
Nabila berusaha untuk tersenyum. Hati nya memang terasa sakit, tetapi ia tidak mungkin menunjukkan hal itu di depan Jack. Wajah Jack memang tidak seputih dan semulus abang abang nya, tetapi aura yang Jack pancarkan membuat Nabila tidak henti henti nya mencintai nya. Wajah cool nya itu membuat Nabila seperti terpikat sesuatu yang sangat kuat.
"Jack, kamu...
"Nabila, aku sedang video call dengan pacar ku, jangan ganggu aku dulu. Nanti setelah selesai jika kamu ingin berbicara dengan ku, kita berbicara oke."
"Iya, maaf." Nabila berjalan pergi meninggalkan Jack.
Jack masih bisa berkata lembut pada Nabila, meskipun terkadang Jack agak terganggu dengan sifat Nabila.
"Siapa sayang," tanya Moni.
"Nabila, ya sudah sayang, aku di minta untuk bertemu dengan ayah ku," jawab Jack.
"Ya, jangan lupa nanti malam," ucap Moni.
"Iya sayang...." Jack mematikan sambungan telepon itu. Moni pikir dia satu satu nya, itu salah besar, ini Jack pria buaya dengan banyak wanita. Jack senang sekali mengoleksi banyak pacar.
Nathan masuk ke dalam kamar Edward untuk membicarakan masalah perjodohan nya dengan Salsa. Dengan cepat ia harus mendapatkan jawaban iya dari Edward. Mau bagaimana pun cara nya Edward harus maun menikah dengan Salsa.
"Edward," ucap Nathan.
"Iya yah." Edward meletakkan barbel besar di tangan nya.
"Wih olahraga di kamar," kata Nathan.
"Hahaha hanya angkat barbel saja."
"Seperti nya ada tujuan lain ni, memperbesar otot itu."
"Hahaha agar lebih kekar saja yah, kalau sudah punya istri, nah dia di bawa kita pasti mata nya tertuju pada dada dan lengan, kalau bentuk nya bagus kan enak untuk di pandang."
"Bagus kau akan segera menikah," ucap Nathan.
"Ayah dengan siapa," tanya Edward.
"Dengan Salsa," jawab Nathan..
"Tidak mau ayah," tolak Edward.
"Harus mau Edward, kau menunggu apa lagi si, kau sudah hampir 25 tahun loh, burung mu itu sudah seharus nya masuk ke dalam sarang nya, kau tidak ingin mempunyai anak kecil yang menggemaskan dan mirip dengan mu," tanya Nathan.
"Ya ingin tapi...
"Tapi apa lagi, atau Nabila dulu yang menikah dengan Jack??"
__ADS_1
"Kenapa harus dengan Jack si," tanya Edward.
"Adik mu terlihat suka dengan Jack, dia saha suka dengan Jack kenapa tidak?"
"Jack bukan pria yang baik ayah, jangan ah, oke aku akan menikah dengan Salsa, tapi jika aku tidak mendapatkan kebahagiaan ku dengan nya aku boleh berpisah dengan nya. Menikah untuk mendapatkan kebahagiaan bukan, terus kalau tidak bahagia untuk apa menikah."
"Ya sudah 3 bulan kau tidak bahagia dengan Salsa, kau boleh berpisah dengan nya."
"Tapi Nabila tidak boleh menikah dengan Jack."
"Itu bukan urusan mu, dua bulan lagi dia 20 tahun, dia bebas memilih jodoh nya. Dan aku rasa Nabila suka dengan Jack, itu lebih baik dari pada Nabila menikah dengan orang luar yang tidak kita ketahui, Jack nakal masih bisa aku kontrol."
"Ayah..."
"Edward.. Sejak kapan Edward berani membantah ayah, Edward sudah nakal ya."
"Aku bukan anak kecil lagi ayah."
"Kalau bisa kau aku buat kecil terus, pasti lebih mudah mengatur mu. Kau ingat Edward saat kau bertemu dengan ayah untuk pertama kali nya?"
"Mana pulak aku ingat," kata Edward.
"Ya pulak ya, kau masih muda sudah pelupa," ucap Nathan.
"Aku menikah dengan Salsa, aku tidak pernah berpikir ini akan terjadi," kata Edward.
"Ya begitu lah yah, nama nya juga Nafsu," kata Edward.
"Sial berani sekali ya," ucap Nathan.
Edward sudah beres dan Salsa juga sudah mau. Pernikahan mereka berdua akan segera di laksanakan. Berita pernikahan ini sudah tersebar satu rumah. Semua orang senang kecuali Narendra, ia sangat sakit hati karena cinta nya akan segera kandas. Narendra sedikit ngambek pada Edward karena Edward sudah berjanji tidak akan mau menikah dengan Salsa, tetapi sekarang tidak begitu.
Salsa jelas sangat mau menikah dengan Edward, ia mencintai Edward dan seperti nya Edward tau itu, siapapun pasti akan senang menikah dengan dengan seseorang yang ia cintai. Ia sudah banyak membayangkan hal indah bersama dengan Edward.
"Kak," ucap Jack.
"Iya, ada apa?"
"Kakak yakin mau menikah dengan Edward, dia buaya loh," kata Jack.
Jack sangat tau Edward dan begitu juga dengan Edward. Hubungan mereka berdua tidak terlalu dekat karena memang beda garis pertemanan dan sifat.
"Tak papa adik ku sayang, buaya tidak boleh berkata buaya pada buaya lain," ucap Salsa.
"Hehehe aku kan..
__ADS_1
"Apa?? kau sama sama buaya, jangan menjelek jelekan Edward," kata Salsa.
"Dasar wanita, di beritahu yang benar tidak mau percaya," batin Jack.
Jack rasa kakak nya memang sangat menyukai Edward, memang Edward sangat tampan tapi ya sifat nya itu sangat Jack tidak suka.
"Kak kau akan menikah, berarti tidak lama lagi aku juga akan menikah," tanya Jack.
"Ayah sudah menyiapkan jodoh untuk mu."
"Untuk apa? aku sudah mempunyai banyak pacar, tinggal pilih saja salah satu nya."
"Kau pikir aku pacar mu itu baik baik, tidak ada yang baik, sudah jangan membantah," kata Salsa.
"Kau mau tau sebuah rahasia besar," tanya Jack.
"Apa itu," tanya Salsa.
"Tidak ada ah, aku pergi dulu." Jack pergi meninggalkan kakak nya. Percuma juga ia memberitahu semua nya, lebih baik ia diam karena diam lebih baik untuk saat ini.
"Sayang," teriak Edward.
"Abang diam," ucap Nabila.
"Kau mau kemana," tanya Edward.
"Bertemu dengan Jack, ciee yang akan menikah dengan Salsa."
"Dimana Narendra," tanya .Edward.
"Dia tidak memberitahu mu," tanya Nabila.
"Tidak ada, dari kemarin aku tidak melihat diri nya," jawab Edward.
"Narendra pergi meninggalkan rumah, dia ingin bersama dengan kakek Vino."
"Lah kenapa begitu," tanya Edward.
"Mana aku tau, dia sudah pergi sejak kemarin sore setelah pengumuman pernikahan mu dengan Salsa," jawab Salsa.
"Sial, katakan pada ayah aku ke rumah kakek Vino."
Edward yakin Narendra ngambek pada nya, ya mau bagaimana lagi, ia tidak bisa menepati janji nya pada Narendra. Padahal ia juga tidak mau menikah dengan Salsa. Membantah ayah nya sekeras apapun juga tidak bisa. Hidup nya masih bergantung pada ayah nya, ia juga seperti tidak balas budi jika membantah orang tua nya. Orang tua nya merawat nya dari kecil dengan penuh kasih sayang tanpa mengharapkan balas budi.
"Abang ada apa si," tanya Nabila.
__ADS_1
"Ada ada saja," jawab Edward.