
"Kau benar-benar gila Jack, siapa wanita itu, kenapa kau bisa menghamili nya," tanya Bryan.
"Jesika, Jack mabuk bersama dengan nya, saat pagi hari Jack dan Jesika sudah tidak menggunakan apa apa."
"Bawa wanita itu ke rumah Jack, jangan sampai wanita itu merusak nama besar keluarga kita."
"Iya besok aku akan membawa nya ke rumah."
Nabila pergi meninggalkan tempat itu, hati nya benar-benar sangat sakit dan tidak bisa menerima semua nya. Iya rela Jack melakukan hal itu pada nya dari pada dengan wanita lain. Nabila benar-benar tidak bisa menerima kenyataan itu.
Pagi hari nya, mereka berdua bangun dengan cukup pagi. Edward kebangun karena Salsa yang sudah bergerak dari atas ranjang. Gerakan itu membuat Edward ke bangun dari tidurnya.
"Salsa," ucap Edward.
"Iya mas, ada yang bisa aku bantu," tanya Salsa.
"Pijitin punggung ku, pegal sekali," jawab Edward.
"Dengan senang hati, tumben bangun pagi, kata mamah Helen kamu tidak pernah bangun pagi."
"Ya semua karena mu, jika bangun jangan bergerak dengan kuat. Aku juga kebangun," kata Edward.
"Begitu maaf ya, aku tadi kebelet," ucap Salsa.
"Cepat pijat punggung ku, bagus buka baju tidak ya."
"Buka buka buka," ucap Salsa.
"Hahaha wanita mesum, malas lah," Edward membalik tubuh nya.
"Mau pakai minyak angin mas? nanti angin angin yang menyebabkan mu tidak enak banda akan keluar," ucap Salsa.
"Nanti saja enak tidak pijatan mu."
__ADS_1
Salsa mulai memijat Edward dengan sangat lembut tetapi bertenaga, hal itu membuat Edward merem melek karena memang seenak itu. Edward tidak menyesal meminta pijatan oleh Salsa rasa nya benar-benar sangat nikmat.
"Boleh pakai minyak angin," kata Edward.
"Buka baju nya mas," ucap Salsa.
"Sebentar." Edward menarik ke atas baju nya. Hal itu membuat Salsa terpanah dengan bentuk tubuh suami nya. Tangan nya sudah gatal mengusap ngusap semua bagian tubuh kekar Edward.
"Mas ketiak mu," ucap Salsa.
"Kenapa? wangi ini," kata Edward sambil sedikit mencium nya.
"Kocak, bersihkan gitu," ucap Salsa.
"Tak mau, ini tanda kejantanan ku," kata Edward sambil kembali berbaring di atas kasur.
Salsa mengambil minyak angin dan mulai membalurkan minyak itu ke tubuh Edward, setelah itu ia mulai mengurut nya dengan penuh tenaga tetapi juga tetap lembut.
"Ahhh enak nya, lebih cepat," ucap Edward.
"Yah enak sekali, Hmmm terus Salsa," ucap Edward.
Apa yang Edward dan Salsa katakan terdengar oleh Nathan yang ingin membangunkan Edward. Ia tidak jadi masuk dan menutup kembali pintu kamar itu. Bulu kuduk nya merinding mendengar ******* Edward, Nathan yakin pasti Edward sedang menikmati indah nya malam pertama. Indah nya benda baru yang tersegel.
"Seperti ada yang menutup pintu," kata Salsa.
"Pintu nya tidak kau kunci," tanya Edward.
"Tadi aku buka karena keluar sebentar."
"Mungkin terkena angin, cepat lakukan lagi ini masih sakit," ucap Edward.
"Hahaha enak mas, gantian nanti ya," kata Salsa.
__ADS_1
"Salsa kau mau tidak jika aku meniduri mu," tanya Edward iseng. Biasa nya wanita malu malu atau menolak nya.
"Mau mau mau," jawab Salsa.
"Kamu tidak takut sakit Salsa," tanya Edward.
"Tidak lah, kata mamah nanti sakitnya di awal setelah itu enak, aku sangat penasaran," jawab Salsa.
"Wanita ini ya, sudah lanjut kan lah, jangan berhenti sampai aku kata berhenti," ucap Edward.
Edward memang harus siap menghadapi kebarbaran Salsa, sebelum menikah ia sudah tau jika wanita satu ini memang sedikit agak agak.
Setelah proses mijat memijat selesai. Salsa berbaring lemas karena tenaga nya hampir habis untuk memijat tubuh Edward. Tubuh Edward termasuk cukup keras yang membuat nya harus memberikan energi ekstra.
"Kenapa lemas," tanya Edward.
"Iya, tubuh kamu keras sekali," jawab Salsa.
"Sini gantian," kata Edward.
"Mau mas," tanya Salsa.
"Mau apa," tanya Edward.
"Mau memegang itu," jawab Salsa.
"Apa," tanya Edward.
"Lengan kekar itu," jawab Salsa.
"Narendra apa aku bisa memegang janji ku untuk tida menyentuh nya, wanita ini sangat bar bar," batin Edward.
"Tidak boleh aku ingin mandi." Edward pergi meninggalkan Salsa sebelum Salsa semakin menjadi jadi.
__ADS_1
"Aku akan mendapatkan hati mu mas," ucap Salsa.
Edward masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya dari minyak yang menempel dari punggung nya. Ia sadar bentuk tubuh nya yang seperti ini pasti menggoda wanita. Salsa saja seperti sangat pasrah pada nya. Edward yakin Salsa akan memberikan diri nya sekarang juga kalau Edward mau, tetapi Edward masih memikirkan janji nya pada Narendra dan juga cinta nya pada Nabila.