Wanita Pemikat Hati

Wanita Pemikat Hati
Tunangan nya..


__ADS_3

Selama acara berlangsung Helen dengan Nathan hanya diam, sesekali mereka berdua saling menatap. Helen sangat kecewa dengan Nathan, ia ingin sekali pergi tapi jika ia pergi sekarang pasti banyak yang akan curiga. Sedangkan Nathan sangat tidak enak pada Helen, ia juga tidak tau apa apa tentang perjodohan ini, dan sudah pasti Nathan akan menolaknya.


Setelah acara selesai Nathan langsung mencari Helen, ia mendapatkan Informasi jika Helen sedang berada di dalam kamar mandi. Nathan menunggu Helen di depan kamar mandi, ia tidak ingin Helen memutuskan semuanya secara sepihak.


"Helen." Nathan langsung menarik Helen.


Dengan cepat Helen menepis tangan Nathan. "Lepas, kita putus," ucap Helen.


"Dengar kan aku dulu ay, aku tidak tau tentang semua ini, ini semua rencana daddy ku ay, aku sama sekali tidak tau rencana ini," kata Nathan.


"Sudah cukup nat, sudah jangan membuat ku semakin membenci mu. Hubungan kita sampai di sini Nat, sudah cukup rasa sakit ini, terimakasih untuk semua nya nat," ucap Helen.


Ia langsung berlari meninggalkan Nathan. Sontak Nathan langsung ingin mengejar Helen tetapi tangan nya di tahan oleh seseorang.


"Dia milik ku," ucap Albar.


"Siapa kau, dia milik ku," kata Nathan.


"Nathan kau tidak tau siapa aku, jika aku berada di sini sudah pasti aku ada hubungan nya dengan keluarga mu," ucap Albar.


Vino yang sedang mencari Nathan, melihat Nathan bersama dengan Albar. Vino pikir mereka berdua tidak saling kenal, tetapi saat melihat mereka berdua bersama Vino yakin mereka berdua saling mengenal.


"Kalian sudah saling kenal," tanya Vino.


"Tidak, siapa dia dad," tanya Nathan.

__ADS_1


"Sepupu jauh mu, keponakan nya paman Andy," jawab Vino.


"Pantas saja, dia sangat berani pada ku," batin Vino.


"Nat, ada apa?"


"Daddy aku bingung kenapa daddy memutuskan perjodohan ini sepihak, aku sudah mempunyai pacar dad," ucap Nathan.


"Siapa," tanya Vino sambil menaikan alis.


"Helen, dia pacar ku," jawab Nathan.


"Helen? dia tunangan nya Albar, jangan mengarang Nathan," kata Vino.


"Ha kenapa? memang dia tunangan ku," kata Albar.


"Dimana kakek, kakek tau semua, kenapa daddy tidak percaya pada ku."


"Jangan mengarang, kakek mu sedang di luar negeri, aku sudah lama tidak bisa menghubungi nya, seperti nya dia berada di tempat yang susah jaringan."


"Ayo." Vino menarik Nathan pergi dari sana.


"Helen milik ku Nat," ucap Albar sambil pergi mencari Helen, ini kesempatan nya untuk mendekati Helen.


"Nathan Nathan jangan pikir aku tidak bisa mengambil nya dari mu, kau salah Nathan. Aku akan membuat nya bahagia."

__ADS_1


Nathan di bawa Pergi oleh Vino ke tempat yang lainnya. Mereka semua juga bingung dengan semuanya. Marvin tau jika Nathan dan Helen pacaran tetapi Albar menunjukkan bukti jika Albar tunangan Helen. Berbeda dengan Calvin yang biasa saja, karena ia sempat melihat Cindy dan Nathan bersama di mall.


"Paman Nathan mempunyai pacar," kata Cindy ia benar-benar tidak mau menjadi perusak hubungan orang lain.


"Siapa? Helen? di berbohong. Helen tunangannya Albar," kata Vino.


"Iya Nat," tanya Cindy.


"Aku tida tau kenapa semuanya seperti ini. Helen pacar ku, kenapa bisa tunangan nya pria itu," jawab Nathan dengan wajah yang penuh dengan ke putus-asaan.


"Hey kau yang meminta menikah tapi kenapa kau seperti ini, sudah jangan begini Nathan. Aku sudah mempersiapkan gadis terbaik untuk mu. Kalian bisa saling mengenal dulu, setelah semuanya mengenal baru lah kalian bisa langsung menikah," kata Vino.


"Aku tidak ingin menikah dengan nya daddy." Nathan pergi dari sana, ia sangat kacau sekali.


Albar menemukan Helen sedang di cafe tidak jauh dari perusahaan Nathan. Ia mendekati Helen yang sedang termenung sedih.


"Hey sedang apa," tanya Albar.


"Eh Albar, tidak ada," jawab Helen.


"Jangan bohong, aku tidak sengaja melihat wajah sedih mu," kata Albar.


"Tidak ah, aku tidak sedih," ucap Helen.


"Helen aku sudah lama mengenal mu, memang kita baru bertemu kembali tetapi aku sudah tau persis kamu," kata Albar

__ADS_1


__ADS_2