
Edward tidak bisa melakukan apapun. Ia hanya bisa menjelaskan semuanya pada adik nya itu, ia harap Narendra dapat mengerti semuanya. Edward takut kakek Vino malah marah pada nya, karena Edward pikir ia bukan anggota sah keluarga Vins. Vino pasti lebih mendengarkan keluh kesah Narendra.
"Edward," ucap Vino.
"Kakek, apa kabar kek," tanya Edward.
"Sangat baik, bagaimana kabar mu? sudah lama ku tidak ke rumah kakek, dan kau juga akan menikah yah, wah selamat ya," jawab Vino.
"Aku tidak mau mendapatkan selamat sekarang kakek, nanti setelah aku menikah kakek datang dan langsung memberikan ku selamat, aku tidak mau tau," ucap Edward.
"Hahaha iya sayang, pasti kakek akan datang," kata Vino.
"Narendra ada kek," tanya Edward.
"Ya sayang sekali, tadi dia baru pergi dengan pamannya, dia mengantar paman nya ke bandara, mungkin tak sampai sore dia kembali," jawab Vino.
"Ya sudah aku menunggu nya saja, Marcel ada kan," tanya Edward.
"Ada dong, dia ada di kamarnya. Masuk saja lah, kau seperti dengan siapa saja," jawab Vino.
Edward masuk ke dalam rumah itu, sudah beberapa bulan ia tidak berkunjung ke sana, bukan nya Edward tidak mau, ia hanya merasa tidak enak, seperti yang Edward pikirkan selama ini, ia bukan anggota resmi keluarga Vins. Edward seperti tidak memiliki hak berada di sana.
"Marcel," ucap Edward.
__ADS_1
"Masuk saja bang," kata Bima.
"Eh Bima, abang mu ada di dalam," tanya Edward.
"Ada, apa kabar," tanya Bima.
"Sangat baik, bagaimana dengan mu??"
"Ya begitu lah, aku harus terus belajar dan belajar. Masuk saja ke dalam, aku tak bisa lama lama, bye." Bima pergi meninggalkan Edward.
Edward masuk ke dalam kamar Marcel. Marcel sangat terkejut melihat Edward masuk secara tiba-tiba. Dengan cepat ia mematikan laptop nya dan menutup separuh diri nya dengan selimut. Marcel takut Edward melihat semuanya nya dengan jelas.
"Hayo sedang apa," tanya Edward.
"Hahaha, aku kan rajin ngegym tidak seperti mu," ucap Edward.
"Kau melihat semua nya ward," tanya Marcel.
"Hahaha iya, burung mu besar juga ya," jawab Edward.
"Sial, sudah lah kita sama sama laki laki dan tau kebutuhan masing-masing," kata Marcel.
"Hahaha iya aku paham, tapi aku si tidak pernah," ucap Edward.
__ADS_1
"Serius Ward," tanya Marcel.
"Hahaha serius lah, jika mau tinggal cari wanita."
"Itu lebih parah Edward, kau jangan gila," ucap Marcel.
"Hahaha memang aku gila."
"Ada apa kau datang ke sini, aku dengar kau akan menikah."
"Aku mencari Narendra, ya aku akan menikah dengan seseorang yang tidak kau cintai," kata Edward.
"Kau masih suka dengan Nabila," tanya Marcel.
"Ya aku suka dengan nya, sangat suka dengan nya tetapi aku malah menikah dengan Salsa, wanita yang Narendra suka."
"Sangat rumit ya, kalian itu terhalang tembok yang begitu besar, ya sudah sabar saja, mana tau memang Salsa jodoh mu," ucap Marcel.
"Ya mana tau, kalau aku punya anak dengan nya, aku jadi suka pada nya. Buat anak dulu yakan yang terpenting," kata Edward.
"Otak kacau, lalu bagaimana dengan Narendra.
"Itu lah, dia marah pada ku, dan aku harus menjelaskan semua nya pada Narendra."
__ADS_1