
"Kau bar bar sekali Salsa," ucap Edward.
"Kata mamah, lebih baik menawarkan nya pada suami, lagi pula kamu kan suami ku. Apa salahnya," kata Salsa.
"Iya si, tapi tidak begitu juga. Aku bisa saja tergoda dengan mu, aku pria normal. Tapi aku tidak mungkin melakukan hal itu dengan mu, aku sudah berjanji pada diri ku sendiri."
"Berjanji bagaimana?"
"Salsa aku tidak mencintai mu, aku ingin menjalin rumah tangga dengan wanita yang aku cintai, bukan dengan mu, maafkan aku, perasaan tidak bisa di paksakan."
"Mas, mungkin memang benar, perasaan tidak bisa di paksakan, tetapi kamu jangan salah, perasaan cinta akan datang dengan seiring berjalan nya waktu. Selagi kita sering berkomunikasi dan membuka pintu hati kita masing-masing."
"Kau mengatakan ini karena kau mencintai ku, aku tidak tau kenapa kau bisa suka pada ku," ucap Edward.
"Karena kita sering bertemu, sering bermain bersama, kan sudah aku katakan, cinta akan datang dengan seiring berjalan nya waktu, aku mencintai mu karena waktu itu."
"Salsabila Adriana anak bapak Bryan, sadar lah, jangan seperti ini," ucap Edward.
"Edward, aku hanya mengatakan apa yang aku rasakan, apa salah mengatakan hal itu," kata Salsa.
"Salah, oke jangan begitu. Aku ingin tidur."
__ADS_1
Salsa tidak sedikitpun malu mengatakan hal itu pada Edward, ia mengatakan apa yang ia rasakan Ia sangat berharap Edward membalas perasaan nya, perasaan cinta yang begitu besar. Sampai kapanpun Salsa akan tetap mencintai Edward, mau bagaimana pun sifat Edward ke pada nya.
"Edward," ucap Salsa.
"Hmmm," gumam Edward.
"Peluk ya," ucap Salsa.
"Ini anak cinta mati pada ku, tapi kasihan juga," batin Edward.
"Edward," ucap Salsa.
"Iya....."
"Hanya untuk malam ini." Edward membuka pelukan nya.
Dengan cepat Salsa mendekati Edward dan memeluk Edward dengan sangat erat. Hal yang paling ia inginkan benar-benar terjadi. Edward tidak benci pada Salsa, ia hanya kurang nyaman dengan sifat Salsa yang terlihat dengan jelas mengejar ngejar nya. Tetapi Edward juga tidak bisa menyalahkan Salsa atas perasaan itu.
Aroma tubuh Edward membuat Salsa mabuk kebayang, jika bisa terus seperti ini berapa bahagia nya diri nya. Edward membuka mata nya, ia melihat Salsa yang begitu damai memeluk nya. Dulu wanita ini sempat mendapatkan perasaan nya, tetapi Nabila berhasil mengambil perasaan nya begitu cepat.
"Edward," ucap Salsa.
__ADS_1
"Apa lagi Salsa, sudah malam aku mengantuk," kata Edward.
"Tubuh mu wangi sekali."
"Aku memakai sabun yang sama dengan yang kau pakai. Sudah tidur atau aku akan mengeluarkan mu dari dalam kamar."
"Iya iya, sikit sikit mengancam," kata Salsa.
Sementara itu di luar sana setelah pernikahan Edward dan Salsa. Giliran Nabila dan Jack yang di pertemuan oleh ke dua orang tua mereka. Memang selanjutnya giliran mereka berdua.
"Aku tak mau," ucap Jack.
"Jack, jangan begitu sayang," kata Tiara.
"Tidak mamah, aku tidak bisa, aku sudah mempunyai pacar."
"Hanya pacar sayang, bisa kamu putus kan," ucap Tiara.
"Jack jangan seperti anak kecil, jangan membuka mamah dan ayah marah pada mu," ujar Bryan.
"Pacar Jack hamil yah, setelah pernikahan kakak Jack ingin mengatakan pada ayah."
__ADS_1
"Jack!!! bagaimana bisa kamu sebebas ini."
"Ini kecelakaan, Jack tidak sengaja, tapi dia hamil, Jack tidak mau menyakiti hati Nabila, jika Jack menikah dengan Nabila, bagaimana dengan anak Jack itu," jelas nya. Hal itu benar-benar membuat semua orang kecewa pada Jack termaksud Nabila sendiri, hati nya benar-benar terasa sangat sakit sekali.