sangat senang mendengar nya. Edward akan segera mempunyai seorang adik," kata Nathan.

__ADS_1


"Nathan kita belum menikah, kenapa sudah membicarakan masalah adik," ucap Helen.


"Hahaha ya nama nya juga harapan calon ayah," kata Nathan.


Saat sedang asik mengobrol mereka berdua kedatangan tamu, tamu yang sangat lama Nathan tunggu kedatangan nya Tamu itu Riga, saat dekat Nathan.


"Nathan," ucap Riga.


"Hey Riga, akhirnya kita bertemu lagi," kata Nathan sambil berdiri karena ia terkejut dengan kedatangan Riga.


"Pasti lah, kan aku sudah berkata saat kau sakit, aku pasti akan menemui mu saat kau sembuh," ucap Riga.


Riga salah satu orang yang benar-benar mendukung Nathan. Riga juga mengalami hal yang sama dengan yang Nathan alami, ia koma beberapa bulan karena luka tembak nya. Hanya saja saat Riga sembuh dan Nathan kecelakaan, Riga yang membantu Nathan menjalani kehidupan nya. Ia selalu berada di samping Nathan saat Nathan memerlukan dukungan nya. Meskipun Nathan tidak ingat bagaimana persahabatan mereka berdua, melihat Riga yang benar-benar baik dah terus mendukung nya. Nathan yakin persahabatan mereka berdua sangat dekat.


"Jadi kalian akan menikah ni," tanya Riga.


"Hahaha dukung saja lah," jawab Nathan.


"Sudah aku duga, pasti kau akan bertemu kembali dengan Helen. Jika sudah jodoh mau bagaimana pun tetap akan bertemu," kata Riga.


"Hahaha kau memang benar, dimana istri dan anak mu," tanya Nathan.


"Mereka sedang berlibur ke desa. Sudah jangan membahas mereka, aku ingin membahas kalian berdua, sudah sejauh mana ni? mau di bantu dalam. proses pernikahan," tanya Riga.


"Boleh boleh, kau bisa memberikan saran pernikahan kami mau bagaimana."


"Kau kan mempunyai kapal pesiar pribadi, pasti sangat seru menikah di sana. Sekalian bulan madu," ucap Riga.


"Menikah di kapal, aku tidak pernah memikirkan nya, ya tapi bagus juga si," ucap Helen.


"Nah itu saja sayang, tapi mungkin persiapan nya akan lebih lama," kata Nathan.


"Tidak tidak, pasti bisa cepat. Satu minggu paling cepat," ucap Riga

__ADS_1


__ADS_2